KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
LO LAGI PMS


__ADS_3

Ria benar-benar marah sama Kasih, bahkan saat bel istirahatpun gadis itu sama sekali tidak bicara dengan Kasih, Ria langsung ngacir begitu bell istirahat berbunyi tanpa ngomong apa-apa sama Kasih, dan hal tersebut semakin membuat Kasih semakin menyalahkan Romeo.


"Ini gara-gara Romeo." Kasih membalikkan tubuhnya kebelakang dan menatap tajam ke arah cowok tersebut, Romeo seperti tidak merasa bersalah sedikitpun karna telah membuat Ria sakit hati, itu membuat Kasih ingin menonjoknya saja, Romeo bahkan tersenyum dan melambaikan tangan saat melihat Kasih menatapnya, Dika yang merupakan teman sebangku Romeo ikutan menoleh ke arah Kasih, melihat Dika mengarahkan tatapan kepadanya membuat Kasih membalikkan tubuhnya kedepan.


"Menyebalkan sekali sieh dia, ingin rasanya gue bejek-bejek dia." desis Kasih.


"Heiii." Kasih merasakan punggungnya didorong dari belakang.


"Apa." ketus Kasih karna tahu yang melakukan itu adalah Romeo.


"Dihhh, lo kenapa ngamuk-ngamuk begitu, lagi PMS neng." Romeo malah menggoda Kasih lagi, gak peka apa dia kalau Kasih kesel setengah hidup padanya.


"Iya gue lagi PMS, sampai gue rasanya ingin makan lo."


"Duhh serem banget busetttt."


"Ishh cowok sialan, gak merasa bersalah apa dia karna telah membuat Ria sakit hati."


"Kantin yuk, gue yang traktir."


"Gue bisa beli makanan sendiri."


"Ya sieh gue tahu, tapi guekan ingin traktir." Romeo memaksa.


"Pergi gieh sana Rom, gue gak mau lihat wajah lo, gue bawaannya pengen marah mulu."


Pertengkaran mereka itu tentu saja menjadi konsumsi publik, anak-anak kelas XI IPS 3 yang niatnya ingin pergi ke kantin menghentikan niat mereka dan lebih memilih untuk menyaksikan pertengkaran anatara dua sejoli tersebut, karna memang mereka tahunya adalah kalau mereka itu sepasang kekasih, termasuk yang melihat hal tersebut adalah Dika yang juga masih belum keluar dari kelas.


"Lo kenapa sieh, apa gara-gara gue ngatain kue buatan Ria yang kayak arang itu ya." Romeo menebak alasan Kasih yang meradang begitu.

__ADS_1


"Fikir saja sendiri, dasar laki-laki tidak punya hati." umpat Kasih, gadis itu tidak sadar apa kalau dirinya menjadi pusat perhatian.


"Habisnya tuh kue emang gak layak dimakan Kasih, masak iya gue maksain makan kue yang berpotensi membuat gue sakit perut, kan lebih baik jujur, daripada bohong, lagian Rianya saja biasa-biasa aja tuh, kenapa malah elo yang marah-marah kayak gini."


"Dasar gak peka lo jadi cowok, lo gak lihat apa wajah Ria merah padam kayak nahan tangis gara-gara kue buatannya lo bully."


Dengan tenpa rasa bersalahnya Romeo bilang begini, "Ya mana gue tahu kalau Ria hampir mau nangis, orang gue gak lihatkan, lagian seharusnya dia berbesar hati dan menerima kritikan, dan itu seharusnya dijadikan pelajaran supaya membuatnya semangat untuk belajar masak."


"Ria itu membuat kue khusus untuk lo, dia bela-belain bikin kue meskipun dia pada dasarnya masak air saja suka matang sebelah, dan dia melakukan semua itu karna ingin menarik perhatian elo, tidakkah lo sebagai cowok peka dan menghargai perasaan dia." inginnya Kasih meneriakkan kalimat tersebut didepan wajahnya Romeo, sayangnya, kalau dia sampai melaku." kan hal tersebut, dia yakin Ria akan bertambah marah padanya.


"Sudahlah Kas, jangan ngamuk-ngamuk untuk hal sepele seperti ini, lo gak malu apa kalau kita itu jadi pusat perhatian teman-teman sekelas."


Kasih melihat sekelilingnya, dan benar saja, dia menemukan mata semua teman-teman kelasnya yang masih berada dikelas tertuju kepadanya, betapa malunya Kasih mengetahui akan hal tersebut.


"Pertengkaran pertama nieh ye." ledek Rian rempong.


Yang lain turut menimpali, "Pertengkaran dalam sebuah hubungan itu adalah sesuatu yang wajar, tapi kalau gue boleh ngasih saran ya, bertengkarnya jangan ditempat umum seperti ini, kan jadi tontonan seperti ini deh."


"Hehe." Romeo malah nyengir, "Sorry gays kalau kalian merasa terganggu, kami memang punya sedikit masalah, ya kalian maklum sendirikan karna pernah ngalamin."


Romeo kemudian menarik tangan Kasih, karna Kasih malu dilihatin sama teman-teman kelasnya sehingga dia tidak menolak saat Romeo membawanya keluar kelas.


"Lepasin." Kasih berontak saat dikoridor yang sepi karna sebagian penghuni sekolah pada menghabiskan waktu mereka dikantin.


Karna kuatnya hentakan tangan Kasih sehingga tangan Romeo yang saat ini menggenggam pergelangan tangan Kasih sampai terlepas.


"Gue sebel sama lo." ketus Kasih masih sangat marah sama Romeo.


"Duhh masih marah aja lo gara-gara hal sepele begini."

__ADS_1


"Hal sepele lo bilang." ulang Kasih dengan suara meninggi tanpa disadari, emosinya yang sedikit reda kembali tersulut saat mendengar perkataan Romeo barusan.


Tahu Kasih akan meledak lagi, Romeo buru-buru mengangkat kedua tangannya, "Oke oke, gue minta maaf."


"Kalau elo mau minta maaf, minta maaf sana sama Ria, dia yang lo hina, bukannya malah minta maaf sama gue."


"Iya iya, gue bakalan minta maaf sama Ria ntar kalau ketemu sama dia."


"Hmmm."


"Jangan marah lagi donk Kas."


"Gue akan berhenti marah sama lo kalau Ria maafin lo."


"Nieh anak ada-ada saja." desah Romeo dalam hati.


*****


Ria menghabiskan waktu istirahatnya ditoilet dengan menangis, sumpah dia sakit hati banget dan merasa sangat malu, dia tidak menyalahkan Romeo, dia lebih marah sama Kasih karna telah membohonginya, coba saja kalau Kasih jujur, mungkin tidak akan begini kejadiannya, sekarang dia merasa tidak punya muka.


Sebenarnya Ria tidak ingin keluar dari toilet, tapi bunyi bell masuk yang berdering nyaring harus membuatnya pergi dari persembunyiannya.


Sebelum keluar dari toilet, Ria melihat tampilan dirinya dicermin untuk melihat kondisi wajahnya, dan alhasil, wajahnya berantakan dengan mata yang memerah, karna tidak mungkin keluar dengan tampilan seperti itu sehingga Ria mencuci mukanya untuk membuat wajahnya tampak segar, dan setelah merasa kalau wajahnya sudah baikan, barulah Ria keluar.


Ria sangat malas bertemu dengan Kasih, Ria fikir dia tidak akan punya masalah dengan Kasih karna Kasih adalah sahabatnya, ehh tahunya Kasihlah penyebab dia sampai malu dan menangis begini.


Saat akan memasuki pintu kelas, bertepatan dengan itu juga Romeo keluar, hampir saja kedua remaja itu bertabrakan, untungnya mereka masih bisa ngerem diwaktu yang tepat sehingga tabrakan bisa dihindari.


Romeo tersenyum tipis saat mengetahui kalau gadis yang hampir saja dia tabrak adalah Ria, sedangkan Ria yang merasa malu hanya bisa menunduk.

__ADS_1


"Kebetulan sekali, gue harus minta maaf sama Ria sekarang." batin Romeo.


****


__ADS_2