KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
05. Jahat


__ADS_3

Nisa sedikit


memundurkan wajahnya, “Anggota lima monyet” jawab Nisa santai, kakinya perlahan


melangkah mundur, menatap mata Reyvan berapi api membuatnya sedikit merasa


takut, setelah dirasa ada celah Nisa segera meluncurkan aksinya “KAAABUUUUUR”


teriak Nisa.


Namun sekuat


apapun Nisa berlari, dia merasa kalau sedang berlari ditempat, nyatanya dia


sama sekali tak berpindah posisi.


“Lo mau


kemana?” tanya Reyvan, tangan kanannya memegang bagian belakang kerah baju


Nisa.


“heeee” nisa


tersenyum malu.”pulang” jawab Nisa tanpa dosa.


Reyvan


mencibikan bibirnya,”enak aja, ngatain orang sembarangan trus mau pulang gitu


aja?jangan harap”. Kini Reyvan mendapat cara agar bisa berlama lama dengan


Nisa.


Nisa memilih


memundurkan badan sebelum dia kehabisan nafas karna tercekik kerah baju yang


Reyvan tarik.“lepasin kakak yang ganteng, baik hati, dan tidak sombong”. Pinta


Nisa memelas dengan menatap Reyvan dengan tatapan menggoda.


Jantung


Reyvan dibuat berdisko saat tatapan mereka beradu,”Apa kau sedang menggodaku?”


“Siapa?aku?”


Nisa menunjuk dirinya sendiri, “kalau iya kenapa?” semakin mendekatkan wajahnya


dengan Reyvan jarak mereka kini hanya tinggal beberapa senti, bahkan keduanya


bisa merasakan nafas satu sama lain.


Reyvan


dengan berat menelan salivanya, mendapat perlakuan seperti itu dari Nisa


membuat adiknya menegang, lelaki mana yang akan tahan bila berada diposisi


Reyvan, kini justru giliran dia yang belingsetan bingung harus berbuat apa,


perlahan Reyvan berjalan mundur mencoba menghindari tatapan menggoda Nisa.


Namun


bukannya menjauh, Nisa dengan senyum menggodanya semakin mendekat kearah Reyvan


hingga dia terjatuh keatas ranjangnya sendiri. “Mau apa lo?” tanya Reyvan kebingungan,


bahkan dia merasa kalau dirinya yang terpojokan.


Gadis itu terus


saja mendekat, perlahan kakinya menaiki ranjang, membuat Reyvan semakin


ketakutan, bukannya apa Reyvan hanya takut kalau iya hilang kendali, apalagi


tatapan Nisa terus saja menggoda, “Ya Tuhan selamatkanlah Aku”.


Bukan hanya


Reyvan lelaki manapun pasti akan dibuat belingsetan menahan gairah, gadis


didepannya ini sangatlah pandai menggoda, wajahnya yang cantik bibirnya mungil


bewarna pink, kulitnya putih bersih, lelaki mana yang tak tergoda.


“Jangan


pernah menyentuh wanita yang bukan mahrammu Rey, haram”. Sepenggal kalimat


almarhum Bundanya yang selalu terngiang ditelinga Reyvan, “Bunda ampuni Aku”.


“Pergi Kau

__ADS_1


gadis keciiiilll”. Reyvan melempar guling yang ada didekatnya kearah Nisa,


namun dengan cepat Nisa berhasil berkilah,


Buakannya


pergi Nisa justru kembali merangkak semakin mendekati Reyvan, semakin dekat


semakin dekat hingga membuat Reyvan terbentur sandaran kasur, “MAU APA KAU?”


teriak Reyvan kini tubuhnya tertutup oleh bantal, Nisa menarik bantal yang


Reyvan gunakan sembagai tameng.


 “AKU INGIIIINNNN?”. Ucap Nisa tepat di telinga


Reyvan, membuat pria  menutup mata, tubuh


Reyvan dibuat menegang, pikirannya melayang kemana mana. Apa yang sebenarnya


gadis ini inginkan? Reyvan seperti seorang gadis yang akan dilecehkan, tunggu


dulu diakan laki laki?kenapa justru dia yang ketakutan?oh adiknya sungguh


sungguh menegang bahkan keringat  mengucur menahan gejolak.


Reyvan


merasa dirinya sangat terpojok, perlakuan Nisa benar benar membuatnya


kehilangan akal, dengan mata yang tertutup dia memegangi benda pusaka miliknya,


“LEPAS!!! PERGI!! MAU APA KAU GADIS LIAR?, AKU MASIH PERJAKA?”.


“Hub Hub


Hub hahaha” taawa Nisa pecah begitu mendengar kata kata Reyvan, tawanya menjadi


jadi saat melihat Reyvan memegangi pusakanya “Apa yang kau pikirkan pria


gila?”. Nisa masih saja tertawa bahkan tawanya terdengar semakin keras hingga


sudut matanya mengeluarkan air mata.


“Buka


matamu ?” titah Nisa namun Reyvan tak merespon. “Hey kenapa kau ini? Buka


matamu” gertak Nisa namun tidak ada tanda tanda Reyvan membuka mata, dengan sigap


Nisa duduk tepat didepan  Reyvan kemudian


Hey nggak mungkin dia pingsan Kini giliran Nisa yang dibuat


panik menepuk nepuk pipi Reyvan, menggoyangkan tubuhnya, namun pria itu tak


merespon, “Bagaimana ini?” gumam Nisa bersilang dada. Dengan segera Nisa meraih


tas yang tadi dia taruh diatas ranjang tepat disebelah kanan Reyvan, dia


mencoba mengambil minyak kayu kemudian berniat mengoleskannya pada Reyvan.


 Tangannya dengan segera membuka tutup botol


minyak itu, menuangkannya sedikit diujung jari kemudian mendekatkannya pada


hidung Reyvan berharap setelah pria itu menghirupnya maka dia akan sadar.


“HEY


sadarlah, kumohon” Pinta Nisa dia kemudian berinisiatif mengoleskan minyak kayu


putih itu keperut Reyvan. Dengan ragu Nisa membuka perlahan kancing kemeja yang


Reyvan gunakan,


“hey


perut mu bagus juga, six pack” mentoel perut Reyvan kemudian mengolesinya


dengan minyak,“Gini kan jadi hangat” gumanya.


“Wajahnya


ganteng juga”, tak sengaja Nisa mengamati wajah Reyvan yang tampak damai


“hidungnya mancung,kek perosotan, huhm bulu matanya lentik pantes kek cewek”


Nisa terkekeh, kemudian pandangannya turun kebawah tepat dimulut Reyvan


“Bibirnya seksyh, sayang kena hipertensi marah marah mulu” Nisa mengerucutkan bibir


setelah mengatakan hal itu, karna setiap mereka bertemu Reyvan selalu marah


marah nggak jelas.

__ADS_1


Nisa


termenung sejenak menutup matanya, pikirannya sedang berpetualang entah kemana.


FUUH  hembusan angin membuat Nisa membuka


mata. "Udah puas ngayalin gue?" pertanyaan Reyvan membuat Nisa


membulatkan mata, kemudian sedikit menjauhkan badannya yang condong kearah


Reyvan. "Kamu udah sadar???" Nisa tampak berfkir."Jadi dari tadi


lo nggak pingsan?" Reyvan mengangguk. "DASAR" Nisa memukul lengan


Reyvan namun tangannya terlebih dahulu dicekal oleh Reyvan.


Reyvan


menaikan dagu “Mau apa hum?” Nisa menatap mata Reyvan, saat ini dia merasa


sangat malu.


“Gue ngerti,


lo pasti malu hahaha” Reyvan menertawakan kebodohan Nisa.


Gadis itu


membuang muka,“Ngapain gue malu, lo tu yang nyalinya ciut” Reyvan mengeryitran


dahi.


“ lepas,pergi,


mau apa lo dasar gadis liar, gue masih perjaka” ejek Nisa menirukan ucapan Reyvan


dengan mencibir cibirkan mulutnya, melihat hal itu membuat Reyvan gemas, tidak


tahukah gadis itu sedari tadi Reyvan berusaha menahan diri,


“Apa?malu?ha...”


ucapan Nisa terhenti.


Cup


Dengan secepat


kilat Reyvan membungkam mulut Nisa dengan bibirnya, ********** dengan kasar bahkan


dia menarik tengkuk Nisa agar lebih leluasa, Nisa yang sudah kehabisan nafas


mendorong dada Reyvan sekuat tenaga, namun apalah daya tenaganya tak sebanding


dengan Reyvan.


“BOS”


panggil  seseorang yang nyelonong masuk


tanpa permisi. Reyvan yang kaget melihat kedatangan Ivan secara tiba tiba


segera melepas panggutannya, sedang Nisa berusaha menghirup oksigen sebanyak


banyaknya sebelum dia mati karna kehabisan Nafas.


“Ma’af” ucap


Ivan membuat tubuh Nisa seketika menegang dengan berat menoleh kebelakang


mendapati Ivan sedang berdiri sambil memegangi beberapa dokumen, kini wajahnya


memerah karna marah dan menahan malu.


“Ada apa?”


tanya Reyvan tanpa beban, dia berusaha mengalihkan perhatian Ivan yang


memandang intens kearah Nisa.


“Hem, anu


bos” Ivan tampak gelagapan tertangkap basah sedang memandang Nisa. “Ada file


yang harus bos tanda tangani segera”.


“Ok,


pergilah nanti gue susul”. Ivan mengangguk kemudian pergi.


Sepeninggal Ivan,


Reyvan memiringkan badan menatap Nisa yang sedang menunduk “Mau dilanjut”,


tanya Reyvan tepat ditelinga Nisa dengan senyuman licik. Gadis itu menoleh

__ADS_1


menatap Reyvan tajam “Kau jahat” ucapnya lirih namun terdengar getir air


matanya tak kuasa dia bendung, mengalir begitu saja.


__ADS_2