
"Lo sama siapa Ri." Romeo bertanya saat dilihatnya Ria sendirian.
"Mmm, aku sama nyokap."
"Nyokap lo mana."
"Tadi ke toilet." jawab Ria.
"Hehh lo." tegur Romoe, "Udah dapat belum pakaian yang lo inginkan."
"Gue gak jadi deh Rom, sumpah deh pakaian disini mahal-mahal semua."
"Duhh, kan gue udah bilang ambil saja gak apa-apa, gue beliin lo beberapa baju juga gak bakalan bikin gue miskin Kasih."
"Romeo mau beliin Kasih baju, beruntung banget sieh Kasih." iri Ria, "Ini beneran gak sieh kalau mereka cuma temenan donk, mereka kok kayak orang pacaran ya." sumpah ya kalau beneran itu terjadi, pasti akan membuat Ria sakit hati banget.
"Tapi...tapi Rom."
Romeo mengambil salah satu baju kaos dan memperlihatkannya pada Kasih, "Yang ini lo mau gak."
"Tapi harganya..."
"Mau gak."
"Mmm, iya deh kalau elo gak keberatan." ujar Kasih pada akhirnya menyerah karna Romeo memaksanya.
"Ya udah, lo tunggu ya, gue mau bayar ke kasir."
Kasih mengangguk.
Kini hanya tinggal Kasih dan Ria berdua.
Karna Ria masih marah sama dia karna insiden tadi pagi, Kasih berencana untuk meminta maaf lagi, "Ria, gue benar-benar minta maaf masalah tadi pagi, gue...."
"Lo suka sama Romeo." potong Ria sebelum Kasih menyelsaikan ucapannya.
"Hehh." bingung Kasih mendengar kata-kata Ria.
Ria mengulangi, "Lo suka sama Romeo." ujarnya penuh penekanan.
"Ya jelas gaklah, kenapa lo nanya gitu." Kasih menyuarakan keheranannya.
"Romeo sepertinya suka sama lo."
Kasih terlihat bingung, "Jangan mengada-ngada lo Ri."
Namun Ria tidak mengindahkan kata-kata Kasih tersebut, sia kembali berkata, "Kalau Romeo suka sama elo, lo akan membalas perasaannya."
"Itu gak mungkin Ria."
"Jawab saja pertanyaan gue Kasih, kalau Romeo suka sama elo, lo bakalan suka balik sama dia." Ria benar-benar menuntut jawaban atas pertanyaannya barusan.
__ADS_1
"Intinya Ri, Romeo itu gak bakalan suka sama lo, percaya deh sama gue, jadi Ria, lo gak perlu khawatir oke." Kasih menolak untuk menjawab pertanyaan Ria tersebut karna menurutnya itu tidak penting.
"Apa susahnya sieh Kas jawab pertanyaan gue, kenapa lo jadi berbelit-belit begini." Ria jadi kesal.
"Gue gak bakalan suka sama Romeo meskipun dia suka sama gue, puas lo." jawab Kasih pada akhirnya.
Ria mendengus, jelas saja dia tidak percaya, "Gak percaya gue, ya kali lo gak suka sama cowok sesempurna Romeo."
"Lo kenapa sieh Ri, jadi aneh gini deh, Romeo itu teman gue ya, dan dia gak mungkin suka sama gue, begitupun juga gue sebaliknya, jadi Ria, lo gak perlu khawatir akan hal tersebut." Kasih memperjelas, "Daripada lo kayak gini, lo lebih baik katakan deh sama Romeo kalau lo menyukai dia."
Saat Ria sudah akan membuka bibirnya untuk membalas ucapan Ria, Romeo datang menghampiri dengan membawa paperbag berisi pakaian yang dia beli.
"Nieh punya lo Kas." Romeo menyerahkan satu paperbag untuk Kasih yang diterima oleh Kasih.
Romeo tidak menyadari ketegangan yang terjadi antara Kasih dan Ria, "Kita mau kemana lagi nieh setelah ini."
"Mmmm, kita balik saja ya Rom."
"Lhaaa, kok balik sieh Kas, kita baru saja setengah jam disini, masak udah balik aja, gak asyik lo, lagiankan gue ngajak lo kesini untuk menghibur lo." Romeo tidak setuju dengan Kasih, dia masih ingin berada dimall, meskipun gak ngapa-ngapain, minimal keliling-keliling kek gitu.
"Kita nonton deh ya Kas, ada film yang ingin gue tonton."
Takut Ria akan berfikir macam-macam, Kasih ngotot ingin pulang, "Kita pulang saja deh ya, gue rasanya capek."
Dengan kecewa Romeo berkata, "Hmmm, ya udah deh kalau begitu."
"Ri, kami duluan ya." pamit Kasih, namun tidak digubris oleh Ria sama sekali.
Barulah Ria menjawab, "Iya."
Kasih melambaikan tangannya sebelum pergi meninggalkan Ria sebagai perpisahan, sayangnya, Ria kembali mengabaikannya.
"Mustahil banget kalau Kasih tidak menyukai Romeo." gumam Ria yang masih menatap punggung Kasih dan Romeo yang semakin menjauh, dan membayangkan kalau besok, lusa atau entah kapan Kasih dan Romeo pacaran membuat Ria jadi sakit hati, gadis itu reflek memegang dadanya, dia merasakan sesak disana.
"Sialan, dada gue sesak lagi." umpatnya, rasanya Ria ingin menangis saja.
****
"Kas."
"Apa."
"Gue lapar nieh, berhenti dulu ya makan."
"Lo mau makan dimana."
"Dipinggir jalan saja deh biar cepat."
"Hmmm."
Romeo menghentikan motornya disalah satu warung tenda.
__ADS_1
"Lo mau makan apa."
"Kenapa pakai nanya sieh, sik abangkan cuma jual nasi goreng doank."
"Oh iya hehe."
Mereka duduk disalah satu meja kosong, gak lama, sik abang mengantarkan dua porsi nasi goreng yang dipesan oleh Romeo dan dua gelas es teh hangat.
"Rom." panggil Kasih saat diberhenti mengunyah.
"Hmmm." gumam Romeo karna dia mengunyah nasi goreng yang berada dimulutnya.
"Ria bilang sama gue."
"Bilang apa."
"Dia bilang, sepertinya lo suka sama gue."
Romeo yang dari fokus dengan nasi goreng dipiringnya seketika mendongak dan memberikan perhatiannya sepenuhnya kepada Kasih.
"Gak mungkin bangetkan itu." ujar Kasih menandaskan praduga Ria.
"Hmmm." Romeo menaruh sendok yang dia pegang, meraih gelas berisi teh hangat dan mendekatkannya dibibirnya, setelah itu barulah dia berkata, "Kalau Ria benar gimana." Romeo sekarang menatap Kasih penuh arti.
"Ha Ha ha." Kasih tertawa garing, "Lo bikin gue ketawa tahu gak."
Namun kemudian, Kasih menghentikan tawanya saat wajah Romeo terlihat serius, dia kok jadi gimana gitu, apalagi tatapan Romeo kepadanya, dalem gitu, itukan berhasil membuat Kasih salah tingkah, "Lo jangan bercanda deh Rom." Kasih yang tiba-tiba merasa nervous meraih tehnya dan meneguknya.
"Ria benar Kas, gue memang suka sama lo."
Ukhuk
Ukhuk
Ukhuk
Kasih terbatuk-batuk hebat, sebagian teh yang ada dimulutnya menyembur, Kasih buru-buru meraih tisu untuk mengelap bibirnya.
"Rom, jangan bercanda hal beginian donk ahh, gak lucu tahu." meskipun berkata begitu, namun jantung Kasih berdebar hebat, dia berharap kalau Romeo mengatakan kalau dia cuma bercanda saja, sayangnya, Romeo malah mengatakan hal yang sebaliknya.
"Gue gak bercanda Kas, gue serius, gue sebenarnya suka sama lo, Ria saja bisa melihat kalau gue suka sama lo."
"Aduhh, kok badan gue jadi panas dingin gini sieh, gila, jadi begini ya rasanya ditembak." Kasih jadi panik karna ini untuk pertama kalinya dia ditembak secara langsung.
Kasih hanya bisa diam, lidahnya terasa membeku tidak bisa membalas setiap lontaran kata yang keluarkan oleh Romeo.
"Kas, lo kenapa diam aja."
"Gue...gue..." Kasih jadi gugup, ini untuk pertama kalinya dia gugup didepan Romeo.
*****
__ADS_1