
Hari yang dinanti telah tiba, beberapa tenda telah berdiri sejajar dan saling berhadapan, di sebelah kanan berjajar tenda dengan bendera berlambang bunga di depan masing masing tenda untuk para siswi, sedang dihadapannya berjajar tenda dengan bendera berlambangkan burung untuk para siswa.
Disisi lain terdapat 2 tenda berukuran lebih besar, tenda itu dikhususkan untuk para pembina dan Osis.
" Nis, nanti setelah apel anterin aku ngambil peralatan buat jelajah besok ya? " ucap Lisa, saat sebelum acara apel berlangsung. Dia dan Lisa sedang berada di depan tenda sambil menenteng beberapa lembar kertas.
" Iya deh, sekalian mampir ke Indoma••• aku mau beli alat mandi, q lupa bawa tadi" Celetuk Nisa sembari berjalan menuju lokasi apel sore ini.
Acara apel kali ini dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan acara perkemahan yang akan dilaksanakan 3 hari 2 malam, Nisa bertindak sebagai protokol pada acara Apel, gadis cantik itu selalu memilih menjadi protokol di setiap acara sekolah karna bagi Nisa menjadi protokol menjadikannya lebih percaya diri saat menghadapi banyak orang.
Usai apel terlaksana Lisa segera mengajak Nisa pergi,
" Pelan pelan Lis, nggak ada maling yang ngejar " Nisa menarik lengannya dari cengkraman Lisa. Lisa melepas cengkramannya dan tersenyum nyengir menatap Nisa.
" Nis siapa tu? dari tadi liatin mulu " ucap Lisa menunjuk ke arah yang dimaksud sambil tetap berjalan ke arah parkiran.
" Hemm... Wong edan mungkin " celetuk Nisa tanpa melihat kearah telunjuk Lisa.
" Wong edan kok gantengnya kelewatan " Ujar Lisa membuat Nisa menoleh kearah tatapan Lisa dan Mereka menghentikan langkah.
__ADS_1
Reyvan? ngapain dia disini?
" Nis ngapain lo bengong? ya jelas lah bengong lawong liat malaikat cakep.
" Bukan malaikat cakep tapi malaikat MAUT!!! " Ucap Nisa ketus sambil melanjutkan langkahnya.
" Kayaknya bener kata Dhion kalau lo itu kelainan, Nisa Nisa aku heran sejuta cogan nembak lo gak ada satupun yang lo terima. Aku jadi ngeri, " ucap Lisa dengan bergidik menatap Nisa.
" Sialan lo Lis, gue bukannya nolak tapi belum ada yang klik aja sama gue, lagian gue happy happy aja ngejomblo, santai..."
" Iya tapi nggak segitunya juga, ntar kualat jadi perawan tua, lo mau??? "
" Udah ah yuk! keburu banyak yang nyariin"
" Ya udah ayuk " Lisa mengedarkan langkahnya menuju motor Nisa.
Nisa meminta Lisa yang memboncengnya karna tubuh Lisa lebih besar darinya,
" Nis kok mobil itu ngikutin kita ya? " Lisa menatap spion.
__ADS_1
" Prasaan kamu ja kali, mungkin mobil itu se arah sama kita, coba kamu agak minggir, siapa tau mobilnya mau duluan."
" Ya deh " Lisa berjalan pelan di pinggir jalan menuruti kata Nisa. " Nis mobilnya kok malah ngikut minggir?, gue curiga deh, jangan jangan begal ".
" Ah ngaco kamu, mana ada begal di siang bolong ", Nisa menoleh kebelakang menatap mobil di belakangnya,
Kayak kenal? tapi mobil siapa? ah iya Reyvan. kenapa sih cowok itu pake ngikutin.
"Lis berhenti di depan situ ya? " Nisa menunjuk deretan ruko didepannya diikuti Lisa yang membelokan motor kearah yang ditunjuk Nisa.
" Kenapa berhenti disini? ". tanya Lisa namun Nisa tak menjawab dia justru berjalan menuju mobil yang mengikutinya saat mobil itu berhenti tak jauh dari mereka.
Nisa mengetuk kaca mobil, dan membuka pintu dengan paksa membuat Rey turun dari kemudi dan berdiri di depan Nisa.
" Ngapain kamu ngikutin aku terus? Nganggur ya nggak ada kerjaan " celetuk nisa dengan mata melotot dan menyilangkan kedua lenganya.
" Gue lagi nggak ada kerjaan, lagian gue ada perlu sama lo?" ucap rey santai.
" Perlu apaan sih? q lagi buru buru gag ada waktu ngeladenin kamu."
__ADS_1