
tigaa, dua,, satu,, priiiiiittttt!!!
semua siswa berlari begitu peluit di tiup,mereka berlari beradu menjadi yang terdepan dan tercepat, tapi tidak untuk nisa, hari ini dia sedang malas padahal berlari adalah hobinya.. ia tampak ogah berlari dan memilih berjalan gontai... DUG!! DUG!! DUG!! kakinya tampak menendang kaleng bekas yang ia temukan dipinggir jalan, PLAAK!!! ia kehilangan kalengnya dan....
"SHIIIT!!!" : umpat seseorang sambil menoleh kearah nisa yang sedang berlari kecil ke arah orang tsb, ternyata kaleng itu melayang tepat mengenai pelipis pria yang sedang memeriksa ban mobilnya.
"ups sorry" nisa meminta maaf
"oh jadi loe yang udah nimpuk pala gue pake kaleng??"
"hehm,, maaf aku gag sengaja" nisa memohon sambil kedua telapa tangannya di satukan memasang tampang memelas.
"nggak sengaja gag sengaja,, mata loe!!" pria tersebut berdiri, matanya melotot,rahangnya tampak mengeras dan wajahnya memerah karna emosi.
"heh mas aku tuh dah minta maaf, malah marah, gag usah pake otot, ntar matamu copot!!" saut nisa tak kalah emosi, tanganya disilang di atas pinggulnya.wajahnya menantang menatap mata pria tersebut, tapi itu bertahan sebentar,ia segera memalingkan badan, berjalan merasa malas meladeni pria itu.
"masih untung aku mau minta maaf, dasar pria aneh"gumamnya
ia berjalan meninggalkan pria tersebut yang bengong karna baru kali ini ada perempuan yang berani memarahinya terlebih perempuan tersebut yang melakukan kesalahan.
"hey!! mau kemana lo??? tanggung jawab pala gue benjol" pria itu setengah berteriak melihat gadis itu berjalan menjauh
"apa lagi sih mas?? mang mas hamil minta tanggung jawab??lagian masih jauh dari nyawa,, laki bukan ha???"jawab Nisa dengan nada meledek.
"sialan lo berani ngatain gue,, awas lo ya ketemu lagi gue hajar lo" pria itu semakin dibuat kesal jari telunjuknya menunjuk nunjuk tanda amarahnya kian memuncak
"siapa takut weeekkk" gadis itu menjulurkan lidah mengejek dengan raut muka menjengkelkan,,
saat pria itu hendak mengejar, gadis itu sudah berlari sekencang kencangnya takut bila di terkam singa ditengah hari bolong.
sementara itu di halaman sekolah
"mana sih nisa kok lama banget?" oceh Lisa teman nisa yang menunggu.
"tau tu ke HONGKONG kali??" saut teman temannya yg sedang asyik selonjoran meregangkan otot otot yang tegang karna berlari.
terlihat dari jauh tampak gadis sedang berlari asal.
__ADS_1
"kenapa sih lama??tumben...lagian lari kayak dikejar maling!! tanya Lisa pada Nisa yang baru sampai depan gerbang.
"bukan, bukan lagi dikejar maling tapi lagi dikejar WONG EDAN KAYAK SETAN" kata Nisa dengan penuh penekanan dan nafas ngos ngosan.
"hahaha serius lo??dimana? tanya Lisa penasaran.
"noh ditikungan"tunjuk Nisa memberi arah. sambil meneguk air minum dari tangan Lisa.
"hu lega"...
"yawes yuk gag penting mending kita buruan ganti baju,keburu habis jam olahraganya,, ntar kita di hukum lagi.. ajak Lisa menggandeng lengan nisa
"yuuuukk" Nisa mengikuti
selesai ganti baju dua sahabat itu masuk kedalam kelas mengikuti pelajaran selanjutnya..
hari ini merupakan hari yang apes bagi pria tampan bertubuh kekar itu, baru sehari menginjakan kaki di kota ini dia sudah disambut oleh gadis aneh yang membuat moodnya hari ini berantakan "Sudah Jatuh Tertimpa Tangga" mungkin ini peribahasa yang cocok menggambarkan situasinya saat ini, sebenernya dia sudah enggan menginjakan kaki di kota ini, namun karna papanya terus memaksa terlebih beliau sedang sakit membuat pria tampan itu akhirnya mengalah menuruti keinginan orang tuanya,
***
Pagi nan indah suara burung berkicau sahut menyahut terdengar. hari ini sekolah masih tampak sepi, tukang kebun masih asyik menyapu halaman sekolah, belum ada tanda² murid yg datang. mungkin karna ini masih pukul 05.30, sekolah ini terletak kawasan zona pelajar dimana banyak gedung² sekolah berdiri sejajar. sekolah ini merupakan salah satu sekolah favorit terletak di tengah² bangunan sekolah lainnya,namun memiliki 3 kali luas sekolah pada umumnya di dalam lingkungan sekolah terdapat masjid, gedung serba guna, lapangan olahraga dan juga terdapat bangunan asrama, di belakang sekolah masih tersisa lahan luas yang biasa digunakan untuk acara kemah satu gugus.
ANNISA AMALYA adalah nama lengkap gadis itu. gadis berparas cantik, berhidung mancung, berkulit kuning langsat, berwajah oval, tubuhnya ramping ,tingginya hanya 155 cm tidak pendek juga tidak tinggi.
Dia adalah idola di sekolah anak yg pintar, jago bela diri, tangguh dan bertanggung jawab.
elisa nugroho sahabat nisa, dia berparas cantik. berwajah bulat sedikit gendut dibanding nisa, tingginya 165 cm, anaknya manja,
mereka berdua bersahabat sejak naik di kelas 11 dimulai saat keduanya mengikuti extra pramuka, mereka berkenalan dan kebetulan rumah mereka hanya berjarak 100 meter, membuat mereka sering berangkat bareng, Duo Ratu julukan untuk mereka karna dimana ada nisa disitu ada lisa.
Saat ini nisa sedang melaksanakan piket, setelah selesai baru saja meletakan sapu bel pengumuman berbunyi tet!! tet!! "perhatian annisaa amalya kelas 11 a dimohon segera menuju kantor kesiswaan,terima kasih"
"masih 15 menit sebelum bel masuk,, kenapa aku dipanggil?tanya nisa pada diri sendiri dia tampak bingung
"nis, panggilan tu? qmalah domblong, ucap temannya
"eh iya nitip absen ya"
__ADS_1
"Ok"
nisa segera menuju kantor kesiswaan, setibanya diruangan itu nisa melihat momy sumi sedang mencari sesuatu di lemarinya,
"assalamualaikum" nisa memberi salam
"waalaikumsalam, masuk, silahkan duduk" bu sumi mempersilahkan.
"saya menyuruh kamu kesini karna saya mau memberimu tugas berhubung 1 bulan lagi kenaikan kelas saya harap kamu bisa jadi ketua MOS tahun ini,"
"tapi bu,, saya hanya bendahara OSIS, bukankah seharusnya diadakan rapat pembentukan panitia MOS, maaf kalau saya lancang" jawab nisa sopan
"memang akan diadakan rapat pembentukan panitia tapi saya sudah memutuskan kalau kamu yang jadi ketua. ini perintah dari saya selaku pembina saya berhak menentukan, kata bu sumi.
memang disekolah bu sumi orang yg paling disegani setelah kepsek. tidak ada yg berani membantah keputusannya,, meskipun itu membuat pro dan kontra.
"baik bu saya terima keputusan ini" jawab nisa tegas.
"ok kalau begitu segera kembali ke kelas, lanjutkan pelajaranmu"
"baik bu terima kasih, saya pamit. Assalammualaikum.
"wa'alaikum salam"
setelah nisa meninggalkan ruangan hatinya begitu gundah, dia masih bingung bagaimana menerima tanggung jawab ini.
"nis, nisa" panggil temannya dari arah belakang
"ya apa?" jawab nisa
"lo mau kemana?" tanya temannya lagi
"ke kelas lah kemana lagi?" ucap nisa kesal.
"hey bocah... kelas lo disini ngapain kesono mau nyebur kolam lo?"
nisa mendongakan kepala melihat kedepan
__ADS_1
"yasalam kenapa gue jadi kesini??" tepat didepan nisa terdapat kubangan air lapangan belakang sekolah akan banjir setiap hujan yang turun berhari hari
"hahaha teman² tertawa melihat tingkah konyol nisa".