
"Apa kau sudah makan?" Tanya Cherry pada Phillip , Cherry baru tersadar jika dirinya memiliki Phillip yang butuh perhatiannya
"Belum... Aku dan Daddy akan ke kantin rumah sakit ini untuk makan siang!" Jawab Phillip
" Maafkan Mommy , Sayang...Karena terlalu larut dalam kesedihan ,Hingga melupakan mu!" Kata Cherry lalu memeluk Phillip
" Mommy , Jangan terlalu bersedih , Berdoalah " Kata Phillip
" Iya ,Sayang.... Selalu" Jawab Cherry lalu mengelus pipi anaknya
" Mommy..Aku dan Daddy akan ke kantin , Mommy jangan terlalu lelah , Bergantian lah dengan nenek dan kakek menjaga Papi" Pesan Phillip
Cherry menggangguk dan mengelus kepala Phillip
" Iya sayang"
Phillip tersenyum lalu memalingkan badannya dan menyambut uluran tangan Freddy
" Kami keluar dulu , Cherry..." Pamit Freddy
" Iya kak , Maaf merepotkan kakak karena menjaga Phillip" Kata Cherry
" Akan merepotkan jika dia tidak bersamaku" kata Freddy dengan tersenyum sambil melirik ke arah Phillip
Phillip mendongak kan kepalanya lalu tersenyum dan menampakkan deretan giginya yang putih
Freddy dan Phillip melangkah keluar dari ruangan ICU , Setelah melepas pakaian khusus ruangan ICU , Freddy membawa Phillip menuju lift
Hanya butuh beberapa menit ,Lift sudah membawa mereka ke lantai pertama
" TING"
Pintu lift terbuka , Freddy dan Phillip keluar dari lift dan melangkah ke arah kantin
Di kantin tampak ramai , Banyak anggota keluarga pasien dari rumah sakit ini yang hendak mengisi perut mereka
Diantara jejeran meja dan kursi yang di duduki para pengunjung kantin , Nampak dua orang yang sedang menikmati minumannya di temani oleh seorang Dewa yang tidak bisa di lihat oleh manusia dengan mata telanjang
Freddy dan Phillip tersenyum melihat Sang Dewa sangat menjaga keduanya
Walau terkadang sang dewa tidak bisa duduk dengan tenang , mondar mandir dan meloncat-loncat
Freddy dan Phillip melangkah ke meja Professor Takimaru dan putrinya
" Maaf Guru , Lama menunggu" Freddy menyapa Professor
" Tidak Freddy , Silahkan duduk" kata Professor
__ADS_1
" Mengapa Guru tidak memesan makanan?" Tanya Freddy sambil duduk disamping gurunya di susul oleh Phillip duduk disampingnya
" Kami menunggu mu , Tidak enak dilihat jika tamu makan terlebih dahulu" Kata Professor Takimaru
" Jangan sungkan begitu , Guru..Kita sudah seperti keluarga, Lagian kita bukan sehari saja berkenalan, Tetapi sudah puluhan tahun" Kata Freddy
" Terimakasih Freddy" Kata Professor Takimaru menundukkan kepalanya
" Guru , Apa anda ingin pesan makanan khusus?" Tanya Freddy
" Tidak , Samakan saja dengan kalian" Ucap Professor Takimaru
" Baiklah... Phillip , Ayo kita pesan makanan" Ajak Freddy
Freddy dan Phillip pun melihat menu dan memesan makanan
Setelah selesai memesan dan membayar , Waiters mengantar pesanan makanan mereka ke meja yang mereka tempati
" Ayo kita makan dulu" Kata Freddy
Phillip melirik ke arah Sang Dewa dan menyodorkan buah pisang kepadanya secara sembunyi , Karena tak ingin Professor Takimaru mengetahuinya
Sang Dewa hanya tersenyum lalu mengambil buah pisang dari tangan Phillip lalu melahapnya dengan cepat
Setelah selesai makan , Freddy menyeka mulutnya dengan serbet dan memperhatikan gurunya
" Guru , Ada hal yang ingin saya tanyakan!" Freddy memecahkan keheningan selama beberapa waktu karena mereka sedang menikmati makanannya
" Silahkan!" Kata Professor Takimaru
" Bagaimana guru bisa bekerja sama dengan Maxim?" Tanya Freddy
" Kamu tahu sendiri bukan , Jika Ayahnya seorang ketua gengster dan sudah meninggal, Sekarang dia yang memimpin" Kata Professor Takimaru
" Iya , Lalu?"
" Beberapa kali Maxim menemui ku dan memintaku untuk membuat racun agar dia bisa membalas dendam atas kematian ayahnya" kata Professor Takimaru
Freddy, Phillip dan Sang Dewa serius mendengarkan penjelasan Professor Takimaru
" Aku menolaknya beberapa kali , Hingga pada akhirnya Morgan menculik istriku dan Crystal saat aku mendapat tugas di luar negri..." Professor Takimaru menghentikan perkataannya lalu melihat ke arah Crystal
Crystal menundukkan kepalanya saat Ayahnya melihatnya
" Istriku sempat melawan saat penculikan terjadi , Tapi Maxim dengan sangat kejam , Langsung menembak kepala istriku " Professor Takimaru memejamkan mata dan menarik nafas panjang
Freddy dan Phillip merasa iba
__ADS_1
" KURANG AJAR " Kata Freddy dengan menggepalkan kedua tangannya
Professor Takimaru membuka matanya dan melanjutkan penjelasannya
" Maxim membawa Crystal ke suatu tempat , Maxim menelepon ku , Jika aku bersedia membuat racun , Maka Crystal akan di bebaskan , Tapi jika aku menolak , Maka Crystal tidak mempunyai masa depan lagi.. Akhirnya aku bersedia , Saat aku kembali , Maxim memintaku menandatangani kontrak kerjasama" jelas Professor Takimaru
" Kontrak kerjasama?" Tanya Freddy
" Iya , Didalam kontrak berisi perjanjian , Jika aku berhasil membuat racun tersebut sebelum 6 bulan maka Crystal akan dibebaskan , Tapi jika aku gagal maka Crystal akan di jadikan pelacur dan dibunuh secara brutal!" jelas Professor Takimaru
" Lalu?"
" Saat aku sudah selesai membuat racun , Aku sempat membuat penawarnya , Aku tidak ingin menjadi seorang pembunuh , Tapi...Saat aku selesai membuat penawarnya , Maxim datang dan semua bahan di hancurkan dan dibuang oleh Morgan , Sebagai ganti dari kesalahanku ,Morgan menyuruh Maxim menjadikan Crystal sebagai alat untuk mengoperasi wajah
" Crystal mau di jadikan kelinci percobaan untuk mengoperasi wajah?" Tanya Freddy
" Iya , Katanya dia akan mengoperasi wajah Crystal menjadi wajah Cherry , Aku tidak tahu siapa Cherry...Aku hanya melihat dari fotonya " Jelas Professor Takimaru
Wajah Freddy dan Phillip berubah menjadi datar saat mendengar nama Cherry di sebut
" Apa guru mengetahui motif mereka?" Tanya Freddy
" Katanya untuk menjebak musuhnya " Jawab Professor Takimaru
" Guru....Aku lupa memperkenalkan adik kecil ini " Kata Freddy sambil menepuk bahu Phillip
Mata Professor Takimaru melihat ke arah Phillip
" Namanya KING PHILLIP ONG, Putra dari FRANKY ONG DAN CHERRY, Cherry adalah istri Franky" Jelas Freddy
Professor Takimaru membelalakkan matanya, Tak percaya , Jika rencana Maxim menghancurkan musuhnya yaitu Franky , Kakak dari muridnya
" Ya,... Tuhan..." Ucap Professor Takimaru
" Kakek Guru!" Sapa Phillip berdiri dan menundukkan kepalanya menghormat kepada Professor Takimaru
Professor Takimaru bangkit dari duduknya lalu berjalan memutari meja dan menghampiri Phillip
Saat berada di hadapan Phillip, Professor Takimaru berlutut , Tapi Freddy langsung mengangkat kedua lengan gurunya dibantu oleh Phillip
" Guru..Jangan begitu " Kata Freddy
" Adik kecil , Maafkan aku..Aku telah membunuh Ayahmu , Karena hendak menyelamatkan keluargaku , Aku telah membuat kalian menderita , Maafkan aku!" Kata Professor Takimaru dengan menangis sesenggukan
" Ini sudah takdir yang harus kami jalani kakek guru!" Kata Phillip
" Anak kecil , Kau sungguh bijaksana , Sungguh keluarga ONG bangga memiliki keturunan seperti diri mu!" Kata Professor Takimaru
__ADS_1
" Kakek Guru , Apakah kakek guru bisa membuat penawarnya untuk Papi ku?" Tanya Phillip
" Aku bukan tidak ingin membuat , Hanya saja bahan yang telah aku racik dan aku simpan selama bertahun-tahun telah dibuang dan di musnahkan oleh Morgan, Bahan tersebut sangat sulit di dapat. Aku mendapatkan saat aku mendapat tugas di Selandia baru , Bahan itu sangat langka" jelas Professor Takimaru