KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
KUE BIKINAN RIA


__ADS_3

Kesan pertama yang dirasakan oleh Kasih sepanjang bersama dengan mamanya Romeo adalah bahwa kalau mamanya Romeo orangnya baik dan ramah, Kasih menyimpulkan kalau keramahan Romeo dan Juliet didapatkan dari sang mama, oleh karna keramahan mama Indah itulah sehingga Kasih cepat akrab dan tidak sungkan dengan mama Indah, bahkan mama Indah mengundangnya untuk main-main ke rumahnya, dan Juliet dengan antusias mendukung argumen sang mama.


"Iya kak Kasih, kalau libur atau gak sibuk gitu main-main ya ke rumah." timpal Juliet, dia suka dengan Kasih karna menurut Juliet, Kasih orangnya tidak palsu, tidak seperti Nayla mantan pacar kakaknya, apalagi mereka berdua adalah penggemarnya BTS, maka makin kloplah deh mereka.


Belum sempat Kasih memberi jawaban, mama Indah kembali berkata, "Rom, kapan-kapan kamu ajak ya Kasih main-main ke rumah, agar Juli jyga ada temannya."


Romeo mengangguk, "Iya ma." Romeo kemudian menoleh ke arah Kasih yang duduk disampingnya, "Gimana Kas, lo maukan kapan-kapan ke rumah mama."


"Iya, kalau tidak merepotkan."


"Tentu saja tidak merepotkan donk kak Kasih." sahut Juliet yang antusias.


Dan setelah itu mereka kembali ngobrol, sesekali mereka terlihat bercanda satu sama lain, dikesempatan itu juga sebenarnya Romeo ingin bilang sama mamanya supaya jadwal les Juliet dikurangi, dikasihan sama adeknya yang tidak bisa bermain bersama dengan teman-teman sebayanya menikmatk masa mudanya, tapi kemudian dia ingat kalau Juliet bilang kalau dia menikmatinya semuanya sehingga hal tersebut membuat Romeo mengurungkan niatnya tersebut.


*****


"Kasihhhh."


Kasih berhenti dan berbalik begitu mendengar suara familiar yang memanggil namanya, Kasih tersenyum begitu melihat Ria sahabatnya mempercepat langkahnya untuk mengejarnya.


"Pagi Kasih." sapa Ria semangat.


Kecerian Ria menular kepada Kasih, "Wiehh, ada apaan nieh, kelihatannya lo semangat banget."


"Iya karna hari ini gue bertekad untuk mendekati Romeo, gue harus menunjukkan sama dia kalau gue menyukainya."


"Wahh, bagus tuh Ri, memang harusnya gitu, perasaan itu memang harusnya diperjuangkan, bukannya dipendam."


"Kayak lo maksud lo."


Kasih mendelik, "Ya sekarangkan gue harus move on Ri, ya kali gue harus ngejar-ngejar Dika yang sudah dijodohkan." suara Kasih terdengar lemah saat mengatakan hal tersebut.


"Berhasil move onnya."


"Ya belumlah, baru juga mulai."


"Lo yang sabar ya Kas, lo harus nerima kenyataan kalau laki-laki yang lo cintai ternyata sudah dijodohkan."


"Hmmm." Kasih mendesah berat, "Ya harus gimana lagi selain sabar."


"Ohh ya, sebagai permulaan, gue buat kue lho untuk Romeo." Ria mengalihkan topik.


"Oh ya, emang lo bisa masak." Kasih meragukan, karna setahunya sahabatnya itu tidak bisa masak.


"Gak sieh, tapikan gue mau belajar gitu demi laki-laki yang gue taksir."


"Gue salut sama lo Ri, lo mau belajar demi laki-laki yang lo suka, gue berharap Romeo memiliki perasaan yang sama ke elo."


"Aminnn."

__ADS_1


"Gue juga bawain untuk lo Kas."


"Wahh, lo benar-benar sahabat sejati gue Ri, lo gak lupa sama sahabat lo ini." Kasih terlihat senang mengetahui kalau Ria juga secara khusus memberikannya bagian kue buatannya.


Ria membuka resleting tasnya dan mengeluarkan kotak bekal berwarna pink dari dalam tasnya dan menyerahkannya pada Kasih, "Nieh untuk lo."


Kasih menerima kotak bekal tersebut dengan penuh suka cita.


"Makannya didalam yuk." ajar Ria yang diangguki oleh Kasih.


Kedua remaja itu kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju lantai dua dimana kelas XI berada.


*****


Kasih sudah tidak sabar sehingga dengan cepat membuka tutup kotak bekal tersebut begitu sudah duduk dibangkunya, namun rasa antusias itu berubah saat melihat isi dari kotak bekal tersebut.


"Nieh kue bisa dimakan gak ya, apa gak bikin gue langsung masuk rumah sakit." batinnya saat matanya disambut oleh penampakan kue yang seharusnya berwarna coklat itu berwarna hitam, hampir menyerupai arang.


"Duhh, kok perasaan gue gak enak sieh."


"Kenapa diam aja Kasih, ayok dimakan." Ria sudah menunggu sahabatnya itu untuk meriview kue bikinannya.


"Mmm, iya, ini gue makan Ri." dengan agak berat Kasih meraih sepotong kue gosong itu dan memasukkannya ke mulutnya, dan rasanya, naujubillah deh, persis seperti yang dibayangkan oleh Kasih, rasanya benar-benar tidak bisa dideskripsikan.


"Gimana-mana." tanya Ria antusias.


"Enak ya."


"Hmmm." Kasih mengangguk sembari tersenyum tidak yakin.


"Akhh, gue benar-benar tidak nyangka kalau kue buatan gue enak, gue harap Romeo bakalan suka."


"Duhh, bisa sedih sik Ria kalau nanti sik Romeo berkata jujur." suara hati Kasih, oleh karna itu Kasih meraih ponselnya dengan tujuan untuk mengechat Romeo.


Kasih : Lo dimana Rom


Hanya butuh beberapa detik untuk menunggu balasan dari Romeo.


Romeo : Parkiran


Saat Kasih tengeh mengetik, Romeo kembali mengirim chat balasan.


Romeo : Ada apaan, lo kangen ya sama gue


Pesan tersebut disertai dengan emot senyum.


"Idihhh, najis deh." Kasih membatin.


Kasih : Ya enggaklah

__ADS_1


Romeo : Terus, ngapain ngechat nanyain gue ada dimana


Kasih : Cuma mau memberitahu elo kalau Ria akan ngasih lo kue, kuenya sumpah gak enak banget, nanti pas dia nanya apakah kuenya enak atau gak, lo jawab enak saja ya agar dia gak kecewa


Romeo : Dalam rangka apa dia ngasih gue kue


Karna gak mungkin bilang kalau sahabatnya itu menyukai Romeo, sehingga dia menulis begini.


Kasih : Ya cuma ngasih aja, soalnya dia lagi semangat-semangatnya belajar masak gitu


Romeo : Terus gue gitu yang jadi kelinci percobaannya, ogah


Kasih : Duhh, bukan begitu


Kasih jadi bingung sendiri bagaimana menjelaskan perihal hal ini pada Romeo.


Romeo : Kalau bukan begitu terus apaan


Kasih : Intinya lo terima saja tuh kue kalau dikasih, dan bilang enak oke


Romeo : Kalau kuenya ternyata gak enak ngapa gue harus bilang enak


Kasih : Agar Rianya gak kecewa Rom


Romeo : Terus gimana dengan perut gue kalau menelan kue bikinan Ria, kalau gue sakit perut gimana


Kasih : Intinya lo gak bakalan kenapa-napa deh, gue saja gak kenapa-napa nieh


Romeo : Lihat entar saja deh


"Lhaa, kok gini sieh jawabnya."


Kasih : Pokoknya lo harus bilang enak ya Romeo, harus


Kasih sampai maksa gitu.


"Lo chatan sama siapa Kas." Ria bertanya.


"Sama mami gue, dia nanya apakah gue udah sampai sekolah atau belum." bohongnya, dia tidak mungkin jugakan mengatakan kalau dia tengah chatan dengan Romeo dan membahas tentang kue bikinannya.


"Ohhh." Ria percaya, matanya tidak lepas menatap ke arah pintu, dia rasanya grogi karna menunggu kedatangan Romeo.


"Duhh, kok Romeo belum datang juga Kas."


"Tunggu Ria, bentar juga Romeo sampai kok."


Baru saja diomongkan, sik Romeo sudah nongol tuh diambang pintu, dan itu semakin membuat Ria makin gugup saja.


****

__ADS_1


__ADS_2