KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
13. Lupa


__ADS_3

di restaurant tampak seorang pria sedang menunggu, dia duduk di salah satu bangku yang telah dipesan atas namanya, pria berparas tampan itu mngenakan setelan jas bewarna brown dipadu sepatu kulit dengan warna senada,serta jam tangan mewah yang melekat di pergelangan tangannya membuat siapapun yang memandang akan terkesima. dia sibuk memainkan ponselnya,selang beberapa saat datang seorang pria yg menghampirinya.


"hay bos" sapa pria itu yang tak lain adalah ivan, "he.. sepertinya aku terlambat" sambung pria itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"apakah terlambat adalah rutinitasmu ha???", "kau selalu membuatku menunggu" gerutu rey dia tampak kesal dan membuang muka.


"hahaha,, sepertinya bos sedang kesal, atau karna gadis itu?sepertinya dia sudah membuat mood bos jadi berantakan" goda ivan, sedangkan rey hanya mengacak rambut, dia tersenyum saat ivan menyebut gadis itu.


"sebentar lagi kita akan ada pertemuan penting bos!!!, tersenyumlah agar meeting kita berjalan lancar, jangan sampai karna bos terlalu memikirkan gadis itu sampai meeting kita berantakan, hahaha".


"sialan lo ngomong lagi gue timpuk mulut lo pake ini!!! ucap reyvan sambil mengangkat vas didepannya seakan benar benar akan menimpuk ivan.


"ampuunn bos" tangan ivan menadah takut kalau rey benar benar menimpuknya, sedangkan kini klien yang mereka tunggu telah sampai dan menatap rey dan ivan silih berganti dengan tatapan heran. mengetahui hal itu baik ivan dan rey tampak merapikan diri, dan mempersilahkan kliennya untuk duduk di kursi berhadapan dengan mereka.


siang ini meeting berjalan dengan lancar, rey dan ivan memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum kembali ke asrama,


disekolah...

__ADS_1


nisa sedang sibuk dengan setumpuk kertas berisi beberapa agenda perkemahan besok. dia tampak teliti memeriksa setiap laporan, dia tidak sendiri di ruang pramuka dia ditemani wilda, yang saat itu sedang mengecek perlengkapan perkemahan. suasana tampak hening hanya sesekali terdengar suara kertas yang di bolak balik, sementara itu dari luar terdengar ketukan pintu, nisa berhenti dari aktifitasnya dan menoleh pada wilda, tampaknya wilda sedang berkonsentrasi sehingga tidak mendengar suara ketukan pintu, padahal letak wilda bersebelahan dengan pintu .


nisa berdiri berjalan kearah pintu baru saja knop pintu diputar seseorang menyelonong masuk dengan nafas ngos ngosan. dia kaget dan menggelengkan kepala melihat siapa yg datang.


"hosh, hosh, hosh, hemb haaaah, hemmb hah" lisa sedang mengatur nafasnya.


"kamu lis??? nyelonong aja!! ada apa??? tanya nisa diikuti kedua alisnya terangkat tangannya di lipat kesamping.


"heem hah heemm hah, anu nis anu!!!


"anu apaa??"


" apaan sih?


"kamu disuruh ke ruang TU ditunggu bu aini katanya"


"aduh!!! ****** dah" nisa menepuk jidat, dia lupa kalau masih ada tugas penting, nisa melenggang pergi meninggalkan lisa.

__ADS_1


"woy.. mau kemana??"


"ke kantor TU lah" teriak nisa yg sudah berjalan menjauh.


"dasar bocah, bilang makasih kek" gerutu lisa yang kesal ditinggal begitu saja oleh nisa.


nisa berada didalam ruangan TU, duduk dikursi, dihadapannya bu aini terlihat sibuk mengobrol via telpon, dengan sabar nisa menunggu hingga bu aini menutup telponnya.


"apa kamu sedang sakit?" tanya bu aini setelah menaruh handphonenya di laci.


nisa bingung mendengar pertanyaan bu aini dia menggelengkan kepala, "tidak bu" , "saya baik baik saja kok?", "memangnya kenapa bu?" tanya nisa.


mendengar jawaban nisa bu aini menghela nafas, "tidak biasanya kamu begini, apa kamu sudah mengkonfirmasi pihak katering?".


"a... saya lupa bu, saya akan memgkonfirmasi pihak katering segera"


"ya sudah , saya perhatikan akhir akhir ini kamu datang terlambat dan kamu terlihat lelah, saya rasa kamu kecapekan, apa tugas ini terlalu berat untukmu?saya juga heran seharusnya bagian pemesanan konsumsi bukan tanggung jawabmu tapi kenapa kamu yang menghendel semuanya?bukannya ini tugas yesi selaku sesi konsumsi?tapi ya sudahlah...mungkin bu sumi punya alasan tertentu menyerahkan semua tanggung jawab ini sama kamu" terang bu aini panjang lebar.

__ADS_1


sedang nisa hanya terdiam mendengarkan semua ucapan bu aini. dia teringat alasan mengapa dia sering terlambat dan lupa menyelesaikan tugasnya."dasar pria edan.." gerutu nisa.


__ADS_2