KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
PENGGANGGU


__ADS_3

Kemunculan Romeo yang tiba-tiba tentu saja membuat Ria jadi kaget, dia bahkan sampai memegang area yang tepat dimana jantungnya berada.


"Kaget gue Rom."


Namun Romeo tidak memperdulikan kakagetan Ria tersebut, "Kasih kebelet ya."


"Mau ketemu Dika." jawab Ria jujur.


"Ngapain."


"Gak tahu."


"Hmmm." setelah mendapatkan informasi tersebut, Romeo main pergi saja tanpa mengatakan apa-apa.


Ria yang melihat hal tersebut hanya bisa mendesah, "Romeo cuma mau nanyain Kasih doank rupanya, ajakin gue ke kantin bareng kek, ini malah main pergi saja." rutuk Ria dengan bibir mencebik.


"Bareng gue saja Ria." sebuah suara dari arah belakangnya menawarkan.


Ria menoleh dan menemukan Diro tersenyum lebar, laki-laki yang gigi depannya besar-besar itu menunggu jawaban Ria dengan penuh harap.


Ria bergidik ngeri melihat senyum Diro, "Apaan sieh sik Diro ini ngajak-ngajakin gue, ogahlah gue." jawaban dalam hati, Ria yang tidak enakan orangnya menolak ajakan Diro dengan halus, "Gue kayaknya mau ke toilet dulu Diro, kebelet banget nieh gue." Ria buru-buru ngacir sebelum Diro sempat membuka bibirnya untuk menjawab.


****


Kasiah bisa melihat punggung Dika yang berdiri membelakanginya, cowok itu tampak berdiri dipinggir roptof dan berpegangan pada besi pembatas yang letaknya berada dipinggir.


Jantung Kasih tiba-tiba saja berdetak dua kali lebih cepat saat melihat punggung Dika, "Duhh jantung gue." Kasih meletakkan tangannya tepat diarea jantungnya, hal itu dia lakukan untuk menenangkan debaran jantungnya yang bertalu-talu bak gendrang yang ditabuh saat akan perang, namun sayang, usaha Kasih sia-sia karna jantungnya itu ternyata tidak bisa tenang, tuh jantung malah semakin berdebar kencang seiring dengan langkah kakinya yang membawanya semakin mendekat ke arah Dika.


"Duhh jantung, bisa tenang dulu gak sieh." omelnya dan omelannya sama sekali tidak berpengaruh dalam menghentikan detakan kuat jantungnya, "Ini juga Dika, apa sieh yang sebenarnya akan dia omongkan sama gue, kenapa coba bicaranya harus diroptof, kenapa tidak dikelas atau dikantin saja gitu, kalau berdua kayak ginikan membuat jantung gue gak aman."


"Ekhemmm." Kasih berdehem saat tubuhnya berhadapan dengan punggung kokoh Dika, hal itu dia lakukan untuk menarik perhatian Dika.

__ADS_1


Dan demi mendengar suara gadis yang sejak tadi dia tunggu membuat Dika berbalik seketika, dan menemukan Kasih berada didepannya.


"Lo udah datang Kas." lisannya basa-basi.


Kasih mengangguk, "Lo mau ngomong apa ya Rom." Kasih bertanya langsung pada intinya, Kasih berharap kalau Romeo tidak lama-lama menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan karna gadis itu lapar, dan dia ingin ke kantin untuk mengisi perutnya karna cacing-cacing diperutnya sejak tadi meronta-ronta untuk minta diisi.


Romeo tidak langsung menjawab, cowok remaja itu terdiam beberapa saat, mungkin dia lagi mengumpulkan keberaniannya karna dia berencana untuk memberitahukan tentang perasaannya pada Kasih.


"Rom." panggil Kasih saat Romeo tidak kunjung membuka bibirnya.


"Gue mau bilang kalau gue...." Dika belum menyelsaikan ucapannnya saat terdengar suara teriakan memanggil Kasih.


"Kasihhhhh."


Reflek, Kasih dan Dika menoleh ke arah sumber suara, mereka menemukan Romeo terlihat menghampiri mereka berdua.


"Romeoo, ngapain sieh tuh anak, jadi gagalkan gue untuk nyatain perasaan gue." Dika mengumpat dalam hati, dia benar-benar kesal dengan kehadiran Romeo.


"Romeo." sementara itu Kasih hanya bingung melihat kemunculan Romeo di roftop, bingung karna Romeo tahu dimana dia berada.


"Lo ada perlu apa nyariin gue Rom, bukannya tadi pagi lo marah-marah ya." Kasih mengungkit kejadian tadi pagi, memang ya yang namanya wanita, tidak pernah bisa melupakan hal tidak mengenakkan yang dia alami dari seorang cowok dan bahkan sampai kiamatpun sepertinya akan tetap diingat.


"Kangen gue." dengan santainya Romeo mengatakan hal tersebut, tangannya dia lingkarkan lagi dibahu Kasih.


Dika jadi dongkolkan mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Romeo.


"Apaan sieh lo." desis Kasih sembari menepis tangan Dika, "Gak lucu tahu gak bercanda lo."


"Hehe." Romeo nyengir.


"Kalian sendiri, ngapain disini." Romeo bertanya sambil menatap Dika.

__ADS_1


"Gak ada, cuma cari angin doank." Dika berbohong, tidak mungkinkan dia memberitahu apa yang sebenarnya maksudnya mengajak Kasih ke roptof terang-terangan kepada Romeo.


Kasih tahu Dika berbohong sehingga dia hanya diam dan tidak menanggapi.


"Ohh, cari angin tohh, gak punya kerjaan amet deh lo berdua, angin kok dicari."


"Lo mending pergi gieh Rom." usir Kasih, diakan penasaran ingin mendengar apa yang ingin disampaikan oleh Dika.


"Lha, kok lo ngusir sieh Kas, nieh sekolahkan bukan punya elo."


"Habisnya lo ganggu."


Romeo pura-pura memampangkan wajah terluka mendengar kata-kata Kasih, "Ahh tega lo ya Kas nganggep gue sebagai pengganggu."


"Apaan sieh lo Rom, kok lo jadi lebayy gini deh, geli gue."


Romeo jadi terkekeh mendengar kata-kata Kasih, sedangkan Dika menahan kedongkolannya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Dan sepertinya Romeo tidak berminat untuk pergi dan membiarkan Kasih dan Dika berdua, dia malah mengedarkan pandangannya kesekelilingnya dan menikmati angin sepoi-sepoi yang menampar lembut wajahnya.


"Disini enak juga ya ternyata, jadi betah gue." kata-katanya tersebut semakin mengukuhkan kalau dia tidak akan pergi dari roptof dalam waktu dekat, dan sepertinya Dika harus membatalkan rencananya untuk menyatakan perasaannya.


"Kalau Romeo tetap ada disini, mana mungkin Dika akan mengatakan apa yang ingin dia sampaikan ke gue, tapi Romeo juga kayaknya masih betah nieh disini." Kasih membatin.


Dan Romeo kembali melanjutkan ocehannya, "Kayaknya kalau kita menggelar tikar dan camping disini oke juga ya, angin yang sepoi-sepoi membuat mengantuk."


Tanpa menggubris kata-kata Romeo, Dika berkata, "Gue ke kelas duluan deh Kas." tanpa menunggu jawaban dari Kasih, Dika langsung berlalu setelah mengatakan hal tersebut, dalam hati dia terus merutuk dengan keberadaan Romeo, dalam hati Dika berfikir kalau Romeo memang sengaja untuk mengganggunya dan Kasih.


"Ehh Dik, katanya lo...."


"Lain kali saja, kayaknya ini bukan waktu yang tepat Kas." potongnya sebelum Kasih menyelsaikan ucapannya.

__ADS_1


"Ohh gitu ya, baiklah kalau begitu." balas Kasih agak kecewa, diakan penasaran dengan apa yang akan dikatakan okeh Dika.


*****


__ADS_2