
💌 jangan lupa di "LIKE" matur nuwun,
"nis, nis bangun! "
"hemmm"
"bangun!! "
"hemm 5 menit ya?, nanggung! "
"heh bocah gendeng!! ni udah hampir jam 6 lo masih mau ngebo apa mau jelajah hah? "
"yassalam, kenapa lo nggak bangunin gua? " nisa terperanjat bangun dan melempar jaket yang dia gunakan sebagai bantal pada lisa.
"heh gendeng gue bangunin lo udah dari setengah jam yang lalu!, tp lo masih aja molor". gerutu lisa.
"iya deh, iya.. sory, gue ke kamar mandi dulu ya? ". bujuk nisa.
" hem, jangan lupa bawa perlengkapan sekalian, jadi kita g usah balik ketenda, lama, ribet! "
"iya, iya bawel! kayak mak gue lo". nisa memalingkan wajah kesal, sambil menyiapkan beberapa perlengkapannya, kemudian beranjak menuju kamar mandi.
***
"nisa mana?" tanya galang pada lisa yang baru menunjukan batang hidungnya,
"masih siap siap," jawab lisa malas,
"biasa lang, lelet" sahut yessi yang berdiri disamping galang, gadis itu selalu mengekori kemanapun galang pergi.
__ADS_1
"lang lo punya pegangan ya? " tanya lisa menyindir.
"kenapa? " jawab galang bingung, membolak balikan telapak tangannya.
"nggak kok, tanya aja, perasaan lo nggak punya pegangan tapi kok kayak ada yang bisik² , ih.. serem lang," ucap lisa dengan nada dibuat buat.
"sialan lo ngatain gue demit! "yessi mulai terpancing emosi.
"siapa? "ucap lisa dengan tampang bodohnya.
"gue nggak ngomong kalau lo demit, tp lo yang ngerasa, haha! "ejek lisa kemudian pergi.
"awas! lo ya!!!" yessi menghentak hentakan kakinya geram, sepagi ini sudah dibuat kesal oleh tinggkah lisa. sedang galang, dia tampak cuek, justru dia pergi menyusul lisa meninggalkan yessi yang kembang kempis,.
hari ini tujuan menjelajahnya masih di sekitar kawasan sekolah, karna meskipun perkotaan disini masih terdapat banyak area persawahan dan rawa ditambah letaknya dekat dgn dilereng gunung dan masih banyak perbukitan,
"tujuan kita jalan veteran ke barat kemudian berbelok di gang sebelah SMK 1 melewati parit, kemudian belok ke timur melewati sedikit rawa² disana sudah terpasang beberapa titik jebakan, so kalian harus hati², namun jangan khawatir di setiap pos terdapat beberapa kakak pemandu yang akan menuntun langkah kalian, paham?".
"nis semalam lo kemana aja? nggak balik balik ketenda? tanya lisa saat nisa kembali bergabung dengan para pemandu,
"berburu demit" jawab nisa asal, kakinya melangkah menuju pos.
"yang bener lo nis? gila! "lisa menggeleng gelengkan kepala. nisa hanya tersenyum.
"trus lo apain tu demit?" tanya lisa pemasaran.
"gue peluk trus gue cium deh" celetuk nisa asal, membayangkan kejadian semalam membuat nisa tersenyum sipu.
"kayaknya lo kesambet deh, masak demit lo peluk trus lo cium?nis lo makin hari makin aneh, tuh lo senyum senyum sendiri," lisa menunjuk nisa. nisa hanya menanggapi lisa dengan senyuman, kemudian mengkode lisa untuk kembali ke tugas utama mereka.
__ADS_1
matahari mulai memincing, peluh dan keringat saling beradu diantara barisan siswa yang sedang menyusuri jalan.
"nis lo nggak papa? " ucap galang yang melihat nisa tampak kelelahan.
"nggak" ucap nisa pelan, raut wajahnya tampak lelah dan sedikit pucat.
"beneran? mukamu pucet loh".
"nggak lang gue nggak papa, gue ini nisa, nggak kenal yang namanya sakit, gue kuat!". ucap nisa tegas meski menahan rasa perih di lambungnya.
"nis?"
"hem", sahut nisa sambil terus menyusuri area rawa.
"gue mau ngomong" galang menghentikan langkahnya membuat nisa juga berhenti kemudian menoleh pada galang sekilas.
"ngomong aja, gue denger kok" nisa kembali melanjutkan langkahnya.
"gue suka sama lo nis"
"trus?"
"gue pingin lo jadi pacar gue". ucap galang spontan dia berusaha menutupi kegugupannya.
"hehm.. "nisa tampak berfikir,"lang lo itu cowok ke 35 yang nembak gue sejak gue masih SMP, jujur gue selalu ngasih jawaban yang sama, sory gue nggak bisa, gue harap lo nggak kecewa". mendengar jawaban nisa galang tampak lesu.
"alasannya?" ucap galang berusaha menampik kekecewaannya.
"lang asal lo tau, gue nggak sederajat sama lo, yang anak wakil rakyat, trus gue juga jelek, nggak akan sebanding sama lo, bapak gue cuma punya bisnis bengkel kecil kecilan itu juga hampir bangkrut, apa lo nggak bakal malu? "
__ADS_1
"gue suka sama lo apa adanya nis".
"sory lang gue nggak bisa, gue masih pingin fokus sekolah". ucap nisa sambil memandangi pohon disekitar rawa, perlahan pandangannya mulai kabur, nisa merasa semua yang dia lihat nampak berputar kemudian dia ambruk di tepi rawa.