
saat ini reyvan berada di ruangannya. dia memilih bersantai,duduk dikursi dekat balkon sambil menghadap lahan kosong belakang asrama, dia sedang ingin sendiri, menikmati secangkir teh hangat. tiba tiba dia teringat gadis kecil itu, "shiit, gue dikerjain anak kecil", umpatnya reyvan mengacak rambutnya. dia masih tidak percaya, dengan mudahnya dia di bodohi, " gadisss kecilll" erangnya disusul seulas senyum simpul, dia begitu tidak berdaya menghadapi gadis itu.
Ivan,sahabat sekaligus asisten reyvan selama di kediri sedari tadi mengamati sahabatnya itu,
" hey, bro ngelamunin siapa? pake senyum senyum segala?"
"ya ampun... elo van?? ...ngagetin aja, gue kira dedemit"
"ihhh... cowok tampan idola semua cewek gini lo katain dedemit", ucap ivan culas, "oh ya rey besok weekend anak SMA 1 mau ngadain kemah, tadi pihak sekolah meminta izin mau nempati lahan kita, menurut lo gimana? kasih izin apa enggak? biasanya sih papa lo ngasih izin,,..
" iya kasih izin aja, lagian lahannya juga g kepake,"
"ok besok gue konfrim pihak sekolah".
"hemb".jawab rey malas
"ya udah bro gue kekamar dulu capek mau rehat, oh ya besok jangan lupa ke hotel jm 9 lo ada meeting"
"iya iya dah sana pergi, gue ngantuk".
__ADS_1
ivan pergi keluar kamar rey menuju kamarnya, sedang rey merasa matanya berat dia berjalan masuk kembali keruangannya menunju kamar, seulas senyum dari bibirnya saat memandang pintu kamar, dia teringat kemarin sudah membuat gadis kecil itu kelelaham membereskan kamarnya.
Dirumah nisa sedang menelpon ibunya,
"assalammualaikum bu?"
"waalikum salam nduk, gimana kabarnya?
"alhamdulillah nisa sehat, ibuk dan ayah gimana kabarnya? dan juga nenek gimana kondisinya? baik?" tanya nisa nerocos tanpa jeda. sedang ibunya kelabakan menjawab pertanyaan nisa ug beruntun.
" satu satu nduk tanyanya, ibuk bingung mau jawab yg mana dulu"
" hehehe habisnya nisa kangen" ucap nisa manja.
"loh bukannya sawah kita dikelola pak toyib buk?kok ibuk ikut ikut sih?
"ibuk n ayahmu cuma mengawasi nduk, tp juga terkadang turun tangan kalau para pekerja kewalahan"
saat sedang asyik mengobrol, dari luar terdengar suara pintu diketuk, nisa segera keluar melihat siapa tamu yang berkunjung malam malam begini.
__ADS_1
nisa membuka pintu sambil tangan kirinya memegangi hp,dan ternyata yang berkunjung adalah mas fahmi, salah satu karyawan ayahnya dibengkel, orang kepercayaan ayah nisa untuk mengelola bengkel selama ayah dan ibu nisa pulang kampung.
"eh mas fahmi, wa'alaikum salam, monggo mas masuk" ucap nisa saat tahu siapa tamunya yg mengetuk pintu sambil mengucap salam tanpa sahutan.
fahmi masuk kedalam rumah dan duduk di sofa saat nisa memberi kode," buk nisa tutup dulu ya, ada mas fahmi" ucap nisa pamit, "iya nduk hati hati ya jaga diri baik baik", belum sempat nisa membalas pesan ibunya sambungan telpon sudah terputus. nisa menaruh hpnya di meja,
"oh ya mas, ada apa ya malam malam kesini?"
"oh begini dik, tujuanku kemari mau setor uang bengkel hari ini, tadinya mau aku setorin besok tapi pas aku lewat depan rumahmu aku berfikir untuk menyetorkannya sekarang" terang fahmi.
"oh begitu, ya udah duduk dulu mas, nisa bikinin minum"
"nggak usah dik, ngerepotin, ni aku juga mau langsung pulang, soalnya nanti jadwalku ngeronda"
"oh gitu!! nisa mengangguk,,"
"ya sudah dik, mas pamit dulu" fahmi bangun dari duduknya berpamitan pada nisa,
nisa mengantar fahmi sampai depan rumah dan kembali masuk rumah setelah melihat punggung fahmi sudah tak terlihat.
__ADS_1
reyvan memukul setir mobilnya dia tampak marah melihat nisa berbicara dengan laki laki, sedari tadi rey memperhatikan nisa dari dalam mobil yang ia parkir tak jauh dari rumah nisa, niat awal rey hanya ingin melihat gadis itu, entah mengapa sejak awal mereka bertemu rey merasa tertarik dengan gadis itu. dia tidak bisa tidur dan akhirnya memilih keluar asrama, menuju rumah gadis kecil itu.
setelah sampai di depan rumah sederhana itu dia malah melihat nisa dengan laki laki lain, sungguh menyebalkan, ada sedikit perasaan mengganjal dalam dadanya. dia bertanya pada dirinya sendiri "kenapa gue harus jengkel?? ah masa bodoh. rey menginjak gas melaju meninggalkan gadis itu setelah nisa memasuki rumah.