KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
SUDAH GAK SEDIHKAN


__ADS_3

Kasih mengambil kotak tersebut dan dengan cepat membukanya untuk mengetahui isi dari kotak tersebut, dia memandang isi kotak tersebut bergantian memandang Romeo dengan tidak percaya, bibirnya bahkan sampai terbuka, sumpah deh Kasih seneng banget sehingga seketika membuat kegalauannya menghilang begitu saja.


"Ini....ini..." dia bahkan sampai tidak bisa berkata-kata.


"Apa lo gak galau lagi sekarang."


Kasih mengangguk antusias, Kasih sangat senang karna Romeo menepati janjinya untuk membelikannya album BTS, dia mengangkat album tersebut dan memandangnya dengan takjub, "Ini nyata." gumamnya sembari tidak luput melihat logo BTS dialbum yang saat ini tengah berada ditangannya.


"Itu dapatnya susah lho, tapi demi ingin menghilangkan kegalauan elo, gue sangat berusaha untuk mendapatkannya."


Kasih mengangguk mengerti, dia sangat tahu untuk mendapatkan album BTS itu sangat susah apalagi dengan harga yang lumayan juga, para army biasanya sangat loyal kepada idola mereka sehingga tuh album tidak heran dalam hitungan menit sudah ludes diserbu.


"Terimakasih banyak ya Rom, ahh gue gak nyangka ternyata lo nepatin janji lo."


"Guekan udah janji sama elo, ya gak mungkinlah gue ingkarin."


Kasih tersenyum menanggapi kata-kata Romeo.


"Jadi Kasih, lo jangan sedih lagi gara-gara Dika oke."


Kasih mengangguk, "Iya, gue berjanji sama diri gue sendiri kalau gue bakalan lupain Dika." Kasih jadi miris dengan kisah cintanya sendiri, mengingat belum dimulai sudah diakhiri.


"Hehh, jangan murung donk."


"Hmm." gumam Kasih, dia berusaha untuk kembali ceria meskipun itu susah, padahal dia sudah sangat berharap kalau suatu saat dia dan Dika akan jadian, ehh tidak tahunya kalau Dika sudah dijodohkan dengan Arin, dan Kasih sebagai wanita yang menyandang predikat sebagai wanita baik-baik tentunya tidak akan merebut Dika dari Arin.


"Nahh, gitu donk senyum, kan manis kelihatannya."

__ADS_1


"Rom."


"Apa."


"Lo kok baik banget sama gue."


"Lo maunya gue jahat gitu." balas Romeo.


"Ehh, bukan begitu juga kali, tapi maksud gue, kenapa lo baik gitu sama gue sampai lo rela membelikan gue album BTS, inikan harganya mahal."


"Karna gue udah janjikan sama elo."


"Iya sieh, tapikan maksud gue....."


"Udah malam, gue sebaiknya balik." potong Romeo sebelum Kasih menyelsaikan ucapannya.


"Iya, ntar kita digrebek hansip lagi dikirain kita ngapa-ngapain lagi."


Mendengar hal tersebut membuat Kasih terkekeh geli, "Yeee, emangnya cuma kita berdua doank dirumah, kan ada mami, papi dan bang Taran, ya gak mungkinlah hansip menggerbek."


"Ya siapa tahukan."


"Ya sudah gieh sana cepetan pulang lo."


"Lahh, kok malah ngusir."


"Tadi katanya mau pulang."

__ADS_1


"Ahh iya." lisan Romeo, "Sampaiin salam sama keluarga elo ya Kas, khususnya sama tante."


Kasih hanya mengangguk untuk mengiyakan permintaan Romeo, tapi dalam hati dia tidak akan menyampaikan salam tersebut.


Dan Kasih mengantarkan Romeo sampai depan, dan saat motor Romeo melaju, barulah Kasih kembali masuk ke rumahnya, dia memegang album BTS pemberian Romeo dan membawanya ke kamarnya, Kasih membawanya dengan penuh hati-hati seolah-olah tuh album terbuat dari kaca porselen.


*****


Saat Romeo memasuki rumah besarnya, bik Imah salah satu ART dirumahnya berjalan dengan tergopoh-gopoh ke arah sang tuan.


"Tuan muda, tuan kemana saja, satu jam yang lalu tuan besar pulang dan menanyakan tuan muda." lapor bik Imah.


Romeo mendengus kasar mendengar kalau papanya menanyakan dirinya, biasanya laki-laki itu cuek dan tidak memperdulikannya, "Sekarang laki-laki itu dimana bik." dan Romeo juga bukanlah anak yang berbakti kepada papanya, denger saja kata-katanya, dia memanggil papanya dengan laki-laki itu, bukan papa.


"Tuan besar pergi lagi tuan muda."


"Pasti dia mau menemui wanita simpanannya itu." gumam Romeo kasar dan melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


"Tuan, apa tuan mau makan, mau saya siapin makan ya tuan."


"Tidak bik terimakasih, aku sudah makan diluar." jawab Romeo terus berjalan tanpa menoleh, Romeo benar-benar tidak menghargai orang deh, bik Imah dan yang lainnya sudah capek-capek masak, ehh sang majikan malah makannya diluar, hal ini memang bukan yang pertama kalinya terjadi, Romeo sangat jarang makan dirumah, sehingga makanan-makanan itu mubazir.


"Akhh tuan muda, benar-benar tidak mensyukuri nikmat gusti Allah, diluar sana sangat banyak yang ingin makan, ehh malah masakan yang kami masak kami makan sendiri." keluh bik Imah, tapi toh dia bisa apa, ngomel tentu saja tidak mungkin karna dia tidak berhak sama sekali akan kehidupan sang tuan muda.


Bik Imah hanya memandang punggu Romeo sampai laki-laki remaja itu menghilang dibalik pintu.


****

__ADS_1


__ADS_2