
"udah puas ngliatinnya?" ucap reyvan sontak membuat nisa tersadar.
"hah???nggak!!! siapa juga yg liatin kamu" , ah sial!!,kepergok sedang menikmati wajah tampan reyvan, dia memalingkan muka karna malu..
"halaaaah,, ngeles lo!!, emang tampang gue ini keren kan??? limited edition, kayak oppa² korea"
"ish pede banget kamu, cuma gadis bodoh yg menganggap tampang kayak SINGA Kejedot tembok ini tampan,, huh!!!"
" sialan,,brani ngatain gue" , reyvan sungguh dibuat kesal oleh gadis itu, dia semakin menguatkan cengkramannya.
" au sakiit!!! lepas!!! rintih nisa.
" gue bakal lepasin lo tapi dengan satu syarat!!"
" apa????"
" cium gue"
nisa berfikir sejenak " hehm oke, tapi lepasin dulu tanganku sakit" reyvan dengan senang hati melepaskan cengkramannya.
reyvan bersiap dia memalingkan wajahnya memberi isyarat agar gadis itu mencium pipinya,
__ADS_1
"tutup mata"
" kenapa??"
"aku malu"
reyvan menutup matanya, "cepet!!!" reyvan menunggu tapi gadis itu tak kunjung menciumnya. reyvan curiga dia membuka mata dan ternyata dugaannya benar gadis itu berhasil melarikan diri.
"Kaburrrr" nisa berteriak sambil berlari, reyvan berusaha mengejarnya , namun naas kaki reyvan tersandung pembatas kamar mandi, dia jatuh tersungkur, bukannya bangun dia justru menoleh kearah gadis itu, yang berlari menjauh.
namun tak disangka nisa berhenti bersamaan dengan tatapan reyvan nisa menoleh memandang reyvan yg tersungkur, dan saat pandangan mereka bertemu, "weeeeekkkk" ledek nisa "emang enak dikerjain, da daaaa!!!! nisa melambai tangan dengan ekspresi menjengkelkan, dia menunjuk nunjuk reyvan dengan tawa mengejek, memandangi wajah bodoh reyvan. "hahaha". reyvan gemas berusaha bangun, membuat gadis itu reflek untuk kembali berlari, dia takut tertangkap singa yang sedang lapar.
¤ ¤ ¤
di aula suasana tampak riuh para siswa baru itu saling mengobrol tak menggubris peringatan kakak OSIS yang memberi arahan sementara lisa ,wilda, yessi, via, aldo, alan , gilang, chandra serta anak OSIS yg lain sudah berusaha membuat suasana tenang namun nihil mereka semua diacuhkan.
nisa datang dengan mulut jontor memerah karna kepedesan dia terlalu menaru cabe di mangkok baksonya,
" hai "nisa menyapa teman² nya." ada apa ini? kok kalian kacau banget?" tanya nisa dengan tanpa beban.
" kamu darimana?" tanya aldo
__ADS_1
"mulut kamu kenapa nis??? tanya lisa
"habis kejedot tembok mungkin?? lagian gag denger apa, aula kayak pasar hewan" sahut yessi, gadis itu memang akan selalu mencari masalah dengan nisa.
"a..." nisa bingung harus memberi alasan apa. "hem aaaku..
"ya sudah cepet masuk, malah ribut" ucap wilda menarik tangan nisa membawa gadis itu masuk aula.
nisa terkejut ternyata benar kata yessi aula terlihat seperti pasar hewan.
nisa melangkah menuju tempat moderator.
namun belum sempat nisa sampai meja moderator salah satu murid baru melihat nisa.
dia langsung terdiam dan memberi isyarat temannya mereka saling senggol menatap nisa, dalam sekejap ruangan aula menjadi sunyi, sungguh kehadiran nisa membius seisi ruangan, tak ada yg berani berucap apalagi bergerak, semua menunduk. sungguh gadis yang menarik.
"benar benar luar biasa gadis itu" gumam aldo
"ya sungguh luar biasa dia bisa membuat kruci krucil itu diam tanpa suara" ucap alan, alan dan aldo saat ini sedang memperhatikan nisa yg sedang memberi arahan.
" yaelah gitu doang, gue juga bisa??" ujar yessi membusungkan dada.
__ADS_1
"bisa apa?ejek lisa, "lo aja digertak dikit udah mimpes, nangis, kayak krupuk dalam toples g ditutup, melempem!!, saut lisa , dia sangat jengkel dengan sikap sombomg yessi. sedangkan yessi memilih pergi dengan menahan malu.