KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
Bab 36


__ADS_3

"Kasih pulang bu." Ucap Kasih saat masuk ke dalam warung.


"Istirahatlah, ibu tahu hari ini kau sangat lelah." Ucap sang ibu dari balik dapur warung.


Kasih langsung menghampiri ibunya dan memeluk tubuh ibunya, hingga Kasih meneteskan air matanya.


"Loh ada apa nak? Tumben."


"Maafin Kasih bu."


"Lah kok minta maaf, emang kamu salah apa nak?"


"Maaf kalau nanti Kasih tidak bisa menemani ibu. Tapi ibu harus tahu, Kasih sayang banget sama ibu." Ucap Kasih sambil menitihkan air matanya. Ibu Kasih langsung melerai pelukan dan menangkup wajah Kasih.


"Ada apa nak? Katakan pada ibu."


Kasih menggelengkan kepalanya.


"Kau sakit? Kau terlihat pucat dan akhir-akhir ini badanmu terlihat lebih kurus."

__ADS_1


Kasih lalu mengusal air matanya.


"Kasih sehat bu. Kasih ngak apa-apa kok. Oh yah, Kasih sayang ibu." Kata Kasih sambil mencium pipi ibunya lalu keluar dari dapur dan masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan di luar sana. Sepasang mata yang sejak tadi menunggu kepulangan Kasih, kini nampak sangat kecewa saat melihat siapa yang telah mengantar Kasih pulang.


Dito yang semenjak tadi berada di seberang jalan terus melihat ke arah rumah Kasih, memastikan jika Kasih pulang dengan selamat. Tapi Dito justru harus menelan pil pahit saat melihat Putra yang mengantar Kasih.


"Gue yakin lu suka sama Kasih." Gumam Dito.


••••


"Milikku." Kata Kasih saat melihat nama yang tertera di sana.


Kasih langsung menjawab panggilan tersebut.


"Jangan begadang, besok harus sekolah. Gue jemput yah." Ucap pria yang berada di seberang sana. Dan Kasih yang hafal betul dengan suara tersebut langsung mematikan ponselnya. Dan kini Kasih tersadar saat melihat layar ponsel yang terdapat fotonya.


Kasih lalu membuka pesan yang baru masuk.

__ADS_1


"Ini ponsel pemberian dari gue. Kalau lu kembaliin itu tandanya lu suka sama gue dan mau jadi pacar gue. Kalau lu pakai tandanya lu menghargai pemberian gue." Kasih mengatur nafasnya membaca pesan.


"Good night"


•••••


Pelajaran olah raga. Kebetulan kelas Kasih dan juga kelas Putra jadwal mata pelajan mereka sama, hanya berbeda guru saja. Kasih yang saat ini olah raga mulai merasakan pusing, dan juga pandangannya mulai kabur. Sedangkan Putra yang berada tidak jauh dari tempat Kasih berolahraga, terus memperhatikan Kasih. Begitupun dengan Dito, dia juga terus memperhatikan Kasih. Hingga beberapa saat kemudain.


Bruuukkkk... Tubuh Kasih terhempas jatuh ke tanah.


"Kasih..Kas..." Teriak Citra yang mulai panik. Dan juga siswa-siswi yang berada di sana mulai panik melihat Kasih yang pingsan.


Putra dan Dito yang melihat Kasih terjatuh, langsung berlari ke arah Kasih.


Putra yang lebih dahulu sampai langsung menopang tubuh Kasih di belakangnya. Berlari membawa Kasih ke ruang uks. Semua mata siswa-siswi memperhatikan Putra yang terlihat begitu panik berlari membawa Kasih.


Dan Dito, dia harus rela menerima kekalahan jika dirinya harus di kalahkan oleh Putra yang berlaru begitu cepat darinya.


Sedangkan tiga sekawan. Begitu sangat marah melihat pria-pria yang mereka incar justru tidak meliriknya sama sekali. Pria yang mereka incar justru lebih memilik cewek yang menurut mereka sangat tidak masuk di akal.

__ADS_1


__ADS_2