
" Cherry memang sepupu ku , Tapi aku tidak ingin melihatnya bahagia, Aku harus mendapatkan apa yang dia miliki semua" kata Agnes dengan wajah emosi
Tanpa Agnes sadari , Freddy merekam pembicaraan mereka
" Lalu apa motif mu bekerja disini?" Tanya Freddy lagi
" Aku mendengar dari karyawan disini , bahwa tunangan Cherry adalah pemilik cafe ini" Kata Agnes
" Jadi kau percaya?" Tanya Freddy
" Mereka tak mungkin berbohong" Kata Agnes
" Karena mereka bekerja sudah lama disini" sambungnya
Freddy menyodorkan minuman untuk Agnes
" Minumlah" Kata Freddy
" E...itu minuman anda" Kata Agnes panik
Freddy memperhatikan mimik wajah Agnes
" Kenapa? jika aku menyodorkan minuman ku untuk tamuku, apa itu salah?" Tanya Freddy menyunggingkan senyuman lalu tangan kanan Freddy memakaikan sarung tangan ke tangan kirinya
" Aku akan mengambil minuman yang lain" Kata Agnes lalu berdiri lalu membalikkan badannya hendak berjalan ke arah dapur
Freddy juga ikut berdiri dan dengan cepat tangan kiri Freddy yang sudah berbalut sarung tangan langsung mengambil benda yang berbentuk seperti pena di belakang saku celana Agnes
Agnes tak menyadarinya , karena tindakan Freddy sangat halus dan gesit lalu dia duduk kembali
Freddy mengirim pesan kepada Nico agar di beri minuman baru serta makanan tanpa Agnes tahu
Ketika Nico keluar dengan membawa minuman , Agnes kebetulan hendak masuk ke dapur
" Aku akan mengambil minuman" Kata Agnes
" Buat siapa?" Tanya Nico berpura-pura
" Untuk aku sendiri, karena tamu yang saya anter makanan tadi , dia menawarkan minumannya untuk ku , namun aku tidak enak menerimanya" Kata Agnes
" Oo...Begitu..." Kata Nico
" Permisi..." Agnes pamit
Ketika Nico melihat Agnes sudah tidak memperhatikannya dan masuk ke dalam toilet , Nico dengan cepat mengantar minuman tersebut ke meja Freddy
Freddy mengembalikan minuman yang telah di bubuhi obat oleh Agnes kepada Nico
__ADS_1
Nico lalu meletakkan gelas berisi minuman baru dan mengambil minuman yang sudah tercampur oleh racun dan membawanya kembali ke dapur
Tak ingin karyawan lain menjadi korban karena Agnes , Nico mengirim pesan ke semua karyawan cafe kecuali pria yang di curigai oleh Freddy
" Satu gelas berisi jus jeruk di atas nakas di pantry , jangan disentuh jika tidak ingin kehilangan organ tubuh kalian"
Begitulah isi pesan dari Nico kepada seluruh karyawan cafe tersebut
Semua karyawan mengikuti perintah Nico
Saat Agnes keluar dari toilet , dia mencoba menekan kran dispenser , ternyata tidak ada air
Lalu Agnes mengambil termos , namun isinya juga sama , airnya tidak ada
" Maaf kak , apa tidak ada air lagi, Bagaimana jika ada pelanggan datang dan tidak ada minuman!" Kata Agnes dengan kesal ketika salah satu pegawai cafe masuk ke dalam dapur
" Sudah dipesan , dan akan datang 30 menit lagi , jika tamu datang , kita akan mengkonfirmasi , jika kamu haus , disitu masih tersisa jus jeruk karena pelanggan yang baru saja memesan , ingin mengganti dengan yang lain" Jelas karyawan tersebut dengan sopan lalu pergi meninggalkan Agnes sendiri di dapur
Agnes memalingkan wajahnya dan melihat ke arah nakas terdapat satu gelas jus jeruk
Karena sudah merasa haus , Agnes pun mengambilnya dan langsung meminumnya
" huuufffttt..Lega" kata Agnes
Agnes berjalan keluar dari dapur lalu berjalan kembali ke arah meja Freddy
Freddy sedang menikmati makan siangnya , dan melihat Agnes berjalan ke arahnya
Freddy hanya menyunggingkan senyum
" Makanlah..aku sudah memesankan untuk mu" Kata Freddy
" Terima kasih, Tuan" Ucap Agnes sopan
Mereka menikmati makan siang bersama
Sesekali Agnes melirik Freddy yang makan dengan sangat elegan dan berkharisma
" Wuiiihhh....hanya makan saja sangat elegan , apalagi duduk di pelaminan bersamaku, Ohhh . so sweat" Kata Agnes dalam hati dalam menutup matanya
Saat Agnes sedang melamun , memikirkan bahwa Freddy akan bersanding dengannya di pelaminan , Freddy sudah menyelesaikan makan siangnya dan membersihkan mulutnya dari sisa makanan lalu menyandarkan punggungnya disandaran kursi lalu memperhatikan Agnes yang senyum-senyum sendiri
" Apa makanan itu terlalu lucu sehingga kamu senyum-senyum sendiri?" Tanya Freddy memecahkan lamunan Agnes
Agnes terkejut lalu membuka matanya
" Aa-aku..aku tidak menyangka bisa makan siang dengan pria setampan anda , Tuan!" kata Agnes dengan menundukkan kepalanya karena malu
__ADS_1
" Cewek tak tahu malu" Geram Freddy dalam hati
Tiba-tiba Agnes merasa tubuhnya sangat panas dan aliran darah dalam tubuhnya seperti memompa dengan sangat cepat
Agnes memegangi dadanya dan menarik nafas panjang untuk menahan sebuah gejolak yang hendak menyembur keluar
Freddy yang mengetahui apa yang di alami oleh Agnes hanya tersenyum licik
" Apa yang kau tanam , itulah yang kau tuai " Kata Freddy
" Tuan , apa maksud anda?" Tanya Agnes binggung sambil menekan leher belakangnya
Freddy mengambil minumannya lalu meminumnya dengan perlahan
" Bukankah kau tadi memasukkan sesuatu kedalam minumanku ?Tanya Freddy dengan wajah memerah
" I-itu.. A-aku...ti-tidak..." Katanya dengan terbata-bata
" Kau bekerja sama dengan Queen Devils , apa juga ingin menghancurkan ku? Padahal aku sama sekali tidak pernah mengganggu kalian" Kata Freddy dengan sengaja memainkan senjata baru berbentuk seperti pena di hadapan Agnes
Agnes melihat senjatanya di mainkan oleh Freddy tentu saja sangat terkejut
" Kau masih terlalu polos untuk melakukan pekerjaan ini ,Agnes"
" k-kamu...Aku ingin kita bekerja sama untuk menghancurkan Cherry" Kata Agnes yang sudah tidak bisa lagi menahan gejolak yang menguasai dirinya
Tanpa di sadari , Agnes membuka kancingnya satu persatu dan berdiri lalu melangkah ke hadapan Freddy
Freddy hanya duduk dengan santainya , dengan memainkan matanya kepada Nico dan anak buah
Sementara anak buah Freddy yang lain langsung bergerak dan menahan tubuh Agnes dan Nico menangkap seorang pria yang di curigai oleh Freddy
" Bawa mereka ke sebuah rumah , perkampungan kumuh di desa terpencil" Kata Freddy
Freddy lalu berdiri dan mengambil sebuah alat di saku baju kemeja Agnes
Freddy lalu berjalan menghampiri Nico yang sedang memegang lengan pria mata-mata tersebut
Freddy mengambil alat yang sama seperti yang Agnes pakai lalu menunjukkan pada anak buahnya
" Kalian tahu apa ini? " Tanya Freddy memperlihatkan alat tersebut kepada anak buahnya
Anak buahnya menggelengkan kepalanya
" Wanita yang bernama Agnes ini adalah mata-mata dari Queen Devils, barusan dia hendak meracuniku, Dan pria ini adalah mata-mata dari BUTTERFLY , Kalian harus belajar banyak dari hal ini , Mengerti?" Tanya Freddy pada anak buahnya sambil menunjuk ke arah Agnes dan pria tersebut
" MENGERTI,TUAN" Sahut para anak buahnya yang lain
__ADS_1
" Bagus...Laksanakan tugas kalian , Aku tidak ingin ada kegagalan" Pinta Freddy
" Baik , Tuan" Sahut anak buahnya secara bersamaan