KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
Bab 31


__ADS_3

Saat Putra keluar dari ruang uks, perlahan Kasih membuka matanya. Tanpa Putra ketahui, semua yang ia ucapan dan ceritakan pada Kasih, dapat di dengar sangat jelas oleh Kasih. Tadi, Kasih sudah sadar, dan saat mendengar jika ada Putra di luar sana, Kasih langsung berpura-pura menutup matanya agar tidak bertatapan langsung dengan Putra. Dan kini, Kasih pun tahu alasan penyebab kenapa Putra pergi menjauh meninggalkan Kasih seorang dari.


"Putra" lirih Kasih, yang merasa kasihan melihan Putra, dan kini juga Kasih yakin, jika mungkin dirinya yang berada di posisi Putra, maka dia akan memilih jalan yang sama, yang telah di ambil oleh Putra. Toh, tidak ada satupun seorang anak yang ingin melihat kehancuran rumah tangga orang tuanya.. Perlahan Kasih bangun dan turun dari brangkar lalu keluar dari uks, saat Kasih keluar Kasih tidak melihat siapapun sehingga memutuskan Kasih untuk kembali berjalan menuju pintu gerbang sekolah.


"Kasih.." Teriak Citra saat masuk ke dalam kamar dan tak menemukan Kasih di dalam sana.


"Dit, Kasih ngak ada." Ucap Citra, saat keluar dari uks dan berpapasan dengan Dito. Dito yang kaget langsung masuk ke dalam uks memastikan apakah benar yang Citra katakan, dan saat Dito masuk ke dalam, benar saja Kasih tidak berada di sana.


Dito langsung bergegas keluar dari uks dan berlari menuju kelas kasih, di susul oleh Citra yang juga berlari di belakang Dito. Saat Dito masuk membuka pintu kelas, semua mata siswa-siswi memandang ke arah Dito yang juga Citra, begitupun guru yang saat ini sedang mengajar, ia juga menoleh.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Maaf bu, saya hanya ingin mencari Kasih." Kata Dito.


Guru itu pun langsung melirik Citra.


"Bukannya Kasih berada di uks?"


"I-iya bu. Tapi Kasih sepertinya sudah sadar, aku kira Kasih ada di sini." Jawab Citra.


Tanpa banyak kata, Dito langsung membuka pintu kelas, dan berjalan menghampiri Putra, tidak memperdulikan guru yang saat ini sedang mengajar.


"Dimana Kasih? Lu apain Kasih?" Tanya Dito sambil menarik kera baju sekolah Dito.

__ADS_1


"Gue ngak ngerti maksud lu." Jawab Putra yang memang tidak tahu apa yang terjadi. Karena tadi, Putra hanya masuk ke dalam uks, tanpa melakukan apapun dan membiarkan Kasih tetap beristirahat.


Tiga geng yang kebetulan ada di dalam kelas, langsung menatap sinis pada Dito yang baru saja masuk., Dan juga Ayu, dia tidak menyangkah Dito yang datang ke dalam kelasnya dengan wajah yang panik dan juga khawatir. Ayu terlihat begitu emosi, karena berfikir apa kekurangannya, kenapa Dito tidak meliriknya sama sekali, padahal dirinya begitu lebih cantik di bandingkan dengan Kasih, dan bahkan dirinya memiliki segalanya di bandingkan dengan Kasih.


"Putra" teriak Dito, namun Putra secepat mungkin menghempaskan tangan Dito, dan berlari keluar dari dalam kelas. Tujuan Putra saat ini untum mencari Kasih.


Saat Putra keluar, Dito pun ikut berlari keluar dari dalam kelas.


"Kita kembali ke pelajaran semula." Kata guru, membuat siswa-siswi kembali fokus melihat ke arah guru.


Putra berlari secepat mungkin ke arah lapangan bola basket. Karena setiap Kasih kesal atau mendapatkan masalah, maka Kasih akan berjalan masuk ke dalam lapangan basket sambil melempar bola, dan berteriak meluapkan emosinya.

__ADS_1


__ADS_2