
Wanita yang kini sudah menginjak hampir kepala lima itu tersenyum lebar saat melihat putra semata wayangnya, sangat kentara kalau dia kangen sama putra tampannya itu.
Romeo balas tersenyum, dia juga sangat kangen sama sang mama, kesibukan mamanya membuat mereka jarang bertemu, Romeo mempercepat langkahnya.
"Kak Romeo." Juliet langsung menubruk tubuh sang kakak, gadis berusia 14 tahun tersebut memeluk tubuh kakaknya dengan erat.
Romeo balas memeluk sang adik, "Tumben banget nyarin kakak."
"Iya diajakin mama tuh, katanya kangen sama kakak."
Romeo menoleh ke arah mamanya, sebelum mendorong bahu adiknya pelan untuk mengurai pelukan mereka.
"Ma." Romeo memeluk mamanya yang dibalas oleh mama Indah.
"Putra mama." mama Indah mengelus punggung Romeo.
Romeo menarik tubuhnya dan bertanya, "Mama apa kabar."
"Mama baik sayang, kamu sendiri bagaimana." mama Indah balik nanya sembari memperhatikan sang anak dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan menurut penglihatan mama Indah, Romeo masih sama seperti saat dia berpisah dengan mantan suaminya, tidak ada yang berubah secara fisik dari Romeo, jadi hal itu membuat mama Indah berfikir kalau sang putra dalam keadaan baik-baik saja, yang mama Indah tidak ketahui adalah kalau batin Romeo yang menderita karna perpisahannya dan mantannya suaminya, sama halnya yang dirasakan oleh Juita juga, namun tentunya Romeo bisa mengalihkan fikirannya dengan melakukan hal-hal positif sehinngga dia tidak terperosok dalam kesedihan berlarut-larut akibat dari perceraian kedua orang tuanya, tapi meskipun begitu, besar harapan Romeo dan Juliet kalau suatu saat sang mama dan papa bisa bersatu kembali seperti sedia kala.
"Romeo baik ma."
"Mama bisa melihatnya sayang." mama Indah mengelus pipi anak laki-lakinya.
"Mama kangen sama kamu sayang, makanya mama ngajakin adik kamu untuk menemui kamu disekolah, kita makan siang bareng ya."
Romeo mengangguk, tentu saja dia mau menghabiskan waktunya lebih lama dengan mamanya.
"Oh ya ma, ajakin pacarnya kak Romeo sekalian." timpal Juliet.
Mendengar kata-kata dari putri bungsunya membuat mama Indah memberikan tatapan yang sarat akan pertanyaan dimatanya kepada putranya.
"Pacar, kamu punya pacar sayang." pertanyaan tersebut ditegaskan lewat lisan.
"Apaan sieh kamu Juli, jangan ngarang cerita ya, memangnya kapan kakak punya pacar, kalau maksud kamu Nayla, kakakkan sudah cukup lama putus dengan gadis itu."
"Ihh kakak ini gimana sieh, siapa juga yang bilang kalau pacar kakak kak Nayla, itu lho kak maksud aku kak Kasih." Juliet menjelaskan.
__ADS_1
"Ohh, jadi nama pacar kamu Kasih." timpal mama Indah menatap putranya dengan tatapan menggoda.
"Bukan pacar ma, Kasih itu temannya Romeo." Romeo mengklarifikasi, "Bukannya kakak sudah bilang ya kalau kakak dan Kasih itu temenan."
"Hehe, iya sieh, tapi aku fikir, status kakak kini sudah naik kelas gitu."
"Jadi, ini mana yang benar, gadis bernama Kasih yang dikatakan oleh adik kamu itu pacar atau teman."
"Untuk saat ini sieh teman ma."
"Ohh, jadi kak Romeo berniat gitu untuk menjadikan kak Kasih sebagai pacar, wahh kalau itu sieh ya aku dukung 100%, aku suka banget sama kak Kasih, dia orangnya baik dan asyik, kak Kasih juga enak diajakin ghibah tentang BTS." Juliet memberikan lampu hijaunya.
"Benar itu Romeo, kamu punya niatan untuk menjadikan gadis yang dimaksud oleh adikmu itu sebagai pacarmu."
"Belum tahu juga sieh, lihat entar saja, kalau cocokologi sieh kayaknya iya." ini sik Romeo plin plan amet deh memberikan jawabannya.
"Jadian saja sama kak Kasih kak, kak Kasih itu baik, ramah, penyuka BTS dan...." Juliet tidak melanjutkan ucapannya karna pandangannya terarah pada gadis yang baru keluar dari gerbang sekolah yang tengah menuntun sepedanya, Juliet menunjuk, "Nahh, itu dia orangnya ma."
Mama indah mengarahkan matanya untuk melihat gadis yang bernama Kasih, dan Romeo yang posisinya membelakangi arah gerbang balik badan, matanya menemukan sosok Kasih.
Tanpa tedeng aling-aling, Juliet berteriak memanggil Kasih dengan suara melengking, "Kak Kasihhhhh."
Kasih tahu sieh kalau diSMA PERTIWI bukan dia satu-satunya yang bernama Kasih, tapi saat mendengar suara tersebut, dia langsung menoleh dan melihat Juliet melambai ke arahnya dengan penuh semangat, Kasih balas melambai, dan saat dilihatnya Juliet memberikan kode lewat tangannya untuk memintanya untuk mendekat, Kasih tanpa ragu berjalan sembari menuntun sepedanya mendekati keluarga tersebut.
"Hai kak Kasih." sapa Juliet ramah saat Kasih sudah ada didekatnya.
"Hai Juliet."
"Maaf ya Kas kalau adek gue berteriak manggil elo dengan suara cemprengnya."
"Gak apa-apa Rom."
"Ishh kak Romeo ini, suara aku bagus banget kok dikatain cempreng sieh." Juliet marajuk mendengar kata-kata kakaknya.
"Elahh gitu aja ngambek."
Pandangan Kasih terarah pada wanita cantik yang berdiri disampingnya Juliet, dan tanpa perlu bertanya, Kasih tahu kalau wanita cantik yang sudah berumur itu adalah mamanya Romeo dan Juliet, kemiripan diantara mereka begitu terlihat jelas.
__ADS_1
"Ma, ini yang namanya kak Kasih." ujar Juliet begitu Kasih sudah tuba didekat mereka.
Mama Indah tersenyum pada Kasih, Kasih mengangguk sopan dan menyapa, "Hai tante, saya Kasih temannya Romeo."
"Hai juga Kasih, salam kenal ya, saya Indah, mamanya Juliet dan Romeo."
"Lo mau pulang Kas." Romeo bertanya hanya sekedar untuk basa-basi doank, ya jelas Kasih akan pulanglah mengingat ini memang sudah waktunya untuk pulang.
"Iya." Kasih menjawab sekenanya.
"Ma, kak Kasih boleh ikut kitakan ma."
"Ehh." bingung Kasih saat mendengar kata-kata Juliet, "Ikut apaan nieh maksudnya." batinnya.
Mama Indah mengangguk dan bertanya langsung pada Kasih, "Kasih, kamu mau ikut makan siang gak bersama kami."
"Mmmm, Kasih pulang saja deh tante, Kasih gak mau mengganggu acara kalian." Kasih menolak dengan halus.
"Ikut aja Kas." Romeo menimpali, "Lo gak mengganggu kok."
"Iya kak Kasih, ikut saja ya agar rame." bujuk Juliet, dia senang kalau Kasih ikut karna dia bisa membicarakan tentang idola mereka yaitu BTS.
"Mmm." Kasih terlihat berfikir
"Sudah kamu ikut saja Kasih."
"Ikut ya kak Kasih ya, ya." Juliet merengek.
"Baiklah." jawab Kasih pada akhirnya, tidak tega juga dia menolak keinginan Juliet yang sampai mengatupkan tangannya begitu.
"Yesss." Juliet bersorak senang begitu Kasih mengiyakan keinginannya.
"Gak usah heboh begitu juga donk Juli." komen Romeo yang melihat tingkah sang adik yang seperti bocah, lha, tapi memang bocah sieh, kan Juliet umurnya 15 tahun.
"Tapi sepedanya." Kasih mengedikkan dagunya ke arah sepedanya.
"Akhh sepeda lagi ya masalahnya, titip dulu ke pak Surip, gue juga mau nitip motor gue dulu, ntar sopirnya mama nganterin kita kesini lagi."
__ADS_1
Kasih mengangguk mengerti.
*****