
"hah mas fahmi kecelakaan?dimana?kok bisa? trus gimana keadaannya sekarang?" cerocos lisa tanpa jeda.
"hey tengil, kalau tanya satu², ngelu ndasku!!!"
"heeeee,, sory sory,"
"ah udah nanti gue jelasin pas jenguk dirumah sakit, udah fokus nyetir aja"
setelah selesai membeli beberapa kebutuhan perkemahan lisa dan nisa kembali kesekolah, sesampainya di halaman sekolah tampak yessi sedang menunggu di depan aula.
"heh kok kalian lama banget sih, hehm... kelayapan ya? " sinis yesi saat menyambut kedatangan nisa dan lisa.
"he rese! ngapai lo, mau gue klayapan kek kecebur kolam kek bukan urusan lo paham? dasar nenek sihir bermuka dua" celoteh lisa tak kalah sinisnya dari yessi,
"ih gitu aja ngomel"
"heh lampir sini lo udah bagus kerjaan lo nosa yang hendel coba nggak, bisa monyong tuh mulut kena omel bu sumi"
"hust.. udah lis udah, nggak usah diladenin, mending kita masuk yuk" nisa mencoba menenangkan lisa yang ngegas polll. jika tidak, bisa bisa lisa akan hilang kendali, lisa hanya mengangguk menuruti nisa, sambil mengacungkan jari tengahnya pada yesi dengan ekspresi menantang.
malam yang dinanti nanti telah tiba, kini saatnya semua berkumpul di tengah lapangan ditemani api unggun, satu persatu regu diminta menyanyikan yel² masing masing, setelah acara tersebut selesai dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, semua tampak bergembira dan acara diakhiri dengan bernyanyi bersama.
"nih" dari arah belakang seseorang memberi nisa secangkir teh panas, nisa menoleh sambil menerima teh itu, "minumlah, agar tubuhmu hangat" tutur pemuda itu yang tak lain adalah galang, "boleh aku duduk? " ucapnya kembali, nisa mengangguk, kemudian galang duduk disamping nisa.
"kau tak ikut bergabung? " tanya galang lembut.
"..."nisa hanya menggelengkan kepala "aku malas"
__ADS_1
"kenapa? bukankah biasanya kau sangat bersemangat? atau hemm aku tau! kau sedang memandangi brondong itu kan?" galang menunjuk salah satu siswa yang sedang asyik bernyanyi bersama.
"kenapa kau berfikir begitu? "
"aku tau, kau selalu menatapnya"
"jangan su'udzon, bukannya kau yang mencuri pandang dengan anak melati putih itu? "
"hah siapa? ck ck kau sangat teliti nis" ujar galang yang tertangkap basah nisa, sering mencuri pandang dengan siswi baru itu. "aku sebenarnya suka.... "
"hey nis, disini kamu rupanya?" sapa lisa yang datang tiba², "dan kau galang kenapa kau disini? ini tidak baik untuk nisa, kembalilah, atau rubah itu akan menerkammu! " galang melirik lisa kesal, gadis itu selalu mengganggunya.
"ngapain masih disini?" bentak lisa dan galang kembali ke tendanya.
" dasar nggak berguna, kayak gitu kok jadi ketua! " lisa berdecih.
"udah lisa kok lo jadi sensi sih? mending sini duduk sama gue" nisa menepuk nepuk rumput disebelahnya.
nisa menggeleng "ups, mati gue ****** ******," nisa menghentak hentakan kakinya ke tanah dia tampak gusar dia baru sadar akn janjinya menemui rey sepulang sekolah, namun dia lupa kalau hari ini ada kemah disekolah.
"heh lo kenapa? stop! stop! stop!" nisa masih saja menghentakan kakinya ke tanah.
"Stop nis,,, sellooowww .. oke? " nisa terdiam kemudian mengatur nafasnya, menghirup kemudian membuangnya.
"lis aku lupa ada janji dengan rey" ucapnya setelah selesai mengatur nafasnya,
"ah gitu aja! " lisa menyeruput teh nisa,
__ADS_1
"gitu aja gimana? bentak nisa ditelinga lisa. dia tampak kesal.
"sellllowww gaes selllow nggak pake ngegas ok! " lisa menjauhkan telinganya dari nisa, " balik ketenda aja yuk! disini adem banget, tuh mereka juga udah selesai" ujar lisa dagunya mengarah pada para siswa yang kembali ke tenda masing masing.
"gue masih pingin disini, kangen emak bapak gue", entah mengapa malam ini nisa merasa sangat merindukan kedua orang tuanya, " nisa sudah sering ditinggal orang tuanya pergi ke kampung untuk merawat neneknya.
"hehm ok gue temani, tapi...pst nis, nis liat noh?" lisa hendak melangkah mengambil jaket namun ternyata rey sudah berada didepannya dengan tatapan horor.
"aduh nis gimana ini? " kaki lisa mendadak lemas dia tampak gusar memandang rey yang menyilangkan dada.
"udaah sellow gue yang urus, lo sana gih" nisa mengisyaratkan pada lisa agar pergi meninggalkan nisa dan rey sendiri. lisa menurut dia perlahan melangkah pergi menuju tendanya.
"ngapain kesini? "nisa mulai memgeluarkan suara seteleh sekian detik suasana menjadi hening.
"gue yang tanya kenapa lo nggak nyamperin gue pulang sekolah"rey mulai mendekat berdiri tepat didepan nisa.
"gue sibuk, nggak ada waktu".
"ck ck kenapa lo nggak ngabarin gue dulu,"
"MALES"
rey kembali melangkah mendekati nisa hingga jarak mereka hanya tinggal satu jengkal, nisa tampak santai ...
Cup
tiba tiba rey mencium pipi nisa gemas. nisa tampak syok memukul lengan rey. melayangkan tinju berkali kali.
__ADS_1
"sialan lo"nisa mengumpat penuh emosi pada rey,
"hukuman buat lo, yang udah berani buat seorang reyvan menunggu! " ucap rey tanpa dosa. dia kembali mendekati nisa, nisa mencoba menghalau tapi naasnya rey berhasil menangkap tangan nisa dan memguncinya,