KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
17


__ADS_3

"Aaawww aaakh sakiiiit lepasin!! "nisa merintih kesakitan saat tangannya terkunci dia berusaha membebaskan diri dari kuncian rey, sialnya nisa yang jago silatpun hanya bisa pasrah.


namun bukan nisa namanya kalau tak punya ide, dia menginjak kaki rey dan membuat rey melepas cengkramannya dan loncat² kesakitan.


"auw auw auw bocil!!! awas lo ya!!! erang rey sambil menahan sakit dia memegangi telapak kakinya.


"syukurin!!" nisa tersenyum puas melihat rey seperti cacing kepanasan dan


BUG


Nisa kembali menendang rey kali ini tendangannya tepat di area vital rey dan ups bukannya rey semakin kesakitan, namun kenyataannya justru kaki nisa yg berhasil di kunci rey dengan mengapit dikedua kakinya.


"ups kena! "ejek rey.


"lepasin"


"ogah"


"lepasin"


"ogah, coba sendiri kalau bisa" rey terus mempertahankan posisinya, nisa mulai merasa kesal mencoba melepaskan kakinya, dia meronta namun hasinya nihil rey terlalu kuat, nisa sempoyongan kehilangan keseimbangan. akhirnya mereka berdua terjatuh dengan posisi nisa berada di atas tubuh rey, semerbak wangi maskulin menusuk hidung nisa, nisa yakin itu wangi tubuh rey karna jarak mereka sangat dekat bahkan mepet, nisa mendongakan kepala wajahnya beradu dengan rey, seketika jantunganya berdetak tak karuan, tatapan rey membuat tubuh menegang,


siaalll kenapa dia begitu tampan


"hey mau sampai kapan kau berada diatasku? " ucap rey yang merasa ngap menahan nisa didadanya,


"ups sory" nisa tersadar setelah terbuai pesona rey, dia mencoba mengangkat tubuhnya, kemudian duduk di sebelah rey sambil membenarkan seragamnya.

__ADS_1


"ck mencari kesempatan" gumam rey tangannya membersihkan tubuh dari rerumputan yang menempel di lengan dan punggungnya.


"kenapa kau selalu mencari masalah bocil!!! "


"siapa? gue?" tunjuk nisa dengan tampang bodohnya. "bukannya lo yang omes? " nisa membuang muka beranjak dari duduknya.


"omes? "rey tampak bingung.


"iya O-M-E-S otak mesum" ucap nisa sambil berlari menjauh. jari tengahnya menunjuk ke arah rey dengan tatapan menantang.


bukannya kesal, rey justru tersenyum, awas kau bocil dia kembali menuju asrama. saat di lorong menuju ruangannya rey bertemu dengan ivan, ivan melambaikan tangan namun saat keduanya berpapasan rey justru mengabaikan ivan, ivan melongo melihat kelakuan temannya yang semakin hari semakin aneh, senyam senyum sendiri. ivan mengikuti rey hingga keruangannya, perasaannya mulai khawatir melihat tingkah nyeleneh rey.


"bos.. lo nggak papa kan? " ivan mencoba mengajak rey berbicara, namun rey tak memggubris dia justru bersiul siul, "bos! lo kesambet ya" ivan menggoyangkan tubuh rey.


"ngapain lo pegang pegang gue" bentak rey,


"ah bos gue kira lo kesambet"


"beneran bos? setan apa? " ivan tampak cemas.


"kuntilanak"


"hah kuntilanak?ah bos ayo ikut aku ke pak ustadz, aku punya kenalan ustadz disini,"


namun rey tetap tak menggubris ivan, dia memilih berjalan menuju balkon dan melihat kearah luar dengan bibir tetap tersenyum.


ya tuhan kenapa dengan bos hamba, selamatkanlah dia ya tuhan, keluarkan setan dalam tubuhnya.

__ADS_1


ivan mengambil segelas air putih mulutnya komat kamit membaca beberapa ayat suci. dia semakin tegang saat melihat rey berdiri diatas pagar, dia mempercepat do'anya


"bismillah yarob niat ingsun dados tombo lillahi ta'ala, setan ora doyan demit ora dulit" ivan meminum air tersebut dan...


"bruuuuuuhhh..." dia menyemburkan air tepat dimuka rey.


"sial apa yang lo lakuin bodoh! " rey mengusap mukanya yang disembur oleh ivan.


"alhamdulillah ya Allah,"ivan mengadahkan tangan, "bos lo nggak papa kan? syukurlah bos sudah sadar". ucap ivan sambil menepuk wajah dan memggoyangkan badan rey.


"ivaan... sialan lo! lo kira gue kesurupan? " bentak rey kesal, sekujur tubuhnya basah oleh semburan ivan.


"loh bukannya bos sendiri yang bilang kalau bos kesambet"


***


"nis lo kemana?" ditenda lisa tampak gusar dia berjalan mondar mandir mencemaskan sahabatnya yang sudah 1 jam tak kembali,


"ngapain sih lo mondar mandir nggak jelas?" gerutu yessi yang risih melihat lisa mondar mandir.


"nisa belum balik dari tadi, gue khawatir"


"eellleh paling juga mojok tuh anak, memang kecentilan"


"heh jaga mulut lo, belum pernah di tabok loh ya?" lisa mulai tersulut emosi dia mendekat kearah yesi yang sedang memegang kipas portabelnya,


"mau apa lo lis, awas ya gue bilangin pak arif lo" yesi sedikit mundur saat lisa menghampirinya.

__ADS_1


"mau apa lo lissss,, mamamamama" ejek lisa menirukan mimik yesi. "heh dasar gadis cengeng emangnya gue takut sama pak arif hah? nggak sama sekali!" gertak lisa, tangannya memukul meja samping yessi, kemudian keluar dari tenda mencoba mencari keberadaan nisa,


"lang lo tau nisa? " tanya lisa pada galang saat mereka berpapasan, galang hanya menggelengkan kepala. "lo dit? " sambung lisa, dita juga menggeleng, kebetulan galang dan dita sedang berjalan bersama menuju tenda,


__ADS_2