KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
20


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukan pukul 3 sore, sekolah yang semula ramai oleh kegiatan kemah perlahan mulai terlihat sepi, para siswa baru, satu persatu meninggalkan sekolah, setelah kepala sekolah menutup acara kemah dengan salam perpisahan,


Sementara itu di ruang UKS tampak seorang gadis terbaring lemah dengan selang infus di lengan kirinya.


"Apa sudah siuman? "tanya galang yang baru tiba, kemudian berdiri di sisi ranjang. berhadapan dengan Lisa yang sedari tadi menemani dengan tulus.


"Belum, tau ni bocah, kecapekan mungkin?" jawab gadis bertubuh tambun itu.


"Kasihan, apa dia punya riwayat sakit? " ucap Galang sambil mengusap pucuk kepala Nisa,


"Entahlah, dia nggak pernah ngeluh sakit apa apa, lo tau sendiri kan, ni bocah bandelnya kayak apa, dulu aja panas sampe 39, dia tetep masuk sekolah, gue udah bujuk dia dengan berbagai macam rayuan maut, eh! dianya B aja, nggak respect sama sekali", tutur Lisa panjang lebar.


"Lo udah ngasih tau orang tuanya?"


Lisa hanya menggelengkan kepalanya, dia bingung harus menjawab apa, disisi lain dia kasihan pada Nisa yang ditinggal orang tuanya pergi kerumah nenek Nisa untuk merawatnya, di sisi lain kalau dia memberi tahu orang tua Nisa entah bagaimana nasibnya nanti, pasti Nisa akan marah dan tak menganggapnya sahabat karna membuat orang tua nisa cemas. Nisa adalah anak yang sangat mencintai orang tuanya, dia bahkan rela ditinggal orang tuanya pergi berbulan bulan, dan tinggal dirumah sendirian, hanya karna nenek Nsa menolak diajak pindah ke rumah orang tua Nisa di Kediri.


"trus gimana dong? siapa yang bakal jagain dia dirumah? sambung Galang kembali,.


"hehm nanti biar gue menginap dirumahnya, santai saja ada gue yang jagain". jawab Lisa.


Ceklek!! Braaak!!


suara pintu dibuka paksa, nampak seseorang muncul dengan wajah merah padam bukan karna marah, namun karna cemas.


"Mas Fahmi? ada apa mas? " tanya Lisa yang kaget melihat kedatangan Fahmi, Lisa beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Fahmi.

__ADS_1


"Nggak perlu khawatir Mas, Nisa baik baik saja" sambungnya.


Fahmi masih berusaha mengatur nafas setelah berlari menuju ruang UKS, sebenarnya kedatangan Fahmi kesekolah Nisa, untuk memberitahukan masalah di bengkel, namun mendengar Nisa jatuh pingsan membuatnya khawatir, bagaimanapun orang tua Nisa memberi amanat agar Fahmi menjaganya, selain karna dia bekerja dibengkel, juga karna orang tua Nisa menganggap Fahmi sudah seperti anak sendiri.


"apa Nisa baik baik saja?" tanya Fahmi.


"Baik Mas alhamdulillah, dia cuma kecapekan dan asam lambungnya naik". tutur Lisa diikuti anggukan oleh Fahmi.


"Dia memang pekerja keras, sepulang sekolah dia pasti akan mampir kebengkel buat bantu² kalau nggak, sore saat bengkel akan ditutup, dia pasti akan datang dan membantu kami beres-beres". ucap fahmi saat mendekati ranjang Nisa, kini dia menatap gadis yang terbaring itu dengan perasaan iba.


"Hemm ya begitulah Nisa, nggak kenal kata lelah". jawab Lisa menatap Fahmi. "mas kok tau Nisa sakit? siapa yang ngasih kabar?


"Sebenarnya kedatanganku kemari ingin memberi tahu Nisa kalau sedang terjadi keributan di bengkel, namun tadi aku berpapasan dengan salah satu temanmu katanya Nisa pingsan, makanya aku buru buru kesini".


"Keributan apa mas? "


"Ya Allah mas" Lisa tampak prihatin atas kejadian yang menimpa sahabatnya. "Trus gimana dong? "


"Entahlah aku sangat bingung". Fahmi menundukan kepala, dia begitu tak berdaya.


"Nggak usah bingung, ada aku"


"Nisa? lo udah siuman?" Lisa tampak bersemangat saat tahu Nisa sudah siuman.


"Udah dari tadi, saat lo lagi asyik ngupil" celoteh Nisa yang berusaha untuk duduk. Galang yang melihat Nisa dengan sigap membantu agar gadis itu bisa duduk dengan nyaman.

__ADS_1


"Sialan lo, lagi sakit masih sempet ngledekin". Lisa tersenyum dengan reflek memukul lengan Nisa "auuuw" erang Nisa, "ups!!!sory sory gue lupa, habis lo ngeselin! ".


"Ayo kita pulang Mas". ucap Nisa pada fahmi, gadis itu mencoba melepas Infus dipergelangan tangannya.


"Eh gendeng! lo mau apa? " celetuk Lisa saat tahu Nisa melepas infus ditangannya.


"Pulang" jawab Nisa dengan enteng, "Aku baik baik aja Lis, nih cairan infusnya juga udah habis". Nisa menaruh kembali botol infus di nakas.


"Udah ngerasa baikan? "tanya Galang.


"Udah, lagian gue ini bukan cewek lemah".


"Nggak lemah gimana? lo tadi pingsan dipinggir rawa, untung ada malaikat ganteng yang nolongin" celoteh Lisa.


"Malaikat ganteng? Reyvan maksud lo? "


"Yaps!!, gue heran kenapa tuh cowok dateng disaat yang tepat, bener bener kayak malaikat". celoteh Lisa.


"Beneran? "


"Beneran nis,, bahkan dia gendong lo dari rawa sampai sekolah, uh.. idaman bangeeet". tutur Lisa dengan muka berseri seri. "Kalau gue jadi lo bakalan gue gebet tuh cowok".


"Ehem, denger tuh Nas Fahmi kayaknya Lisa dah kepincut cowok lain deh". Ledek Nisa, sepertinya Lisa lupa kalau dihadapannya sedang ada Fahmi.


"Ah nggak kok mas, tetep mas Fahmi kok yang ada. dihati". ujar Lisa yang tampak salah tingkah, matanya melotot menatap Nisa yang wajahnya tampak meledek "sialan lo" umpat Lisa menggunakan isyarat.

__ADS_1


Sementara itu Galang yang merasa terabaikan berpamitan pulang.


Haii para readers jangan lupa di Like yah,, dan kalian juga boleh ngasih saran kok, komen yah biar autor bisa evaluasi, matur nuwun🙏🙏🙏


__ADS_2