KING DRAGON

KING DRAGON
PENGHIANAT


__ADS_3

Ketika Billy membawa Franky keruangan tempat Keluarganya berada , Freddy langsung melangkah ke tempat dimana dia menemukan titik merah di layar ponsel pintarnya


Freddy memakai masker dan menutup kepalanya dengan jaket Hoodie nya


Ketika dia sampai di ruang tunggu , Freddy bersembunyi di balik tembok dan mengawasi sekitar


Samar-samar Freddy mendengar suara telepon seseorang berbunyi


" DDRRTTTTZZZ"


" Apa!!!, Franky datang dengan kaki terpincang-pincang?'' Kata seorang pria dengan tersenyum senang


" Biarkan Harry disekap , Dia tidak akan membuka suara"


" Bagus...Aku akan kesana"


Pria itu menutup teleponnya dan tertawa


Freddy membelalakkan matanya mendengar suara yang sangat familiar , Lalu Freddy mengintip dari jendela kaca


Posisi duduk pria itu membelakangi jendela


" Cherry " Kata Freddy yang melihat pria tersebut merangkul Cherry


" Cherry, sayang....Kau tahu ....Franky sudah cacat... Hahahahaha" kata pria tersebut lalu tertawa terbahak-bahak


" KURANG AJAR" Freddy menggepalkan kedua tangannya melihat tubuh Cherry terikat


Cherry hanya menatap jijik dan benci kepada pria tersebut


" Sayang... sebentar lagi kamu akan jadi milikku , Aku akan membunuh Franky" Kata pria itu lalu berdiri


Ketika pria itu hendak mencium Cherry , Cherry dengan sekuat tenaga menolak


" JANGAN MENYENTUH KU" Teriak Cherry tanpa bisa melawan karena tubuh dan tangannya terikat


Freddy mengirim pesan kepada Nico untuk bergabung bersamanya juga Marco


" WINNIE..." Pria itu memanggil Winnie


Dari arah yang lain ,Winnie datang dan menghampiri pria tersebut


" Aku akan mengurus sesuatu sebentar , tolong jaga dia , Jagan sampai dia terluka apalagi kabur" Ancamnya pada Winnie


Winnie hanya memandang pria itu dengan tatapan tak suka


" Apa sich berharganya dia?" kesal Winnie dengan nada tak suka


Pria tersebut melotot ke arah Winnie


" Dia sangat berharga ,Kau jangan pernah menyentuhnya" kata pria tersebut lalu membalikkan badannya dan melangkah pergi


Melihat pria tersebut pergi , Freddy mengambil sesuatu dari sakunya dan keluar dari tempat persembunyiannya


Dengan perlahan , Freddy masuk dan dengan cepat menancapkan jarum suntik ke leher Winnie


Winnie terkejut dan langsung memegang lehernya dan memutar kepalanya melihat ke belakang


" FREDDY" Katanya dengan senang


Cherry pun tak kalah terkejut melihat Freddy sudah berdiri dibelakangnya


" Apa kabar Winnie?" Sapa Freddy lalu menghampiri Cherry dan membuka ikatannya

__ADS_1


" Freddy, Apa yang kau lakukan?" Tanya Winnie


Ketika hendak melangkah, Winnie merasa kepalanya berkunang-kunang dan pandangan nya gelap


" BUUUGH"


Winnie tak sadarkan diri dan terjatuh dilantai


" Apa kau baik-baik saja?" Tanya Freddy dengan implusif memeluk Cherry


Perasaan takut kehilangan serta keselamatan Cherry membuatnya khawatir


Saat Cherry ada dihadapannya , Freddy pun secara implusif langsung memeluknya


" Kakak, aku baik-baik saja" Cherry merasa tidak enak karena biasanya yang memeluk dirinya adalah Franky


Freddy tersadar lalu melepaskan pelukannya


" Maaf Cherry, Aku begitu khawatir padamu , hingga tanpa sadar memeluk mu , Maaf " kata Freddy salah tingkah


" Tidak apa-apa kak., terima kasih karena mengkhawatirkan ku, Bagaimana keadaan kak Franky?" Tanya Cherry


" kaki kakak terkena tembakan, Tapi aku sudah mengeluarkan peluru dari dalam kakinya , Ayo kita kesana" Ajak Freddy dengan menggandeng tangan Cherry lalu membalikkan badannya menarik tangan Cherry untuk berjalan bersamanya


Ditengah perjalanan , Freddy dan Cherry berpapasan dengan Nico dan Marco


" Situasinya genting" ucap Freddy kepada mereka


" Kita bicarakan disana" Kata Freddy menunjukkan sebuah tembok yang lebih aman untuk membahas rencana mereka


Freddy, Nico dan Marco sedang serius membahas apa yang akan dilakukan , Cherry hanya menjadi pendengar yang baik tanpa bertanya dan berkomentar karena ini menyangkut keselamatan semua orang


" Baik..Ayo kita bergerak" Ajak Marco


Freddy dan Cherry melangkah ke ruang tempat keluarga ONG berkumpul


Saat hampir tiba diruangan tersebut , terdengar suara tembakan


" DOR "


" DOR "


" DOR "


Tangan Cherry dan Freddy yang bertautan sedari tadi , Saat mendengar suara tembakan , jari-jari Cherry menautkan lebih kuat ke jari-jari Freddy


Freddy yang menyadari jika Cherry terkejut dan cemas lalu membujuknya


" Cherry.. masuklah ke dalam , ada Ayah ,Ibu dan adik..Aku akan membantu kakak menyelesaikan semua" Pinta Freddy


Cherry hanya menggangguk


Freddy dan Cherry melangkah tanpa suara,berjalan perlahan agar petugas-petugas yang sedang berdiri tidak melihat mereka


" SIAPA DISANA? " Teriak Franky saat sekilas melihat dari arah jauh , seseorang melepas tembakan


Nico dan Marco yang datang ketika sedang suara tembakan berlangsung dengan cepat melihat seorang pria berdiri disudut


Nico memukul leher pria tersebut lalu pistolnya terjatuh , Marco dengan cepat mengambil pistol pria itu


Nico memutar kedua tangan pria itu ke belakang lalu menariknya berjalan ke arah Franky


Freddy yang sudah mengantar Cherry masuk kedalam, lalu berjalan ke arah Franky

__ADS_1


" Cherry sudah selamat" Bisik Freddy ke telinga Franky


Nico dan Marco berjalan sambil menyeret pria tersebut


Betapa terkejutnya Franky dan Freddy saat melihat pria yang diseret oleh Marco dan Nico


" HANSEN" Seru Franky dan Freddy bersamaan


Nico melemparkan tubuh Hansen secara kasar lalu Marco menendang lutut kaki Hansen agar dia terjatuh dengan berlutut


Freddy yang sudah emosi melangkah dengan tangan mengepal kuat


Ketika sudah sampai dihadapan Hansen , Freddy menarik kerah baju Hansen lalu berkata


" Kenapa kau mengkhianati kami?" Tanya Freddy dengan merapatkan giginya


Hansen menatap mata Freddy yang sudah memerah , emosinya terkumpul membuat wajah dan mata Freddy memerah


" Karena aku mencintai Cherry"


Kata Hansen dengan perlahan namun pasti


" BUGH"


" BUGH"


" BUGH"


" BUGH"


" BUGH"


Freddy mengeluarkan jurus boxingnya dengan emosi yang sudah memuncak


Freddy memukul wajah ,dada , perut dan kepala Hansen secara bertubi-tubi lalu mengangkat tubuh Hansen dan membantingnya di dinding


Hansen merasakan seluruh tubuhnya sakit dan seolah jiwanya akan terlepas dari raganya


" Uhuk..uhuk..uhuk..." Hansen terbatuk dan menarik nafas panjang


Dengan wajah babak telur dan terluka disana-sini , Hansen masih bertahan dan menatap


Franky yang melihat siksaan yang diberikan Freddy pada Hansen merasa belum cukup karena dia sendiri belum turun tangan


Franky lalu mengeluarkan pistol dan membidik ke arah Hansen lalu


" DOR "


" DOR "


" DOR "


Franky menembak kedua kaki Hansen dan perut Hansen lalu berjalan ke arah Hansen dengan kaki terpincang-pincang


" DASAR PINCANG!!" Ejek Hansen


Franky berjongkok dan menarik rambut Hansen


" AAARRRGGHHHH" Hansen menjerit karena kesakitan karena rambutnya ditarik oleh Franky ke belakang dengan kasar


" Walaupun aku pincang , Cherry mencintai ku dengan tulus , tidak seperti mu bermental pengkhianat hanya karena cintamu bertepuk sebelah tangan" Kata Franky dengan suara di tekan sambil merapatkan giginya


" Aku setia padamu selama ini , tapi tak ada balasan apapun dari mu...Jika aku harus berhianat padamu ,demi cintaku pada Cherry, AKU PUAS!!" Kata Hansen dengan mata tajam mengarah kepada Franky

__ADS_1


__ADS_2