KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
GUE MAU NGOMONG SAMA LO


__ADS_3

"Wahh, kayaknya lo bahagia ya Kas." komen Ria keesokan paginya saat melihat wajah cerianya Kasih yang sudah duduk manis dibangkunya, wajah Kasih memang terlihat ceria, tidak seperti kemarin mendung, "Udah berhasil move on nieh ceritanya dari sik Dika." saat mengatakan hal tersebut, Ria memelankan suaranya sehingga hanya Kasih yang mendengarnya.


"Ya gak secepat itu juga kali Ri, tapi ada sesuatu yang membuat gue bahagia sehingga rasa galau gue jadi terlupakan."


"Ohh ya, apaan tuh." Ria penasaran.


Dari dalam tasnya Kasih mengeluarkan album BTS yang diberikan oleh Romeo semalam, "Tadaaaa."


"Apaan tuhh."


"Lokan gak buta Ria, lihat donk."


Ria meraih album yang dipegang oleh Kasih, "Album BTS."


Kasih mengangguk antusias, saat Ria akan membuka bibirnya untuk mengajukan pertanyaan, Kasih lebih menyambar, "Itu dikasih oleh Romeo untuk gue."


"Hahh." desis Ria antara percaya dan tidak, "Romeo teman kelas kita maksud elo."


"Iya, siapa lagi."


Ria memperhatikan album yang ada ditangannya, "Beruntung ya lo dikasih hal yang lo sukai oleh Romeo." ujar Ria setengah iri, pasalnya, dia yang menyukai Romeo, ehh malah Kasih yang dekat dan sering di kasih sesuatu oleh Romeo, bikin nyesek hatinya saja.


Kasih yang tidak terlalu memperhatikan raut wajah sang sahabat mengangguk lagi, dia malah melanjutkan kata-katanya, "Gue gak pernah nyangka lho Ri kalau Romeo bakalan nepatin janjinya untuk memberikan gue album BTS, ahh tuh anak baik banget ternyata."


"Hmmm." Ria tersenyum palsu, disini Ria mulai berfikir kalau Romeo menaruh rasa suka untuk Kasih, dan fikirannya itu membuatnya kesal sendiri, "Apa Romeo menyukai Kasih ya, di bibir dia memang selalu bilang teman, tapi isi hatinya siapa yang tahukan." batinnya.


Romeo terlihat memasuki kelas, wajah laki-laki remaja itu tampak kusut, tidak seperti biasanya, tapi meskipun begitu, Romeo tetaplah tampan.


Kasih yang melihat Romeo jadi heran, dan dia berniat mengajukan pertanyaan pasal wajah kusut Romeo saat Romeo melewati mejanya, "Rom." tegurnya yang membuat Romeo otomatis menghentikan langkahnya.


"Apa."


"Lo kenapa."


"Gak kenapa-napa gue."


"Seriusan gue nanyanya, lo kenapa."

__ADS_1


"Gue gak kenapa-napa Kasih, bawel ahh lo." mungkin saat ini Romeo tengah bad mood sehingga jawabannyapun agak jutek begitu, dan setelah mengatakan hal tersebut, Romeo melanjutkan perjalanan ke bangkunya.


Mata Kasih mengiringi langkah Romeo sampai tuh anak duduk dibangkunya dan barulah Kasih berbalik kedepan, "Kenapa sieh tuh anak, gue nanyanya baik-baik juga dia malah jawabnya jutek begitu, nyesel deh gue nanya." Kasih merutuk, dia yang moodnya lagi bagus-bagusnya jadi ikutan buruk gara-gara bentakan Romeo barusan.


"Romeo lagi ada masalah kali Kas, mungkin tadi itu dia gak berniat ngebentak elo."


"Hmmm." respon Kasih.


Ria menoleh kebelakang ke arah Romeo yang masih memampangkan wajah betenya, "Romeo ada masalah apa sieh, ingin rasanya gue ngehibur dia." Ria hanya bisa membatin karna dia tidak mungkin melakukan hal tersebut mengingat dia dan Romeo hanya teman biasa.


*****


Saat pelajaran tengah berlangsung, Kasih bisa merasakan getaran ponselnya yang berada disaku rok abu-abunya, karna penasaran, dia merogoh kantongnya untuk mengetahui siapakah yang mengechatnya, dan ternyata chat tersebut berasal dari Dika.


"Ehh, ngapain Dika ngechat gue, padahalkan saat ini gue dalam proses untuk melupakan dia." suara hati Kasih dan membuka pesan tersebut.


Dika : Kas, istirahat nanti, gue boleh ngomong sama elo


Kasih : Lo mau ngomong apa Dik, gak bisa lewat chat apa


Dika : Gak bisa Kas, gue ingin ngomong langsung sama elo


Dika : Iya, bagi gue itu hal yang penting


Kasih : Kalau gue boleh tahu, tentang apa


Dika : Entar saja deh lo dengar langsung


Kasih : Hmmm, baiklah


Dika : Temui gue diroptoof sekolah oke


Kasih : Gak bisa dikantin saja gitu Dik


Dika : Mana mungkin gue membicarakan hal penting ditempat umum Kas


Kasih : Hmm, baiklah kalau gitu

__ADS_1


Dalam hati Kasih bertanya-tanya perihal apa yang ingin dikatakan oleh Dika, " Apa ya kira-kira yang ingin disampaikan oleh Dika."


****


Begitu bell istirahat berbunyi, Dika buru-buru keluar dengan kelas dengan langkah lebar, hal itu dia lakukan untuk menghindari Arin, gadis itu makin getol saja ngintilin dia setiap ada kesempatan, Dikakan jadi risih, belum saja meresmikan perjodohan mereka Arin ngatur-ngatur, gak boleh inilah, gak boleh itulah, hal itu semakin membuat Dika tidak ingin melanjutkan perjodohan yang telah dirancang oleh orang tuanya dan orang tua Arin, menurutnya orang tuanya dan orang tua Arin adalah orang-orang aneh, bagaimana tidak, dia dan Arin masih duduk dibangku SMA sudah main dijodohkan saja, kayak Dika gak bisa nyari sendiri saja, itu yang Dika fikirkan.


Kasih hanya menatap punggung Dika sampai Dika sudah tidak kelihatan lagi dipandangannya.


"Kantin yuk Kas." Ria mengajak.


"Gue ada urusan Ri, lo aja yang ke kantin." tolak Ria.


"Urusan apaan emang, kayaknya penting banget."


Kasih mengangkat kedua bahunya, "Katanya Dika sieh penting."


"Dika." ulang Ria saat mendengar Kasih menyebut nama Dika.


"Iya, dia bilang ada sesuatu yang ingin dia bicarakan sama gue, gue ingin nolak, tapi apa alasannya coba, masak gue bilang kalau saat ini gue gak mau deket-deket sama dia karna gue masih dalam proses melupakannya kan gak mungkin."


"Apa jangan-jangan...." Ria menggantung kata-katanya.


"Jangan-jangan apa." kejar Kasih.


"Dika mau nyatain perasaannya kali sama elo, kemarinkan juga dia sempat ingin ngomong berdua gitukan sama elo, tapi keburu sik Arin datang dan merengek-rengek mengajaknya ke kantin."


"Jangan ngaur ahh, ya gak mungkinlah Ri, orang Arin cantik, ya kali dia bisa berpaling pada gue yang wajah B aja."


"Terus kalau bukan mau nembak elo, sik Dika mau ngomong apa coba sama elo, emang urusan penting apa coba yang ingin dikatakan Dika sama elo."


"Ya mana gue tahu sieh Ri."


"Ehh ehh, tuh tunangannya sik Dika tuh, tuh anak pasti nyariin Dika, sayang sekali Dikanya sudah keburu kabur." Ria mengedikkan dagunya ke arah pintu dimana disana berdiri Arin yang kelihatan kecewa karna tidak menemukan orang yang dia cari, dan gadis itu langsung berlalu dengan wajah cembrut karna tidak menemukan Dika.


"Ya udah ya Ri, kalau gitu gue nemuin Dika dulu diroftop, takutnya dia kelamaan nungguin gue."


Ria mengangguk dan melepas kepergian sang sahabat.

__ADS_1


"Kasih mau kemana, kelihatannya buru-buru banget." Romeo tahu-tahunya sudah berdiri disamping tempat bangkunya Kasih, anak itu sudah seperti hantu saja, suka tiba-tiba muncul.


*****


__ADS_2