KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
10


__ADS_3

Sore itu jalanan protokol kota Kediri nampak lengang, mobil yang kini Nisa naiki sedang melaju membelah jalanan.


Tidak ada percakapan, suasana tampak hening, Rey sedang berkonsentrasi menyetir sedangkan Nisa? gadis itu memilih menatap luar jendela, pikirannya entah melayang kemana.


"Apa kamu suka? " tanya Rey pada Nisa saat tak sengaja memandang gadis itu sedang mengamati taman yang terletak di bawah jembatan.


"he hem" jawab Nisa ragu.


Tanpa babibu Reyvan memutar setir ke kanan memakirkan mobil di sebuah resto yang berhadapan langsung dengan taman tersebut Taman Brantas tulisan berjejer tepat dimuka taman.


"Kita makan dulu gue laper" ucap Rey keluar dari mobil. Kemudian berjalan memutari mobil membuka pintu tepat Nisa duduk.


* * *


"Pelan pelan makannya, atau lo sengaja biar gue suapin, jarang jarang kan disuapin cowok ganteng?" ujar Rey menggoda Nisa yang tampak kesal, gadis itu menyendok makanan dengan emosi diubun ubun.


Nisa memilih membuang muka, malas meladeni pria yang PDnya kebangetan. 10 Menit yang lalu pria itu menggendongnya seperti bayi, membuat dia menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung Resto.


Nisa selesai melahap habis makanan yang ada dipiringnya kurang dari 3 menit, ternyata cewek kalau lagi kesel kayak macan kelaperan ngeriii.


"Mau kemana? " tanya Reyvan saat melihat Nisa berdiri hendak meninggalkan meja.


"Pulang" jawab Nisa datar, kemudian berjalan meski tertatih.


"Tunggu biar gue gendong" ucap Rey santai meletakan sendok dan garpu, kemudian beranjak mendekati Nisa, membuat Nisa membelalakan mata, melotot ke arah pria yang mulutnya masih sibuk mengunyah makanan gag usah isyarat mata yang Nisa berikan pada Rey.


Rey tak menggubris isyarat Nisa, dia memilih memanggil pelayang untuk membayar tagihan makannnya.


Aaaaaa pekik Nisa saat tubuhnya terhuyung kebelakang "Kan gue udah bilang, biar gue gendong" ucap Rey setelah selesai membayar makan, dia menghampiri Nisa yang berjalan tertatih, kemudian duduk berjongkok meraih tangan Nisa agar memeluknya dari belakang, pria itu mebawa Nisa dalam gendongannya.


Uh romantis so sweet begitulah tanggapan dari para pengunjung resto, Nisa tampak malu dia memilih menenggelamkan wajahnya pada punggu Reyvan "Nikmatin aja, kapan lagi bisa nyium cowok cool kayak gue" sekali lagi Reyvan menyombongkan diri dan mendapat hadiah cubitan kepiting di pinggangnya "diem apa gue gigit nih" ancam Nisa menunjuk punggung Rey.


"Gigit aja, lo kan emang gitu? malu malu tapi mau"


"Aaauuuuwww" pekik Reyvan kesakitan, gadis itu benar benar menggigit punggungnya


"Diem nggak? "


"Iya iya ampun".


'gila nih cewek, kalau marah ngalahin macan kerah' batin Reyvan melirik sekilas Nisa dalam gendongannya.

__ADS_1


Nisa turun dari gendongan Rey dia tampak bersemangat.


"Pelan pelan bocill...kaki lo masih sakit" pekik Rey saat menyadari Nisa akan berlari.


"Heeeee lupa" cengir Nisa.


Nisa berjalaran beriringan dengan Rey, menyusuri area taman, setelah lelah berkeliling, akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di kursi yang telah tersedia.


"lo mau minum apa? " tanya Rey.


Nisa hanya menggeleng "Chalime, bobanya yang banyak yah". Ucap Nisa dengan senyuman.


tadi geleng, sekarang request, dasar bocah.


"ya udah, tunggu disini, gue cari minum bentar", pamit Rey diikuti anggukan oleh Nisa.


Sore itu suasana taman tidak terlalu ramai, hanya beberapa pengunjung yang rata rata muda mudi sedang asyik bercengkrama.


Nisa mulai bosan menunggu, dia memutuskan untuk melihat lihat bunga dipinggir kursi tempat dia duduk tadi.


Gadis itu melihat lihat sambil mengajak bicara pada tanaman,sambil berjalan disekitar kursi tempatnya duduk.


Suara muda mudi yang sedang bercengkrama mengusik telinga Nisa yang semula nampak cuek. Nisa seperti mengenali suara itu, hehm suara itu mirip sekali dengan Yessi teman satu sekolahnya.


"Hey bocilll, ngapain kamu? ". panggil Reyvan membuat Nisa kaget kemudian menoleh sekilas kearah Reyvan, namun saat kembali menoleh tak mendapati sepasang kekasih tadi.


"Hey bociiil, nyari siapa? " Reyvan menghampiri Nisa saat gadis itu terlihat celingukan Nih.." Pria itu menyodorkan kantong keresek berisi minuman kekinian kesukaan Nisa.


Nisa menerimanya kemudian mengambil minuman itu dan menancapkan sedotan kemudian meminumnya dengan kepala bergoyang.


"huh,,, alhamdulillah nikmat! " serunya sambil mengangkat cup minumannya. "ini enak sekali" .


DASAR BOCAH batin Rey saat menatap Nisa yang tampak berbinar, hanya dengan meminum minuman kekinian itu.


Saat asyik menikmati minumannya, tiba tiba Nisa teringat jika dia belum mentransfer uang pada tengkulak tempatnya membeli onderdil.


"Aku harus pulang"., ucapnya spontan.


"Kenapa? " tanya Reyvan yang melihat Nisa tampak gusar.


"Aku lupa belum mentransfer uang ke tengkulak, aduuuh gimana ini?".

__ADS_1


Reyvan mengernyitkan dahi tak memahami maksud Nisa.


"Ah sudahlah aku harus pulang". Nisa enggan memberi penjelasan, gadis itu memilih berjalan meninggalakan Rey.


"Tungguuu" teriak Rey saat Nisa sudah mulai menjauh.


Nisa tampak cuek, dia berjalan dengan cepat meski tertatih.


***


"Assalamu'alaikum... " salam Nisa saat memasuki bengkel miliknya disana beberapa karyawan tampak sibuk, sepertinya hari ini mereka akan lembur.


"wa'alaikum salam" seisi ruangan kompak menjawab salam.


"Alhamdulillah akhirnya kamu pulang" sapa Fahmi saat mendapati Nisa berdiri di depan bengkel, "Loh kakimu kenapa dek? " imbuhnya saat memperhatikan kaki Nisa yang dibalut perban.


"iya,,kaki mbak kenapa? " sahut Dani yang baru saja keluar dari dalam bengkel, tangannya sedang sibuk membawa oly.


"ehmb, anu tadi aku jatoh dari sepeda" jawab Nisa gugup, kali ini dia terpaksa berbohong.


"Loh kok bisa? Dan.." ucapan Dani terhenti saat melihat seorang pria tampan berdiri Di samping Nisa ",dia siapa mbak? " tanya Dani.


Nisa menoleh mengikuti arah pandang Dani, "oh ini.."


Bug bug bug


Tanpa ba bi bu, Dengan kesal Dani menghampiri Reyvan, kemudian memukulnya"Keterlaluan kamu, udah bikin mbak Nisa jadi pincang! " geramnya, tangannya kembali memukul Bug Bug.


Sedangkan Rey yang tak siap menerima pukulan hanya bisa pasrah saat Dani memukulinya.


Kali ini Dani seperti bocah yang kesetanan, maklum dia sudah menganggap Nisa kakaknya sendiri, jadi melihat tubuh Nisa terluka membuatnya geram, apalagi setelah melihat Nisa diantar orang asing, membuatnya mengira kalau Nisa terluka karna tertabrak oleh Reyvan.


"wis dan, wis...hop dan, hop..." teriak Nisa yang terlihat khawatir, dia berjalan tertatih menghampiri Dani dan Reyvan, Tangannya mencoba menghalau tinjuan Dani, sedangkan Fahmi mencoba memeluk tubuh Dani dari belakang membawanya menjauh dari Reyvan, namun Dani terus meronta.


"Mas tolong bawa Dani menjauh, cepet Ucap Nisa diikuti anggukan oleh Fahmi.


"Hey dasar Be** awas lo ya!" gertak Dani yang emosinya masih diatas ubun ubun. Dengan sigab Fahmi segera membawa Dani keluar bengkel.


"Kamu nggak papa? pasti sakit? " tanya Nisa saat melihat Fahmi telah mebawa Dani mwnjauh, gadis itu menhampiri Reyvan, yang terlihat kesakitan, kemudian duduk berjongkok menghadap Rey yang jatuh terungkur, wajahnya tampak yang cemas melihat sudut bibir Reyvan berdarah.


"Sini aku bantu" ucap Nisa dia bangkit lalu menjulurkan tangan, sebagai pemopang saat Reyvan bangkit.

__ADS_1


Dengan pelan Reyvan meraih tangan Nisa kemudian bangkit, dia merasa sakit dibeberapa titik, baru kali ini dia dipukuli, apalagi oleh anak bau kencur.


__ADS_2