
"Udah Kas, jangan bete-bete deh lo." ujar Ria saat mereka sudah duduk disalah meja kantin.
"Hmmm." Kasih mendesah, "Sepertinya gue memang harus merelakan Dika deh, gue harus benar-benar membunuh perasaan gue sama dia."
"Kalau itu menurut elo yang terbaik."
"Heii gadis-gadis." sapa Romeo yang menghampiri kedua remaja tersebut, Romeo duduk disalah satu kursi yang tersisa.
Ria langsung menyunggingkan senyum termanisnya saat melihat kedatangan Romeo dan membalas sapaan Romeo, "Hai Rom."
Romeo tersenyum tipis pada Ria dan kemudian memusatkan perhatiannya sama Kasih, "Kenapa tuh wajah elo ditekuk." karna begitu bell istirahat berbunyi Romeo langsung nyelonong begitu saja sehingga dia tidak tahu apa yang terjadi dikelas.
Ria yang menjawab, "Patah hati dia Rom."
"Patah hati, maksudnya."
"Iya dia patah hati saat mengetahui kalau Dika ternyata sudah dijodohkan dengan Arin, anak kelas XI IPA 1."
"Ohh, gara-gara hal itu lo jadi bete begini." ujarnya, "Sudah Kas, lo gak usah bete-bete gitu, kan masih ada gue." seru Romeo dengan entengnya sembari menaik turunkan alisnya, dia sieh bermaksud menggoda Kasih, dia tentu saja tidak serius saat mengatakan hal tersebut, hanya saja Ria kok merasa sesak gitu dadanya.
"Apa sieh lo Rom, gak lucu tahu gak." balas Kasih dengan wajah juteknya, karna pada saat ini dia dalam mode tidak ingin bercanda.
"Aduhh, galaknya sik neng." kekehnya.
"Ishhh Romeo." Kasih makin mendesis kesal, "Menyebalkan sekali sieh lo, pergi sana." usirnya.
"Jangan usir gue donk, tega amet lo."
"Makanya, jangan goda gue."
"Iya iya enggak kok."
"Kok gue berasa jadi obat nyamuk gini ya diantara Kasih dan Romeo, ada tapi tidak dianggap ada." batin Ria kesal, diakan ingin dianggap dan diajak bercanda juga oleh Romeo, tapi sayangnya, Romeo selalu saja menganggap kehadirannya seperti tidak ada.
Dan sekarang, tidak ada obrolan lagi dimeja tersebut, yang ada mereka fokus untuk menyantap makanan yang mereka pesan masing-masing, sampai kemudian, Ria tidak sengaja melihat Dika yang memasuki kantin bersama dengan Arin, dan sama seperti tadi pagi, Arin menggandeng lengan Dika dengan mesra seolah memberitahukan kalau Dika adalah miliknya.
Ria diam tidak memberitahukan akan kedatangan Dika sama Kasih karna dia takut hal itu akan membuat nafsu makan Kasih akan hilang, sayangnya, Romeo yang juga melihat kedatangan Dika dan Arin bercloteh, "Lha, itu Dika tuh sama tunangannya." ocehnya, tidak bisakah dia tidak mengatakan tunangan.
Demi mendengar hal tersebut, Kasih mendongak dan menoleh ke arah pandangan Romeo, dan dia bisa melihat Dika dan Arin yang berjalan menuju salah satu meja kosong, melihat laki-laki yang dia sukai bersama dengan calon tunangannya tersebut membuat nafsu makan Kasih menguar begitu saja.
__ADS_1
"Bisa tidak sieh mereka bersikap biasa-biasa saja, perlu apa pakai gandeng-gandengan begitu, bikin gue panas saja." suara hati Kasih.
Kasih sieh memang sudah bilang kalau dia akan melupakan Dika, ya diakan akan melupakannya, tapi ya untuk saat ini tidak serta merta dia bisa melakukannya begitu cepatkan, melupakan itu tentu saja butuh waktu, dan Kasih yakin itu akan susah mengingat dia dan Dika satu kelas dan mereka akan bertemu setiap hari, dan itu akan mempersulit proses move on yang sudah dia rencanakan.
"Lo mending habisin makanan lo dah Kas, jangan fokus mandangin mereka terus." tegur Ria saat melihat sahabatnya itu terus menatap ke meja yang ditempati oleh Dika dan Arin.
Kasih mendorong mangkuk baksonya, "Gue udah kenyang."
"Itu bakso lo masih banyak lho Kas, mubazir tahu buang-buang makanan kayak gitu."
"Habisnya gimana, orang gue udah kenyang."
Kasih kemudian berdiri dan bersiap untuk pergi.
"Lo mau kemana." Romeo bertanya.
"Kelas." jawabnya singkat dan kemudian berlalu begitu saja, tidak kuat lho dia rasanya melihat laki-laki yang dia cintai mesra-mesraan, panas hatinya.
Melihat Kasih yang telah pergi, Romeo juga cepat-cepat menghabiskan makanannya, setelah menyeruput es tehnya, dia pamitan sama Ria, "Ri, gue duluan." tanpa menunggu jawaban Romeo main pergi saja.
"Yahh, kok gue ditinggal sendiri sieh." keluh Ria sambil mengarahkan sendok ke bibirnya.
****
Tepat saat seperti itu Kasih mendengar bunyi notifikasi pesan dari ponselnya, Kasih dengan malas-malasan meraih ponselnya yang tergeletak disamping kepalnya, dia menemukan nama Romeo dilayar.
"Romeo, ngapain sieh dia." lisannya sembari membuka pesan yang dikirim oleh Romeo.
Bunyi pesan yang dikirim oleh Romeo adalah.
Romeo : Gue ada dirumah lo nieh
Kasih langsung mengangkat tubuhnya dan terduduk begitu membaca pesan yang dikirim oleh Romeo tersebut.
"Dia ada dirumah gue, ngapain sieh, gak punya kerjaan banget deh dia, kayak jelangkung saja, datang gak diundang, pulang gak diantar."
Datang lagi chat dari Romeo untuk yang kedua kalinya.
Romeo : Lo gak mau nemuin gue nieh
__ADS_1
Kasih : Gue ngantuk mau tidur, jadi, lo lebih baik pulang gieh.
Karna saat ini dia sedang tidak ingin diganggu sehingga Kasih mengusir Romeo begitu saja.
Romeo : Nyesal lo kalau lo gak nemuin gue
Kasih : Bodo amet deh
Romeo : Baiklah kalau gitu gue pulang, tapi gue yakin lo bakalan nangis darah kalau tahu apa yang gue bawakan untuk lo
Kasih : Apaan emang
Sayangnya, Romeo tidak menjawab pesan tersebut yang membuat Kasih merutuk, "Kok gak dibalas sieh." hal tersebut membuat Kasih bergegas keluar untuk mengetahui apa yang dibawakan oleh Romeo untuknya.
Dan saat dia keluar, ternyata Romeo masih duduk diruang tamu bersama dengan ibunya.
Ibu Mira langsung berkata kepada Kasih, "Kamu ngapain saja sieh dikamar Kasih, Romeo sudah lama lho nungguin kamu."
Dalam hati Kasih berkata, "Katanya dia mau pulang, tapi kok dia masih betah duduk sieh, gue fikir dia sudah go out."
Mata Kasih tertuju pada kotak berwarna pink yang ada dimeja ruang tamu, dia yakin itu adalah sesuatu yang akan dikasih Romeo kepadanya.
"Kenapa malah bengong begitu Kasih, duduk, gak sopan." tegur ibu Mira karna putrinya itu masih betah berdiri.
Kasih duduk diruang kosong didekat Romeo.
"Nahh Romeo, karna Kasihnya sudah datang, ibu sebaiknya pergi ya." imbuh ibu Mira.
"Iya tante."
Begitu ibunya sudah pergi, Kasih bertanya, "Itu yang lo mau kasihin ke gue." Kasih menunjuk kotak yang ada dimeja.
"Hmmm." gumam Romeo.
"Apaan tuh."
"Sesuatu yang bisa membuat elo bahagia donk tentunya." Romeo sok misterius.
"Apaan emang."
__ADS_1
"Lihat aja sendiri."
*****