
Rasa kebas dan sedih dirasakan oleh Liana , Leo , Freddy juga Neo melihat kesedihan Cherry
" AKAN KU BALAS KALIAN"
Pekik Freddy dalam hati dengan menggepalkan tangannya
Phillip tak henti menyekap air mata Cherry
" Mommy...Aku berjanji ,Tak akan ku biarkan orang yang merebut kebahagiaan kita hidup dengan tenang dan damai!" Kata Phillip dalam hati
Setelah menunggu selama satu jam , Dokter dan suster keluar dari ruang operasi dan menghampiri keluarga ONG
" Dokter, Bagaimana kondisi anak saya?" Tanya Leo dengan cemas
Dokter membuka maskernya dan menatap keluarga ONG ,satu persatu dari Leo dan terakhir Phillip
Dokter menghela nafas dan membuangnya berat
" Tuan besar.... Peluru sudah berhasil dikeluarkan dari perut, dada dan jantungnya , Tetapi......." Dokter menghentikan penjelasannya
Di tatapnya Phillip dengan penuh rasa iba
" Tapi kenapa, Dokter?" Tanya Leo
Dokter memejamkan matanya sebentar dan menarik nafas dalam lalu berkata
" Peluru menembus jantung Tuan Franky , Sepertinya peluru tersebut sudah tercemar dengan racun yang mematikan, Kami sudah berusaha semaksimal mungkin , Sekarang Tuan Franky dalam keadaan koma" Kata dokter
" Boleh saya melihat jenis racunnya?" Tanya Freddy
" Baik...Mari ikut saya" Kata dokter
Freddy mengikuti dokter di bagian laboratorium
Freddy memeriksa peluru tersebut satu persatu
" Racun jenis baru" Kata Freddy dalam hati
" Dokter...Aku akan mengambil peluru ini!" Kata Freddy
Dokter tentu mengijinkan dan tak bisa menolak karena yang berhadapan dengannya adalah pemilik pulau Baru ini
" Silahkan Tuan muda" kata dokter tersebut
Dokter menyusun peluru tersebut di dalam kantong plastik kecil dan menyerahkannya kepada Freddy
" Tuan muda , Ada hal yang harus saya sampaikan , Aku sangat terenyuh melihat bocah kecil itu tadi. saya tidak berani berterus terang" Kata dokter
Freddy membalikkan badan mendengar pernyataan Dokter
" Ada apa , Dokter?" Tanya Freddy
" Saat kami tim dokter berhasil mengeluarkan peluru dari jantung Tuan Franky , jantungnya sudah tidak berfungsi lagi karena sudah sangat hancur karena kandungan racun yang ada didalamnya , Namun ada hal yang sangat mengejutkan kami , Tuan Franky sepertinya memiliki semangat untuk hidup , beliau seperti ingin menyampaikan sesuatu yang penting !" Jelas dokter
Freddy mencerna kata-kata dokter
__ADS_1
" Baiklah dokter , Terima kasih!" Kata dokter dan berlalu dari ruang laboratorium itu
Saat keluar dari pintu laboratorium, Freddy melihat tubuh Franky di dorong keluar dari ruangan operasi
Tampak alat-alat medis terpasang dihampir seluruh tubuh Franky
" Kami akan membawa tuan Franky di ruangan ICU" Jelas suster
Freddy mengikuti suster tersebut hingga masuk ke dalam ruangan ICU , Sebelum Freddy masuk , Freddy memakai pakaian khusus untuk bisa masuk ke ruang ICU
Leo dan yang lain hanya menunggu diluar
Freddy menunggu para suster memindahkan tubuh Franky di atas ranjang ICU
Setelah semua selesai , suster pun meninggalkan ruangan ICU dan hanya tinggal Freddy sendiri yang menemani Franky
Freddy mendekati ranjang tempat Franky berbaring
Freddy memperhatikan wajah dan tubuh Franky secara keseluruhan
Tak ada yang aneh dari tubuh Franky , Tampak normal seperti biasa lalu Freddy menggeser kursi agar dekat duduk dekat dengan ranjang Franky
" Kakak , Ijinkan aku mengambil darah kakak , Aku akan memeriksa darah kakak karena peluru yang ditembakkan mengandung racun, Sepertinya jenis racun baru" Imbuh Freddy
Freddy lalu mengeluarkan jarum dan mengambil sedikit darah Franky untuk melakukan penyelidikan
Setelah selesai, Freddy menyimpan Sampel darah tersebut ke sakunya
Freddy memperhatikan semua alat medis ,dan semua terpasang dengan sempurna
" Kakak , Apa yang hendak kakak sampaikan? Walau apapun yang dikatakan oleh dokter , Berjuanglah...Aku percaya kakak bisa mendengar aku yang aku katakan! " Bisik Freddy di telinga Franky
Pintu dibuka dari luar
" Daddy..." sapa Phillip yang sudah memakai pakaian khusus dan memasuki ICU
" Phillip..." Sapa Freddy langsung berdiri dari kursinya dan menghampiri Phillip lalu berjongkok dihadapan Phillip
Freddy melihat mata Phillip memerah dan ada bekas airmata di pipi Phillip
Freddy menapuk kedua pipi Phillip lalu mengusap air mata Phillip
" Bawalah Mommy mu masuk" Pinta Freddy
Phillip mengangguk lalu memutar badannya berjalan keluar dari ruangan ICU
Freddy mengangkat wajahnya ke atas dan menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar
Tak lama Cherry dan Phillip masuk
Saat memasuki ruangan ICU , Mata Cherry terus menatap tubuh Franky sambil berjalan ke arah ranjang tempat Franky berbaring
Cherry memperhatikan dari kepala sampai ke kaki Franky lalu duduk di kursi , tempat Freddy duduk tadi
" Kak Franky , Cepatlah sadar .." Cherry tak sanggup berkata lagi dan mulai terisak dan sesunggukkan
__ADS_1
Freddy yang melihatnya merasa sangat iba , lalu mengambil sapu tangan dari saku celananya dan menyodorkannya kepada Cherry
Cherry mendonggakkan kepalanya melihat Freddy lalu pandangannya turun melihat tangan Freddy yang sedang memegang sapu tangan
Cherry menerimanya dan mengusap airmatanya dengan sapu tangan Freddy
" Cherry....Aku keluar sebentar, Ada yang harus aku kerjakan" Kata Freddy pelan lalu mendapat anggukan kepala dari Cherry
Freddy melihat ke arah Phillip yang juga tak kalah sedih , wajah yang sembab dan mata merah
Freddy melangkah ke arah Phillip lalu berjongkok dihadapan Phillip
" Daddy akan keluar sebentar , Jaga Mommy mu!" Kata Freddy sambil berbisik karena tidak ingin mengganggu
" Daddy mau kemana?" Tanya Phillip dengan berbisik ditelinga Freddy
" Ada hal yang harus aku lakukan" Jawab Freddy
" Apa Daddy berencana akan membalaskan dendam dan membunuh mereka yang telah melukai Papi ku?" Tanya Phillip dengan suara kecil
Freddy tersenyum dan mengelus kepala Phillip
" Untuk membalas dendam , Kita harus menyusun banyak sekali rencana , Karena jika kita bertindak dengan gegabah ,kita bukan hanya kalah tapi mungkin kita akan terbunuh juga" jelas Freddy dengan suara pelan
" Lalu Daddy akan kemana?" Tanya Phillip
Freddy sadar Phillip mempunyai kemampuan ,jadi tidak bisa membohonginya
Freddy mendekatkan mulutnya ke telinga Phillip
" Daddy akan beritahu , Tapi tidak disini" kata Freddy berbisik
" kita bicara di luar" Ajak Phillip lalu menggandeng tangan Freddy dan menarik Freddy keluar
Sebelum melangkah keluar, Phillip mendekatkan ibunya
" Mommy..Aku keluar sebentar!" Bisik Phillip pada Mommy nya
Cherry menganggukkan kepala dan masih duduk dengan setia mendampingi suaminya yang belum sadar
Freddy menggandeng tangan Phillip keluar dari ruang ICU
Saat sudah melepaskan baju khusu diruang ICU , Freddy duduk dikursi menanti Phillip
Tak lama Phillip datang , Lalu menghampiri Freddy
" Apa kau kuat setelah mendengar informasi yang aku berikan?" Tanya Freddy sebelum dia berkata dengan jujur apa yang menimpa Papi nya
Phillip mengamati dua bola mata Freddy yang menatapnya serius
" Aku kuat" Kata Phillip singkat dan cepat
Freddy menarik nafas panjang dan menghembuskan pelan
Freddy pun menceritakan apa yang akan diceritakan oleh dokter dan akan melakukan penelitian
__ADS_1