
"Bagus , Aku akan meneleponnya lagi , Pastikan siapa orangnya!" Pinta Freddy lagi
Freddy menghubungi penculik tadi
" BAGAIMANA TUAN FREDDY?" Jawab seseorang dari balik telepon
Freddy memberi kode kepada Marco tanpa menjawab pertanyaan dari orang tersebut
Marco dengan cepat melacak siapa pemilik suara tersebut
Tak berselang lama , Marco sudah mendapat hasilnya lalu Marco memberi kode kepada Freddy bahwa dia sudah selesai
Freddy langsung menutup teleponnya dan bertanya pada Marco
" SIAPA DALANGNYA?"
" MAXIM" Jawab Marco
Freddy tersenyum sinis lalu bangkit dari duduknya dan melangkah ke meja kerjanya
Diambilnya beberapa jarum suntik kecil dan senjata api lalu di masukan ke dalam sakunya
Freddy melangkah ke arah Cherry dan duduk disebelahnya lalu mengelus lembut rambut Cherry dan berkata
" Sayang , Kamu tunggu disini , Aku akan menjemput Phillip kembali ! " Kata Freddy
" Bolehkah aku ikut?" Tanya Cherry
" Setelah kau menguasai ilmu bela diri , Kemanapun aku pergi ,Kau harus ikut , Namun kini kau belum bisa menguasai semua , Apalagi Maxim sangat licik" Jelas Freddy
Freddy mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Fransisca
" Adik , Bisakah kau datang ke tempat kerja ku untuk menjaga Cherry?, Phillip di culik , Aku akan pergi menyelamatkannya" Pinta Freddy kepada Fransisca lalu mematikan ponselnya
Cherry tersenyum dan mengangguk kepalanya karena tidak ingin melihat amarah Freddy seperti tadi
Sungguh Cherry sangat takut melihat Freddy saat emosi
" Pulanglah dengan selamat , Aku menunggu mu disini!" Kata Cherry dengan mengelus lembut wajah Freddy
Di lubuk hati terdalam , Freddy pergi berperang sangat membuat Cherry khawatir , Apalagi orang yang di hadapinya adalah orang yang menyewa sniper menghabisi keluarganya termasuk Franky
" Pasti..Doa kan kami!" Kata Freddy lalu mencium kening Cherry
Freddy melepas ciuman di kening Cherry dan memegangi dagu Cherry untuk menatapnya lebih dekat dan berkata
" Kau pemilik hatiku , Kau adalah semangat ku , Jangan pernah tertarik dengan laki-laki lain seperti Maxim!" Kata Freddy mengingatkan Cherry
Cherry tersenyum dan mengangguk kepalanya
Marco yang merasa seperti lalat disana hanya bisa memalingkan wajahnya
Freddy tanpa malu mencium bibir Cherry
" Kakak , Ada Marco" Bisik Cherry
" Apa perlu ku usir?" Tanya Freddy dengan berbisik setengah menggoda Cherry
__ADS_1
" Kakak , Selamatkan Phillip" Pinta Cherry yang sangat ini sangat mengkhawatirkan Phillip
" Tenanglah... Tidak akan terjadi apa-apa pada Phillip, Percayalah!" Kata Freddy
Freddy yakin Phillip akan baik-baik saja, Karena ada Dewa Kera Sakti yang akan melindunginya
" Cherry...Seandainya kau tahu bahwa Phillip adalah keturunan anak dewa , Kau pasti akan sangat terkejut" Ucap Freddy dalam hati
Freddy tak hentinya mengelus rambut Cherry dan menyandarkan kepala Cherry di bahunya sambil menunggu Fransisca datang
Tak butuh waktu lama bagi Fransisca untuk sampai di tempat kerja Freddy
" BRAAAKK"
Pintu di buka dengan sangat kasar oleh Fransisca karena sangat mengkhawatirkan keponakannya
" Adik..." Kata Freddy terkejut mendengar suara pintu begitu juga Cherry dan Marco
Fransisca melangkah masuk dan lebih terkejut lagi melihat Freddy merangkul Cherry dengan sangat dekat
Fransisca tersenyum
" Kakak lebih mengkhawatirkan Cherry atau Phillip" goda Fransisca
" Semua orang yang aku sayangi , Pasti aku mengkhawatirkan nya" Jawab Freddy
Freddy memalingkan wajahnya ke menghadap Cherry
" Sayang , Aku pergi dulu , Jangan kemana-mana" Pinta Freddy lalu mencium kening Cherry lalu bangkit dari duduknya
" Ayo Marco" Ajak Freddy lalu mengambil jas nya dan keluar dari ruangan tersebut
Marco mengikuti Freddy dari belakang
Freddy memakai motor agar lebih cepat sampai di lokasi
" Marco ,Kau pakai mobil saja , Kita berjumpa langsung disana" Kata Freddy
Freddy melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, Dan menyelip kenderaan yang ada di depannya
Tak lama Freddy sampai sebuah tempat dekat pantai dan memarkirkan motornya di dekat pohon
Freddy melangkah masuk dengan sembunyi-sembunyi dan memeriksa sekitar
Sesampainya di gubuk , Freddy mengintip dari jendela
Nampak Phillip sedang duduk dengan tangan terikat ke belakang dan mulutnya di ikat dengan kain
Melihat hal tersebut membuat darah Freddy mendidih dan uap panasnya sudah naik ke ubun-ubun
Freddy mencari keberadaan Maxim , Freddy tidak ingin terjebak , jadi dia memeriksa sekitar terlebih dahulu
Insting Freddy yang kuat membuatnya tidak pernah salah mengambil langkah
Freddy berkeliling mencari keberadaan Maxim
Setelah memeriksa di beberapa jendela, Nampak Maxim sedang dirawat oleh beberapa dokter
__ADS_1
" Tuan , Luka ini sudah sangat dalam, Sebaiknya anda perbaiki terlebih dahulu bagian yang rusak , Jika tidak , Akan mengakibatkan infeksi dan..." belum selesai penjelasan dokter tersebut , Maxim memotongnya
" Aku perintahkan kau mengobati ku , bukan menasehati ku" kata Maxim
Freddy memperhatikan wajah dokter tersebut
" Dokter siapa itu? sepertinya bukan dari pulau ini! " Tanyanya dalam hati
Dokter tersebut sangat asing baginya
Saat dokter sedang mengobati luka Maxim, Freddy mengambil kesempatan untuk masuk ke ruangan tempat Phillip di sekap
Freddy dengan sangat lincah tanpa suara , melumpuhkan para bodyguard yang menjaga Phillip dengan menyuntikkan mereka dengan racun
Freddy membuka kain yang menutupi mulut Phillip
" Daddy...Ada Bom!" Kata Phillip dengan menunjuk ke salah sudut ruangan
" Ayo , Kita pergi dari sini" Katanya dengan berbisik
Freddy menggendong Phillip seperti menggendong beras dan dengan cepat Freddy berlari dan keluar dari gubuk tersebut
Sesampainya di tempat motornya , Freddy melihat Marco dan menurunkan Phillip
" Tugasmu lumpuhkan Maxim !" Pinta Freddy pada Marco kemudian dengan cepat membawa Phillip kembali ke istana
Marco dan anggota agen rahasia lainnya masuk ke dalam gubuk tersebut
Maxim sangat terkejut melihat kedatangan Marco dan kelompoknya
" Ada apa ini?" Tanya Maxim yang baru saja melakukan pengobatan
Wajah Maxim di perban karena banyak luka dan goresan
" Anda kami tahan secara internasional karena telah mengganggu keamanan di pulau ini serta mengancam penduduk" Jelas Marco sambil memegang sebuah surat dan borgol
Tentu saja Maxim yang keras kepala tidak bersedia di tahan
Maxim mengambil bangku dan melempar ke arah Marco lalu berlari menuju ruangan tempat Phillip di sekap
Betapa terkejutnya dia melihat para anak buahnya sudah kehilangan nyawa sedangkan Phillip sudah tidak ada di tempatnya
" BODOH" Geram Maxim lalu segera berlari keluar
Marco melihat Maxim berlari keluar lalu mengejarnya
" AYO KEJAR!!! " Pinta Marco pada anak buahnya
Saat Maxim melihat Marco berusaha mengejarnya , Maxim mengeluarkan sebuah remote dan menekannya lalu tak lama terdengar suara
" BOOOMMM"
Suara ledakan yang sangat keras , Memekakkan telinga
" Hahahahahahahahahaha,. Ingin menangkap ku? Tidak semudah itu!" Teriak Maxim
Maxim memandang sekeliling dengan mata memerah , Maxim menahan emosi karena rencananya gagal namun dia tidak menyerah untuk kembali membalas Freddy
__ADS_1