
Ketika Billy membawa Franky keruangan tempat Keluarganya berada , Freddy langsung melangkah ke tempat dimana dia menemukan titik merah di layar ponsel pintarnya
Freddy memakai masker dan menutup kepalanya dengan jaket Hoodie nya
Ketika dia sampai di ruang tunggu , Freddy bersembunyi di balik tembok dan mengawasi sekitar
Samar-samar Freddy mendengar suara telepon seseorang berbunyi
" DDRRTTTTZZZ"
" Apa!!!, Franky datang dengan kaki terpincang-pincang?'' Kata seorang pria dengan tersenyum senang
" Biarkan Harry disekap , Dia tidak akan membuka suara"
" Bagus...Aku akan kesana"
Pria itu menutup teleponnya dan tertawa
Freddy membelalakkan matanya mendengar suara yang sangat familiar , Lalu Freddy mengintip dari jendela kaca
Posisi duduk pria itu membelakangi jendela
" Cherry " Kata Freddy yang melihat pria tersebut merangkul Cherry
" Cherry, sayang....Kau tahu ....Franky sudah cacat... Hahahahaha" kata pria tersebut lalu tertawa terbahak-bahak
" KURANG AJAR" Freddy menggepalkan kedua tangannya melihat tubuh Cherry terikat
Cherry hanya menatap jijik dan benci kepada pria tersebut
" Sayang... sebentar lagi kamu akan jadi milikku , Aku akan membunuh Franky" Kata pria itu lalu berdiri
Ketika pria itu hendak mencium Cherry , Cherry dengan sekuat tenaga menolak
" JANGAN MENYENTUH KU" Teriak Cherry tanpa bisa melawan karena tubuh dan tangannya terikat
Freddy mengirim pesan kepada Nico untuk bergabung bersamanya juga Marco
" WINNIE..." Pria itu memanggil Winnie
Dari arah yang lain ,Winnie datang dan menghampiri pria tersebut
" Aku akan mengurus sesuatu sebentar , tolong jaga dia , Jagan sampai dia terluka apalagi kabur" Ancamnya pada Winnie
Winnie hanya memandang pria itu dengan tatapan tak suka
" Apa sich berharganya dia?" kesal Winnie dengan nada tak suka
Pria tersebut melotot ke arah Winnie
" Dia sangat berharga ,Kau jangan pernah menyentuhnya" kata pria tersebut lalu membalikkan badannya dan melangkah pergi
Melihat pria tersebut pergi , Freddy mengambil sesuatu dari sakunya dan keluar dari tempat persembunyiannya
Dengan perlahan , Freddy masuk dan dengan cepat menancapkan jarum suntik ke leher Winnie
Winnie terkejut dan langsung memegang lehernya dan memutar kepalanya melihat ke belakang
" FREDDY" Katanya dengan senang
Cherry pun tak kalah terkejut melihat Freddy sudah berdiri dibelakangnya
" Apa kabar Winnie?" Sapa Freddy lalu menghampiri Cherry dan membuka ikatannya
__ADS_1
" Freddy, Apa yang kau lakukan?" Tanya Winnie
Ketika hendak melangkah, Winnie merasa kepalanya berkunang-kunang dan pandangan nya gelap
" BUUUGH"
Winnie tak sadarkan diri dan terjatuh dilantai
" Apa kau baik-baik saja?" Tanya Freddy dengan implusif memeluk Cherry
Perasaan takut kehilangan serta keselamatan Cherry membuatnya khawatir
Saat Cherry ada dihadapannya , Freddy pun secara implusif langsung memeluknya
" Kakak, aku baik-baik saja" Cherry merasa tidak enak karena biasanya yang memeluk dirinya adalah Franky
Freddy tersadar lalu melepaskan pelukannya
" Maaf Cherry, Aku begitu khawatir padamu , hingga tanpa sadar memeluk mu , Maaf " kata Freddy salah tingkah
" Tidak apa-apa kak., terima kasih karena mengkhawatirkan ku, Bagaimana keadaan kak Franky?" Tanya Cherry
" kaki kakak terkena tembakan, Tapi aku sudah mengeluarkan peluru dari dalam kakinya , Ayo kita kesana" Ajak Freddy dengan menggandeng tangan Cherry lalu membalikkan badannya menarik tangan Cherry untuk berjalan bersamanya
Ditengah perjalanan , Freddy dan Cherry berpapasan dengan Nico dan Marco
" Situasinya genting" ucap Freddy kepada mereka
" Kita bicarakan disana" Kata Freddy menunjukkan sebuah tembok yang lebih aman untuk membahas rencana mereka
Freddy, Nico dan Marco sedang serius membahas apa yang akan dilakukan , Cherry hanya menjadi pendengar yang baik tanpa bertanya dan berkomentar karena ini menyangkut keselamatan semua orang
" Baik..Ayo kita bergerak" Ajak Marco
Freddy dan Cherry melangkah ke ruang tempat keluarga ONG berkumpul
Saat hampir tiba diruangan tersebut , terdengar suara tembakan
" DOR "
" DOR "
" DOR "
Tangan Cherry dan Freddy yang bertautan sedari tadi , Saat mendengar suara tembakan , jari-jari Cherry menautkan lebih kuat ke jari-jari Freddy
Freddy yang menyadari jika Cherry terkejut dan cemas lalu membujuknya
" Cherry.. masuklah ke dalam , ada Ayah ,Ibu dan adik..Aku akan membantu kakak menyelesaikan semua" Pinta Freddy
Cherry hanya menggangguk
Freddy dan Cherry melangkah tanpa suara,berjalan perlahan agar petugas-petugas yang sedang berdiri tidak melihat mereka
" SIAPA DISANA? " Teriak Franky saat sekilas melihat dari arah jauh , seseorang melepas tembakan
Nico dan Marco yang datang ketika sedang suara tembakan berlangsung dengan cepat melihat seorang pria berdiri disudut
Nico memukul leher pria tersebut lalu pistolnya terjatuh , Marco dengan cepat mengambil pistol pria itu
Nico memutar kedua tangan pria itu ke belakang lalu menariknya berjalan ke arah Franky
Freddy yang sudah mengantar Cherry masuk kedalam, lalu berjalan ke arah Franky
__ADS_1
" Cherry sudah selamat" Bisik Freddy ke telinga Franky
Nico dan Marco berjalan sambil menyeret pria tersebut
Betapa terkejutnya Franky dan Freddy saat melihat pria yang diseret oleh Marco dan Nico
" HANSEN" Seru Franky dan Freddy bersamaan
Nico melemparkan tubuh Hansen secara kasar lalu Marco menendang lutut kaki Hansen agar dia terjatuh dengan berlutut
Freddy yang sudah emosi melangkah dengan tangan mengepal kuat
Ketika sudah sampai dihadapan Hansen , Freddy menarik kerah baju Hansen lalu berkata
" Kenapa kau mengkhianati kami?" Tanya Freddy dengan merapatkan giginya
Hansen menatap mata Freddy yang sudah memerah , emosinya terkumpul membuat wajah dan mata Freddy memerah
" Karena aku mencintai Cherry"
Kata Hansen dengan perlahan namun pasti
" BUGH"
" BUGH"
" BUGH"
" BUGH"
" BUGH"
Freddy mengeluarkan jurus boxingnya dengan emosi yang sudah memuncak
Freddy memukul wajah ,dada , perut dan kepala Hansen secara bertubi-tubi lalu mengangkat tubuh Hansen dan membantingnya di dinding
Hansen merasakan seluruh tubuhnya sakit dan seolah jiwanya akan terlepas dari raganya
" Uhuk..uhuk..uhuk..." Hansen terbatuk dan menarik nafas panjang
Dengan wajah babak telur dan terluka disana-sini , Hansen masih bertahan dan menatap
Franky yang melihat siksaan yang diberikan Freddy pada Hansen merasa belum cukup karena dia sendiri belum turun tangan
Franky lalu mengeluarkan pistol dan membidik ke arah Hansen lalu
" DOR "
" DOR "
" DOR "
Franky menembak kedua kaki Hansen dan perut Hansen lalu berjalan ke arah Hansen dengan kaki terpincang-pincang
" DASAR PINCANG!!" Ejek Hansen
Franky berjongkok dan menarik rambut Hansen
" AAARRRGGHHHH" Hansen menjerit karena kesakitan karena rambutnya ditarik oleh Franky ke belakang dengan kasar
" Walaupun aku pincang , Cherry mencintai ku dengan tulus , tidak seperti mu bermental pengkhianat hanya karena cintamu bertepuk sebelah tangan" Kata Franky dengan suara di tekan sambil merapatkan giginya
" Aku setia padamu selama ini , tapi tak ada balasan apapun dari mu...Jika aku harus berhianat padamu ,demi cintaku pada Cherry, AKU PUAS!!" Kata Hansen dengan mata tajam mengarah kepada Franky
__ADS_1