KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
Bab 34


__ADS_3

Dito berjalan mondar mandir memikirkan kemungkinan dimana Kasih berada. Jujur sejauh ini, belum pernah sekali pun Dito merasa khawatir tentang siapapun kecuali kedua orang tua dan juga omanya. Namun kali ini berbeda, semenjak hari itu. Hari di mana Kasih bersorak dengan keras menyebut namanya, mulai hari itu Dito semakin penasaran, dan rasa penasaran membuat Dito akhirnya memutuskan untuk pindak ke sekolah yang sama dengan Kasih. Padahal awalnya Dito sangat tidak ingin sekolah di tempat ini, mengingat jika sepupunya juga pemilik sekolah berada di sekolah ini. Namun, karena tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh sosok Kasih, akhirnya Dito pun mengambil  keputusan untuk bersekolah di sekolah yang sama dengan Kasih dan tentunya dengan Putra, sepupunya.


"Kasih ngak ada di rumahnya." Ucap Citra yang baru saja datang menghampiri Dito.


Citra memutuskan untuk memerihtkan supirnya untuk mengambil buku di rumah Kasih sambil melihat keadaan apa kah Kasih ada di sana atau tidak. Dan benar saja dugaan Citra tidak salah, Kasih sama sekali tidak sedang berada di rumahnya. Karena tidak mungkin Kasih pulang dengan meninggalkan tas sekolahnya.


"Gue anter lu pulang aja Cit, biar gue yang nyariin Kasih." Pinta Dito,


"Ngak usah Dit, supir gue bentar lagi datang kok." Ucap Citra, lalu Citra diam sejenak. "Oh ya Dit, Kasih suka pantai, mungkin saja Kasih ada di pantai."


"Pantai?"


"Ya, dulu Kasih pernah bilang ke gue, katanya di pantai enak, kalau teriak kencang ngak ada yang dengar, tempat yang sunyi namun ribut karena suara dari ombak."

__ADS_1


Dito langsung melihat ponselnya mencari pantai yang paling dekat dari arah sekolah. Dito langsung naik ke atas motor, membunyikan motor dan menarik gas, meninggalkan Citra seorang diri.


'Dito, Putra. Apa mungkin mereka berdua jatuh cinta pada Kasih? Kalau ia, wauuu cinta segi tiga." Gumam Citra.


••••


Beberapa pantai yang di telusuri oleh Dito. Namun kenyataan tetap sama, tidak menemukan Kasih sama sekali. Dito benar-benar merasa prutasi karena tidak menemukan keberadaan Kasih. Hingga Dito meraih ponsel yang berada di saku celana sekolahnya, menelpon Putra menanyakan kabar, apakah Kasih sudah di temukan atau tidak. Namun beberapa kali Dito mencoba menghubungi Putra, tidak ada jawaban sama sekali. Hingga membuat Dito teriak sekencang mungkin


"Kasih... Lu dimana?"


•••••


Perlahan Kasih membuka matanya, dan menatap sekeliling, kamar yang dominan berwarna abu dengan dekorasi pria yang sangat berbeda jauh dengan kamarnya.

__ADS_1


"Kau sudah sadar sayang?" Tanya ibunda Putra yang baru saja masuk ke dalam kamar.


Kasih dengan sigap langsung bangun dan ingin mencoba turun dari tempat tidur namun ibunda Putra langsung mendekat dan melarang Kasih turun.


"Istirahatlah." Kata ibunda Putra. "Oh ya, panggil saja aku ibu. Aku ibunya Putra."


Pikiran Kasih berkelana ke beberapa jam silam. Yah, benar saja saat itu mereka berdua berada di pantai, dan saat itu tiba-tiba kepala Kasih sakit, dan penglihatannya pun mulai kabur.


"Tante, sepertinya aku harus pulang." Kata Kasih.


"Tunggu Putra dulu. Dia sedang ke pantai mengambil motornya yang ketinggalan. Oh ya, ibu mau masak dulu. Lebih baik kau istirahat saja, biar cepat sembuh." Kata ibu Putra lalu keluar dari dalam kamar, membiarkan Kasih seorang diri di dalam kamar.


Saat ibunya Putra keluar, Kasih langsung turun dari tempat tidur dan menatap sekeliling, hingga mata Kasih tertuju pada meja yang terdapat foto dirinya. Entah kapan Putra mengambil foto itu darinya.

__ADS_1


Kasih melihat foto tersebut sambil mengingat kapan dirinya memakai pakaian itu. Hingga mata Kasih kembali tertuju pada album kecil, Kasih yang begitu penasaran membuka album itu, tanpa sengaja air mata Kasih jatuh menetes saat membuka satu persatu lembar album foto.


__ADS_2