KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
BERTEMU JULIET.


__ADS_3

Saat tengah menunggu hasil fotokopian, ponsel Romeo berdering, dan saat melihat nama yang tertera dilayar ponselnya, Romeo tersenyum sebelum menggeser simbol telpon berwarna hijau.


"Iya sayang." sapanya antusias.


Demi mendengar Romeo bersayang ria dengan orang yang ditelpon membuat Kasih menoleh dengan cepat ke arah Romeo yang duduk disampingnya, dia mengerutkan keningnya saat melihat bibir Romeo yang tersenyum lebar saat berbicara dengan orang yang ditelpon.


"Lagi ngomong sama siapa sieh dia, masak iya sama pacarnya sieh, diakan bilangnya gak punya pacar, tapi kenapa dia pakai sayang-sayang segala." suara hati Kasih.


"......."


"Iya sayang, pulang sekolah kakak otw ya jemput kamu."


"......."


"Oke, kamu tunggu saja."


Setelah itu, Romeo menurunkan ponselnya, disaat itulah Kasih bertanya, "Lo telponan sama siapa, pacar lo ya."


"Kan elo yang pacar gue." jawab Romeo bercanda.


"Jangan bercanda deh, gue serius juga nanya."


"Itu adek gue."


"Ohh adek lo." Kasih mengangguk mengerti, "Juliet bukan, yang Armi itu jugakan sama kayak gue."


"Iya."


"Pulang sekolah, mau gak ikut gue."


"Ngapain."


"Ketemu Juliet."


"Gak deh."


"Ayoklah ikut, lokan sesama army tuh, kalau ketemu pasti klop, ikut ya." bujuk Romeo.


"Lokan pakai motor, gimana ceritanya gue ikut saat elo menjemput adek lo."


"Gue pakai mobil kok, makanya gue ngajak lo ikut." tandas Romeo, "Jadi, lo ikut ya."


"Sepeda gue."


"Titip lagilah sama pak Surip."

__ADS_1


"Udah sering nitip gue, ya gak enaklah, bosan pak Suripnya tuh dititipin terus."


"Elah masalah begituan doank pakai ribet, ntar gue kasih pak Surip uang rokok deh agar tuh bibir kekunci."


Dan pada akhirnya Kasih mau juga ikut Romeo bertemu dengan adiknya saat pulang sekolah nanti.


*****


"Kas, ikut ke rumah gue yuk." ajak Ria saat mereka berjalan bersama menuju gerbang.


Kasih sudah membuka bibirnya untuk memberikan jawaban atas ajakan Ria saat kedua gadis remaja itu berjengit kaget, Kasih dan Ria bahkan sampai meloncat saking terkejutnya karna bunyi klakson yang sangat keras dari arah belakang mereka.


"Astagfirullahhh." lafal Kasih sembari mengelus dadanya, jantungnya hampir saja copot, "Mau copot rasanya jantung gue." keluhnya.


"Siapa sieh itu norak banget, baru punya mobil kayaknya tuh anak." omel Ria.


Dan kedua gadis remaja itu berbarengan menoleh kebelakang untuk melihat siapakah gerangan yang telah membunyikan klakson sehingga membuat mereka sampai kaget begitu, dan berbarengan dengan hal tersebut, pintu kemudi terbuka yang memampangkan tubuh atletis Romeo, cowok itu nyengir tanpa rasa bersalah.


"Sorry, lo berdua kaget ya."


"Ya kagetlah, pakai nanya lagi." semprot Kasih begitu mengetahui siapa sik pengemudi tersebut.


"Ehh elo Rom, kirain siapa tadi." Ria yang tadinya mau marah gak jadi meluapkan amarahnya begitu mengetahui siapa sik pemilik mobil.


"Iya gue Ri, sorry ya kalau lo kaget."


"Yuk Kas." ajak Romeo.


Ria menoleh ke arah Kasih, tatapannya meminta sebuah jawaban atas ajakan Romeo barusan, dan Kasih yang mengerti arti tatapan dari sang sahabat menjelaskan, "Gue mau nemenin Romeo ketemu sama adeknya."


"Elo mau ketemu sama adeknya Romeo, ngapain."


Kasih menaikkan bahunya, "Gak tahu deh gue, Romeonya ngajak sambil maksa-maksa, ya jadinya gue terpaksa deh ikut."


Ria jadi iri, pasalnya Romeo selalu melibatkan Kasih dalam beberapa hal, diakan juga ingin gitu ngapa-ngapain diajakin sama Romeo, tapi sayangnya, Ria harus menelan ludah karna Romeo tidak pernah menawarkannya untuk ikut bergabung.


"Yuk Kas, ntar Julietnya keburu pulang dan lama nunggunya." imbuh Romeo tidak sabaran.


Kasih mengangguk, "Gue pergi dulu ya Ria, bye." Kasih melambaikan tangan dan berjalan menghampiri mobilnya Romeo.


"Akhh, kenapa sieh Kasih bisa sedekat itu sama Romeo, guekan jadi iri, ingin deh gue berada diposisinya Kasih." gumam Ria sembari memandangi mobil Romeo yang melaju keluar gerbang sekolah.


Disaat Ria tengah sibuk dengan rasa iri yang tiba-tiba merasuk dihatinya, sebuah suara berat terdengar menyapanya dari arah sampingnya.


"Kenapa lo berhenti ditengah jalan Ri, jemputan elo gak bisa jemput, apa lo butuh tumpangan." ternyata itu adalah Dika.

__ADS_1


"Ehh Dika." ujarnya Ria begitu mengetahui kalau yang menyapanya adalah Dika, "Enggak Dik, jemputan gue udah nunggu didepan kok, tapi terimakasih atas tawarannya."


"Ohh." Dika mengangguk, "Terus ngapain lo berdiri ditengah jalan begini."


"Tadi gue sama Kasih, tapi Kasih pergi sama Romeo."


"Hahh." respon Dika.


"Iya, tadi Kasih pergi bersama dengan Romeo naik mobil, katanya sieh Kasih mau nemenin Romeo ketemu sama adiknya Romeo."


Mendengar informasi yang disampaikan oleh Ria barusan membuat Dika tiba-tiba saja jadi kesal, "Mau ngapain."


"Gak tahu." jawab Ria apa adanya.


Ria yang saat itu menoleh ke arah Dika bisa melihat wajah Dika yang terlihat kesal, "Lo cemburu ya Dik kalau Kasih dan Romeo jalan bareng." Ria mulai memancing, diakan ingin tahu perasaan Dika yang sebenarnya, meskipun dia sudah tahu sieh, tapi menurut Ria, tidak ada salahnyakan mendengar secara langsung pengakuan dari bibir Dika.


"Gak tuh, biasa aja gue, ngapain gue cemburu, orang Kasih bukan siapa-siapa gue." Dika mengatakan hal tersebut dengan suara ketus, ketahuan bangetkan kalau dia cemburu.


"Gak cemburu kok suara lo ketus gitu Dik." Ria semakin gencar menggodanya.


"Gue balik duluan Ri." pamitnya dan langsung menggeber sepeda motornya melaju meninggalkan Ria karna tidak ingin Ria semakin menggodanya.


"Dasar Dika pengecut, cowok macam apaan sieh dia gak berani nyatain perasaannya, ntar kalau Kasih diembat orang baru tahu rasa lo, nangis kejer deh lo." rutuk Ria mengiringi kepergian Dika.


****


"Itu adek gue Juliet." tunjuk Romeo saat melihat salah satu gadis remaja yang keluar dari gerbang sekolah khusus perempuan.


Dan saat ini Romeo dan Kasih tengah berdiri dengan bersandar dibadan mobil ditepi jalan yang dinaungi oleh pepohonan rindang sehingga mereka terhindar dari sengatan sinar matahari yang terik siang itu.


Gadis yang baru beranjak remaja yang ditunjuk oleh Romeo melambaikan tangan dan tersenyum ke arah Romeo, Juliet kemudian berlari menghampiri Romeo, gadis itu kelihatan sangat senang melihat kakaknya.


"Kak Romeoooo." lengking Juliet.


Romeo tersenyum lebar menyambut kedatangan sang adik, adik kakak itu berpelukan satu sama lain.


"Kangen kak." lisan Juliet dalam pelukan kakaknya.


"Kakak juga kangen Juli." balasnya sembari mengelus rambut hitam Juliet.


"Kangen gimana maksudnya." heran Kasih dalam hati, "Bukankah mereka ketemu setiap hari ya dirumah." disini, ada hal yang tidak diketahui oleh Kasih tentang perihal keluarga Romeo.


Setelah beberapa saat saling berpelukan untuk melepas rasa kangen, Romeo mengurai pelukannya dan memperhatikan wajah Juliet dengan seksama, setelah puas melihat wajah sang adik, Dika beralih melihat tubuh Juliet dan barulah dia memberi komentarnya.


"Kamu kurusan ya Jul."

__ADS_1


****


__ADS_2