
"Gue udah resmi pacaran ama Dito. Jadi gue harap lu bisa ngerti dan jangan ganggu gue lagi."
"Kas.." Ucap Putra dengan nada yang mulai meninggi.
"Ingat Put. Lu dan gue ngak bakalan bisa sama. Ingat lu dan gue beda dunia, lu bagaikan langit yang tidak akan bisa di gapai, jadi gue harap lu bisa mengerti. Jangan ganggu gue lagi." Ucap Kasih dengan tegas dan berlalu dari sana.
Putra meninju dinding meluapkan emosinya, apa yang dia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, penantian dan kesabaran tidak membawakan hasil. Putra tidak bisa menyalahkan Kasih sepenuhnya atas penolakan yang di berikan Kasih padanya. Karena sejujurnya Putra lah yang salah, dulu telah pergi tanpa kata sama sekali kepada Kasih.
"Kasih." Panggil Dito dan langsung menghampiri Kasih. Saat berada di dekat Kasih Dito langsung memeluk tubuh Kasih. "Lu dari mana aja? Gue nyariin lu dari tadi Kas." Kata Dito saat Kasih sudah berada di dalam pelukannya.
Sedangkan Putra diam bagaikan patung melihat Dito yang memeluk tubuh gadis yang sangat ia cintai. Putra mengepalkan kedua tangannya menahan amarah dan berlalu dari sana.
"Dit lepasin. Malu di lihatin sama orang." Kata Kasih yang tidak menjawab sama sekali pertanyaan Dito.
__ADS_1
Dito melerai pelukannya lalu menggenggam tangan Kasih dan menuntun Kasih keluar dari ruang arena bola basket. Kasih yang terus berjalan menoleh ke arah belakang, dan dengan sangat jelas Kasih melihat punggung belakang Putra yang juga keluar lewat pintu lain.
"Maafin gue Put." Batin Kasih.
••••
Seminggu berlalu, Kasih terus mencari sosok yang sudah berapa hari ini tak kunjung menampakkan batang hidungnya sama sekali. Kasih terus saja bertanya-tanya dalam hatinya kemana Putra, kenapa hingga satu minggu lebih lamanya dia tidak pernah lagi berjalan lewat di depan kelas Kasih.
Ya, selama ini cara Putra meluapkan rindunya, dengan cara lewat di depan kelas Kasih. Dan saat sudah melihat Kasih, Putra langsung pergi. Tapi sudah beberapa hari ini Putra tidak pernah datang membuat Kasih merasa khawatir kepada Putra.
"Hmm."
"Putra mana yah, kok ngak pernah muncul sih?"
__ADS_1
"Tunggu dulu, pacar lu Putra apa Dito sih? Kok lu tanya tentang Putra?" Kasih diam tidak menjawab. "Tunggu dulu, lu punya utang cerita sama gue. Dulu lu bilang mau cerita tapi sampai sekarang ngak jadi. Ayo cerita mumpung ngak ada guru."
Kasih menghembuskan nafasnya, lalu menarik lengan Citra membawa Citra ke taman belakang sekolah tempat yang jarang di kunjungi oleh siswa-siswi, jadi Kasih bisa cerita karena aman.
"What???" Teriak Citra tidak percaya dengan apa yang Kasih katakan.
Kasih menceritakan sebenarnya tentang hubungannya dengan Putra yang sempat kandas. Sunggung membuat Citra kaget, ternyata selama ini Kasih adalah wanita yang luar biasa yang bisa meluluhkan manusia es yaitu Putra.
"Cit, jangan teriak dong." Kata Kasih.
"Serius lu pernah pacaran ama Putra? Dan hubungan kalian lama? Terus sekarang Putra pengen kembali sama lu lagi?" Dan masih banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan pada Kasih. Kasih hanya menganggukkan kepalanya.
Dan tanpa mereka ketahui percakapan mereka di dengar jelas oleh Dito. Tadi saat Kasih dan Citra pergi, Dito yang tanpa sengaja melihat langsung mengikuti mereka tanpa mereka ketahui. Dan kini Dito bisa tahu hubungan apa yang terjadi antara Kasih dan juga Putra. Dengan perasaan kesal Dito pergi dari sana, tidak lagi niatnya untuk bertemu dengan Kasih.
__ADS_1
"Gue heran sama lu Kas. Ngak Dito ngak Putra, kenapa mereka jatuh cinta sama lu? Mereka saudara sepupu tapi jatuh cinta sama satu orang gadis. Aneh kan."