KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
BERTEMU JULIET


__ADS_3

"Apa mama tidak pernah memberi kamu makan hemm." ujar Romeo mengguncang lengan sang adek pelan.


Kata-kata kakaknya barusan membuat Juliet terkekeh pelan, "Akhh kakak ini ada-ada saja, mana mungkin mama tidak memberiku makan, meskipun sudah bercerai dengan papa, mamakan juga kaya kak, uangnya banyak."


"Apa, jadi mama dan papanya Romeo bercerai." batin Kasih tidak menyangka, dia ingat tentang percakapannya dengan Romeo saat Romeo mengantarkannya pulang waktu itu, tentang keluarga yang utuh, "Jadi sik Juliet ini ikut sama mamanya sedangkan Romeo ikut sama papanya, pantas saja waktu itu kamar Juliet kosong dan Romeo terlihat enggan saat membicarakan keluarganya, ternyata ini penyebabnya."


"Terus kenapa bisa sekurus ini Juli."


Juliet memilih untuk tidak menjawab pertanyaan kakaknya tersebut, sebagai gantinya, gadis remaja yang memakai seragam SMP itu terlihat lesu, pasalnya ini bukan masalah makan atau tidak, mungkin saja batin gadis itu yang tertekan akibat perceraian kedua orang tuanya sehingga membuat berat badannya turun, melihat air muka adiknya yang tampak murung membuat Romeo mengerti apa yang membuat berat adiknya turun begini, dia juga tentu saja tertekan dengan perceraian kedua orang tuanya, tapi dia berusaha untuk tidak memikirkan hal tersebut.


Romeo kembali meraih tubuh adiknya dan membawanya dalam pelukannya, Romeo berusaha menghibur adiknya, "Jangan difikirkan Juli, semuanya pasti akan baik-baik saja, yakinlah dan terus berdoa supaya mama dan papa suatu saat bisa bersatu kembali dan keluarga kita akan kembali utuh seperti sedia kala."


Dalam pelukan sang kakak Juliet mengangguk.


"Kasihan sekali mereka." suara hati Kasih saat menyaksikan hal tersebut, untuk pertamakalinya Kasih bersyukur karna memiliki orang tua yang utuh dan harmonis, Kasih berdoa dalam hati supaya orang tuanya bisa bersama sampai akhir hayat.


"Astaga sampai lupa." Romeo kembali menguraikan pelukannya saat dia ingat kalau saat ini dia juga tengah bersama dengan Kasih, "Kakak bersama dengan teman kakak."


Juliet yang sejak tadi fokus sama Romeo melirik ke arah Kasih yang tepat berdiri disamping Romeo, kedua gadis itu saling melempar senyum satu sama lain begitu mata mereka bertemu.


"Apa dia pacar kakak." tanya Juliet.


"Bukan bukan." bantah Kasih cepat.


Sedangkan Romeo terkekeh dan berkata, "Astaga Juli Juli." sambil menggelengkan kepalanya, "Selain berat badan kamu yang turun, ternyata pendengaran kamu mulai bermasalah ya sekarang, tadikan kakak sudah bilang kalau gadis yang saat ini tengah berdiri disamping kakak adalah temannya kakak."


"Oooo." bibir Juliet membulat sempurna, "Teman ternyata, aku fikir pacarnya kakak."


"Nama kakak siapa." Juliet bertanya ramah, wajah murungnya sudah kembali ceria.


"Kasih." jawab Kasih sembari menyodorkan tangannya untuk dijabat oleh Juliet.


"Aku Juliet kak Kasih, adiknya kak Romeo." Juliet membalas uluran tangan Kasih, "Senang bertemu dengan kakak."


"Iya, aku juga."

__ADS_1


"Bagaimana kalau sekarang kita makan sambil ngobrol, kamu laparkan Juli." sela Romeo.


"Iya kak, tapi nanti jam 04.00, antarkan aku ke tempat les matimatika ya kak."


"Astaga, kamu masih saja ikut-ikut les seperti itu, pasti hidupmu membosankan sekali ya." mendengarkan kata les saja sudah membuat Romeo bergidik, apalagi lesnya matimatika lagi.


"Habisnya gimana kak, tahu sendirikan mama kayak gimana orangnya, mama itu maunya segala sesuatunya serba sempurna, dan dia tidak ingin nilaiku turun gara-gara tidak ikutan les seperti teman-temanku yang lain." disini Juliet terlihat tertekan karna dia harus ngikutin keinginan dari sang mama.


"Nanti biar kakak yang ngomong sama mama ya supaya mama tidak memaksakan kehendaknya lagi kepada kamu, kalau belajar terus-menerus tanpa henti, kapan kamu bisa senang-senangnya, tidak cukup apa belajarnya disekolah saja, bukannya malah pinter, tapi bisa stress jadinya." Romeo terlihat tidak suka mendengar pengaduan adiknya, mamanya memang seperti itu, karna menginginkan sesuatu hal yang sempurna sehingga dia memaksa anak-anaknya untuk melakukan apa yang dia inginkan.


Juliet yang tidak ingin kakaknya kena masalah buru-buru membantah, "Jangan kak jangan, aku senang kok les matimatika." bohong Juliet, dia berusaha meyakinkan kakaknya dengan membuat raut wajahnya senormal mungkin.


"Kamu gak bohongkan Juli."


"Iya kak, aku senang kok les matimatika."


Romeo mengangguk percaya pada akhirnya.


*****


Romeo dan Kasih balas melambai sebagai perpisahan.


"Bye Juliet, yang benar ya belajarnya." pesan Kasih, meskipun kedua gadis itu baru saja bertemu, tapi mereka sudah akrab saja seperti dua orang yang sudah lama kenal, faktor terbesar yang membuat keakraban mereka cepat terjalin adalah karna tidak lain dan tidak bukan adalah karna mereka berdua adalah sesama army alias fans BTS garis keras, saat makan tadi dan kedua gadis remaja itu tengah membicarakan tentang BTS, Romeo jadi terlupakan dan dikacangin, apalagi mereka biasnya sama yaitu sik bontot golden maknae sik Jeon Jungkok itu, makin hebohlah mereka membahas tentang idola mereka itu, saking hebohnya bahkan beberapa pengunjung cafe melirik ke arah mereka karna merasa terganggu.


"Pasti kak Kasih, kapan-kapan ketemu lagi ya kak."


Kasih mengangguk, tentu saja dia ingin bertemu kembali dengan Juliet, menurutnya sangat menyenangkan bertemu dengan orang yang menyukai hal yang sama dengannya, itu membuat mereka jadi nyambung gitu lho.


"Jul, pulangnya nanti yang jemput siapa." Romeo bertanya sebelum dia benar-benar menjalankan mobilnya.


"Dijemput sopir kak."


"Ya udah kalau gitu, masuk gieh sana, belajar yang benar agar mama tidak sia-sia ngeluarin duitnya."


Juliet mengangguk, "Oke, tapi kak Romeo janji ya, kalau ketemu nanti, ajak kak Kasih lagi."

__ADS_1


"Iya kalau orangnya mau."


"Kak Kasih maukan." Juliet bertanya pada Kasih.


"Tentu saja kakak mau Juliet."


Juliet tersenyum mendengar jawaban Kasih, "Oke kalau gitu, aku masuk dulu." Juliet melambaikan tangan untuk terakhir kalinya dan memasuki gedung tempatnya les.


Romeo baru menjalankan mobilnya saat melihat sang adik yang memasuki gedung tempatnya mengikuti les.


******


Dalam perjalanan mengantarkan Kasih pulang kerumahnya, Romeo berkata, "Sorry ya Kas kalau elo risih dengan sikap adek gue yang lebay dan agak berisik."


"Santai aja kali Rom, guekan sebelas dua belas sama adek lo, heboh dan lebay."


"Iya benar juga sieh."


"Ya memang begitu kalau kami sama-sama menyukai hal yang sama, pasti bakalan heboh saat membicarakan hal yang kami sukai."


Romeo hanya mangut-mangut tapi tidak mengerti, tidak mengerti dengan dunia cewek yang pada heboh jerit-jerit membicarakan cowok yang jelas-jelas tidak mengenal mereka.


"Romm." Kasih memandang Romeo.


"Hmmm."


"Jangan lupa ya sama janji elo."


"Janji apaan." Romeo ingat tentu saja, tapi dia hanya ingin menggoda Kasih saja dengan pura-pura tidak ingat.


"Ishhh." desis Kasih, "Dasar pikun lo ya, belum juga menikah."


"Iya iya gue ingat, album BTSkan yang gue janjikan sama lo."


"Hmmm." Kasih langsung tersenyum mendengar hal tersebut.

__ADS_1


*****


__ADS_2