
Karena ini adalah hari minggu, Kasih memutuskan untuk membantu ibunya bekerja di warung. Dan saat Kasih tengah sibuk melayani pembeli, tiba-tiba saja Dito datang menawarkan diri untuk membatu Kasih. Awalnya Kasih menolak namun karena Dito keras kepala akhirnya Kasih pun pasrah dan membiarkan Dito membantu pekerjaannya. Dito bahkan tidak sungkan-sungkan mencuci piring bekas makan. Padahal selama ini, Dito sama sekali belun pernah mengerjakan pekerjaan tersebut. Ibu Kasih tersenyum melihat Kasih dan Dito yang sering tertawa bersama, ibu Kasih berharap kali ini Kasih bisa mendapatkan pria yang tidak seperti kemarin.
"Apa dia pacarmu?" Tanya ibu saat Kasih sudah selesai mencuci piring.
"Ibu, dia hanya temanku."
"Tapi ibu lihat dari sorot matanya kalau sepertinya dia ada rasa denganum." Kata ibu membuat Kasih tersenyum. "Mata tidak bisa berbohong Kas. Dito pasti suka dengan kamu." Setelah berkata demikian, ibu Kasih membawa makanan dan meletakkan di meja tepat di hadapan Dito.
"Makan lah nak."
"Makasih bu." Ucap Dito dan langsung melahap makanan yang di berikan oleh ibunya Kasih.
"Ibu harap kau bisa membuat Kasih terus tertawa. Jangan buat Kasih menangis." Ucapan ibu Kasih mampu membuat Dito berhenti mengunyak, Dito bahkan sangat kaget karena tidak ada angin dan hujan tiba-tiba ada ada perbincangan seperti itu yang keluar dari bibir ibu Kasih.
"Kasih gadis baik dan penurut. Ibu harap kau tidak menyakitinya." Ucap ibu lalu berdiri dan kembali berjalan ke arah dapur. Dito langsung berdiri dari duduknya dan membungkukkan setengah badanya dan berkata.
"Terima kasih bu, terima kasih. Aku akan menjaganya dengan baik." Dito tersenyum, karena telah mendapat lampu hijau dari ibu Kasih.
__ADS_1
••••
"Kau sangat mencintai Kasih?" Tanya ibu saat membuka pintu kamar Putra. Putra yang saat ini tengah asik bermain gitar langsung spontan menoleh ke arah pintu saat mendengar pertanyaan ibunya.
"Apa kau sangat mencintai Kasih?" Ulang sang ibu.
"Ya bu." Jawab Putra sambil menganggukkan kepalanya, lalu kembali memetik sinar gitarnya.
Ibu berjalan menghampirinya dan duduk tetap di samping Putra.
"Ibu.." Ucap Putra yang tentu masih syok dengan ucapan ibunya.
"Biar ibu yang mengurus ayahmu, jadi pergilah." Dengan penuh rasa bahagia, Putra langsung memeluk tubuh ibunya. Baru pertama kali sang ibu memberikan apa yang Putra inginkan, hal yang sangat di luar pikiran Putra. Putra benar-benar sangat bahagia. Dengan memakai jaketnya, Putra langsung berlari keluar dari kamar menuju parkiran motor kesayangannya.
Di perjalanan, tak henti-hentinya Putra tersenyum. Kini ia sudah mendapatkan restu dari ibunya, tinggal selangkah lagi untuk menyakinkan Kasih agar bisa kembali dengannya. Dan kini Putra berjanji, tidak akan lagi meninggalkan Kasih apa pun yang terjadi. Putra sudah memantapkan hatinya dengan pilihannya, yang akan menjadikan Kasih sebagai kekasih dan juga akan menjadikan istri jika mereka sudah sama-sama lulus dari SMA.
Saat Putra telah sampai tepat di depan warung, Putra dapat melihat dengan jelas dari balik jendela kaca. Kini Kasih dan Dito saling tertawa bersama, tapi tidak membuat semangat Putra memudar. Putra tetap dengan percaya dirinya masuk ke dalam warung dan langsung berdiri tepat di hadapan Kasih.
__ADS_1
"Kasih." Ucap Putra membuat Kasih dan Dito serentak menoleh ke arah Putra.
"Gue suka dan sayang ama lu Kasih. Gue pengen jagain lu. Dan kelak gue mau saat lu bangun gue yang paling pertama ngelihat gue. Begitupun sebaliknya."
"Putra." Teriak Dito sambil menggebrak meja membuat para pengunjuk menoleh ke arah mereka.
"Jangan ribut di sini. Ayo kalian keluar." Kasih keluar dari warung di ikuti oleh Dito dan juga Putra.
"Please, jangan buat keributan di warung ibu."
"Ngak Kasih." Kata Dito.
"Gue tulus Kas. Gue serius." Ucap Putra dengan tatapan cinta kepada Kasih.. Kasih dapat melihat dengan tulus ucapan Putra, tapi Kasih yang sudah tahu penyebab mereka pernah kandas hanya memilih diam.
"Tapi Kas. Gue juga uda..." Ucapan Dito terpotong Kala Kasih langsung menyelah.
"Dit, lu mau tau apa jawaban gue?" tanya Kasih dan Dito menganggukkan kepalanya. "Gue terima lu. Gue mau jadi pacar lu Dit."
__ADS_1