KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
06. MASIH PUNYA HATI


__ADS_3

matahari sudah hampir tenggelam, terdengar mua'dzin sendang mengumandangkan adzan maghrib. nisa menggeliat membuka matanya perlahan, ia merasa nyaman tidur dikasur, hah dikasur?bukannya tadi nisa duduk dilantai dan kepalanya bersandar di ranjang, kenapa sekarang dikasur??? nisa tersadar dia segera bangun, mengingat ingat kejadian yang ia alami. diturunkan kakinya kelantai ia berdiri beranjak keluar kamar namun sebelum ia memutar knop, Ceklek pintu dibuka dari luar, nisa mengamati siapa yang masuk kedalam kamar, huh ternyata dia, batinnya.


"sudah bangun?nyenyak y tidur lo, gedung mau roboh sampe g tau" nyengir reyvan


"hah roboh??? beneran??? apa ada gempa? tanya nisa polos.


"hahaha dasar gadis bodoh, yang gempa pala loe" tawa reyvan cengengesan .


gila nih cowok bener bikin jengkel, grutu nisa, " apa kamu yang mindahin aku ke kasur?" tanya nisa.


"ya.. gue kasihan aja liat lo tidur duduk dilantai kepala lo nyender di kasur," jawab reyvan santai, "ya udah nih ambil". reyvan memberi kantong plastik berwarna putih pada nisa. "buruan dimakan ntr lo pingsan karna kelaperan, gue juga yang repot". ujar reyvan


"ya makasih" ucap nisa lirih


ternyata pria ini tidak seburuk yang nisa bayangkan, terbukti dia masih mau memberi nisa makanan, dan juga membaringkan nisa di kasur akibat ketiduran. "ternyata dia masih punya hati" gumam nisa.


selesai makan nisa membereskan bungkus makanan dan membuangnya di tong sampah dia segera menuju kamar mandi untuk mencuci tangannya. diputarnya kran air dia segera mencuci tangannya" hemb beres" nisa menyibak nyibakan tangannya yang masih basah, dia keluar kamar mandi, mengambil tas memgecek hpnya, diliatnya jam sudah menunjukan pukul 18.00.


"astaghfirullah aku belum sholat maghrib, semoga masih ada waktu". nisa mulai resah dia segera berlari keluar kamar menuruni tangga menuju masjid, iya segera mengambil wudhu dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang hamba,, selesai sholat nisa melipat dan mengembalikan mukena masjid ketempat semula. sayup sayup terdengar suara tawa, nisa menyisir asal suara itu, matanya tertuju pada pria yg mengenakan peci hitam sedang berbicara dgn imam masjid. pria itu tampak tampan n berkharisma ditambah ia memakai baju koko n peci. " tampan juga pria itu " batin nisa, tanpa sadar dia sedang mengagumi ketampanan pria itu.

__ADS_1


saat sedang asyik mengobrol, tak sengaja reyvan mengangkat kepala, pandangannya bertemu dengan gadis itu, ia menaikkan alis pertanda isyarat untuk nisa, nisa menggelengkan kepala seolah paham isyarat reyvan.


reyvan berpamitan pada imam masjid. berjalan mendekati nisa, jantung nisa berdegub kencang saat beradu pandang dengan reyvan, ia begitu gugub saat reyvan sudah berada di depannya.


" kok aku deg degkan ya" batinnya, seraya memegang dada.


" hey bocil... ngapain?" tanya reyvan "nungguin gue?"


" ah enggak" kilah nisa, " aku cuma pamit mau pulang" ucapnya.


" hehm ya udah ayok, balik k ruangan gue trus gue anter pulang" titah rey diikuti anggukan nisa.


nisa masih bingung kenapa pria gila ini mendadak jadi baik. merek berdua berjalan menuju ruangan reyvan hendak mengambil barang nisa,


"ihhhh ahhhh uhhhh" dia terus menggeliat berusaha meraih punggungnya,


"hey lo kenapa??? reyvan tampak bingung


"aaaaa,,ihhhhh, aduhhhhhhh, nisa berteriak tangannya masih berusaha mencari benda itu dan semakin membuat reyvan cemas..

__ADS_1


"sini sini sini,, coba gue liat," reyvan memegang pundak nisa menghentikan tingkah nisa yg masih menggeliat geli,


reyvan hampir saja memasukan tangannya ke punggung nisa namun na'as benda itu justru berjalan ke arah dada nisa.


"STOP!!! Ucap nisa , "jangan cari kesempatan dalam kesempitan" nisa menampik tangan reyvan, mata nisa melotot ke arahnya.


"ish... siapa juga yg ca...." belum sempat reyvan melanjutkan ucapannya, nisa sudah jingkrak² nisa masih berusaha mengambil benda itu nisa melempar benda itu tepat di dada reyvan. nisa menutup mata dengan tangannya merasa jijik dengan benda itu. " aaaa", ternyata hanya seekor cicak. "syukurlah" sambil mengelus dadanya. di angkat kepalanya, mata nisa membelalak menatap dada reyvan.


"itu..itu...itu" tunjuk nisa kearah dada reyvan, reyvan menggelengkan kepala bingung, apa yg dimaksud gadis itu.


"ituu... ituuu. cicak"


"hah!! mana, mana!! kini ganti reyvan yg kalang kabut...menampik nampik tangan ke arah dadanya, tp justru membuat cicak berpindah ke sel*kangan revan.


nisa bingung bagaimana cara menolong pria itu, diraihnya sapu dekat tembok, mengambil ancang ancang ingin memukul cicak itu, tepat sebelum sapu itu melayang ke arah sel*kangan reyvan. reyvan meraih sapu itu dgn tangan kirinya, sedang tangan kanannya berhasil mengbil cicak dan melemparnya ke arah taman,


nisa melempar sapu asal dan langsung menghampiri reyvan,


" kamu gag papa kan mas??" nisa memegang tangan reyvan, reyvan menoleh kearah nisa mereka saling bertatap, "astaga jantungku berasa berdisko, kenapa mesti begin??i" batin nisa, "ah jantungku" reyvan juga merasa jantungnya berdegub kencang.

__ADS_1


nisa tersadar,segera menarik tangannya dari tangan reyvan, dia jadi salah tingkah. pipinya memerah ,


"akuuu.. eh. gue gak papa " ucap reyvan.


__ADS_2