KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
02. Dicium


__ADS_3

2 Bulan kemudian....


 


 


Pagi ini hari yang sangat cerah. Hari yang indah untuk memulai aktifitas.


“Kriing kringg kring”


Suara alarm terus berbunyi, tp si empunya masih terlelap tertidur.


“Annisa Annisa jam berapa ini?" teriak Ratna membangunkan anaknya,"cepat bangun!!, kamu nanti bisa telat, ini hari pertamamu sekolah”, Ratna mengetuk pintu kamar Nisa.


Teriakan Ratna yang kesal karna Nisa tak kunjung bangun begitu memekakan telinga,


"NISAAA" teriak Ratna kembali,sontak membuat Nisa kaget, dia terperanjat kemudian bangun, NIsa menghempaskan selimut, segera berlari memasuki kamar mandi,  "yassalam sebenarnya ini hari pertama MOS, kenapa q malah bangun kesiangan",batin Nisa setelah nyawanya terkumpul terkena guyuran air.


Setelah mandi Nisa segera memakai seragam dan bersiap siap berangkat, NIsa berlari menuruni tangga, kemudian berjalan menuju dapur, Nisa berniat pamit saat ibunya sedang asyik memasak.


“Buk Nisa berangkat dulu”


“Mau sarapan dulu?”.


“Enggak bu nanti keburu telat”


“Ya sudah berangkatlah nak hati hati dijalan dan bawalah iniuntuk bekal” kata Ratna sambil memberi Nisa kotak bekal berisi nasi dan lauk.


“Makasih Bu, Nisa pamit assalammualaikum”


"Waalaikum salam"


Selesai pamit NIsa berangkat ke Sekolah bersama Lisa sahabatnya, LIsa adalah gadis asli kota Solo,Kedua orang tuanya telah bercerai membuatnya dititipkan kepada Budenya,


"Nis,wah bentar lagi kita ketemu ama para Brownis nih" ucap Lisa saat baru saja Nisa duduk di jok belakang berboncengan dengannya, menaiki motor NIsa.


"Brownis?". Nisa mengeryitkan dahi tak memahami maksud dari LIsa.


"Iya.. brownis BERONDONG MANIS" ucap LIsa menekan akhir kalimatnya."Yaelah, gitu doang loadingnya lama". ejek LIsa. Membuat Nisa mendengus kesal memukul lengan LIsa."Udah jangan ngomong aja, buruan di gaspol kita udah telat". Titah Nisa


"Siap Bu Bos" jawab Lisa, memutar gas lebih kencang.


Setibanya disekolah mata NIsa tampak berbinar gadis itu begitu bahagia setelah hampir 2 minggu libur kenaikan kelas, sekarang saatnya dia beraksi menjadi kaka Osis yang siap membuat para murid baru ketar ketir, bagaimana tidak tahun lalu saat dia baru saja menjadi anggota Osis dia membuat semua murid baru tunduk dan patuh bukan hanya karna pesonanya yang menawan namun juga karna kegalakannya mengalahkan para setan hahaha.


"Nis, lo kok senyam senyum? yakan lo pasti nggak sabar cuci mata sama para brownis". Goda Lisa sambil memakirkan motor NIsa di parkiran.


"Apaan sih? Gue nggak tertarik sama yang namanya brownis, gue cuma lagi bahagia ngebayangin gimana wajah wajah adik kelas baru lihat kakak osisnya yang galaknya ngalahin setan, hahaha, gue bener bener nggak sabar ngerjain mereka" ucap Nisa sambil menggosok kedua tangannya.


Lisa menggeleng gelengkan kepala menanggapi hoby nyeleneh sahabatnya itu, keduanya berjlan menuju aula sekolah dimana kegiatan MOS berlangsung.


"Nis nih titipan dari mommy". ucap bela menyodorkan berkas di meja Nisa.

__ADS_1


"Ok thanks". ucap Nisa menerima berkas yang berisi rangkaian kegiatan selama MOS dilaksanakan.


Mommy adalah panggilan khusus Nisa pada bu Sumi, Bu Sumi adalah salah satu pembina Osis beliau merangkap juga sebagai guru kesiswaan, Bu Sumi sangat menyukai Nisa, bahkan disetiap acara atau kegiatan sekolah Bu Sumi pasti akan mengikut sertakan Nisa bahkan nama Nisa menjadi nama yang paten dalam setiap daftar kegiatan sekolah.


Hari pertama MOS diisi dengan kegiatan apel, senam pagi dan perkenalan,setelah itu


akan ada kegiatan pembagiankelompok, Nisa mendapat kesempatan menjadi Pembina Kelompok RORO


JONGRANG kelompok yang sepenuhnya beranggotakan perempuan. Dia nampak bahagia


karna nantinya dia akan membina anggotanya agar tidak kalah dengan kelompok


kaum adam. Entahlah dia begitu bersemangat kalau harus berurusan dengan laki


laki.


"Lis lo ngantin sendiri aja ya? gue tadi bawa bekal, gue mau ke koprasi asrama dulu,


mau foto copy ini nih". ucap Nisa sambil menunjukan beberapa lembar kertas


berisikan kuis untuk besok. a o


"Kenapa nggak entar aja sih? pulang sekolah sekalian mampir?" celoteh Lisa.


"Nggak ah, pulang sekolah gue udah capek banget, males kalau harus mampir mampir


dulu". terang Nisa.


menuju kantin


Sesampainya di asrama Nisa segera menuju ke koprasi.


"Mbak mau foto copy". Ucap Nisa pada penjaga koperasi.


"Yang ini 100 lembar yang ini 10 lembar aja".terang Nisa pada penjaga koperasi


sambil menunjuk kertas yang akan di foto copy. Mbak mbak penjaga koperasi itu


hanya mengangguk paham.


"Mbak, aku tinggal dulu ya?nanti aku balik lagi?" Nisa perpamitan meninggalkan koperasi dia berniat makan terlebih dahulu sambil menunggu fotocopyannya selesai.iajak kompromi.


Nisa berjanan meninggalkan koperasi sambil memainkan ponselnya, dia menunggu pesan


ibunya, tadi Ratna sempat mengirim pesan pada Nisa, Ratna berpamitan pada putrinya untuk pulang


kampung secara mendadak, karna nenek Nisa sedang sakit sedangkan Bibi NIsa yang


sehari hari merawat neneknya baru saja melahirkan, akan sangat repot jika harus


mengurus neneknya sekalian. Jadi orang tua Nisa, memutuskan untuk merawat Nenek

__ADS_1


Nisa selama sakit di kampung halamannya.


Bruuuk !!!


NIsa tak sengaja menabrak seseorang, karna terlalu fokus dengan hpnya, "auww ini badan apa


beton? kuat bener?" gumam Nisa sambil memegang dahinya.


"Kalau jalan jangan sambil main Hp". ucap seseorang yang Nisa tabrak. Nisa mendongakan kepala untuk melihat siapakah gerangan yang membuat dahi cantik Nisa memerah.


"Elllo?".Ucap Nisa dan Reyvan serempak.


"Ngapain lo disini bocil?". Ucap Reyvan


"Fotocopy".Jawab Nisa singkat kemudian berlalu. Namun langkahnya terhenti saat Reyvan


memegang pergelangan tangannya.


"Lo mau kemana ha?" tanya Reyvan, sambil memegang erat tangan Nisa. Nisa memutar


pergelangan tangannya agar terlepas dari cengkraman Reyvan.


"Lepasin Om". Ucap Nisa membuat Reyvan kesal, dengan Nisa memanggilnya seperti itu


seakan akan reyvan adalah om om hidung belang yang memangsa daun muda.


Nisa terus memberontak, meronta, meminta agar Reyvan membiarkannya pergi,Namun Reyvan tak


menggubris demi menepis rasa malunya yang saat ini tengah dilihat seisi koprasi


Reyvan memberanikan diri mendekat kearah Nisa kemudian mencium pipinya sekilas.


CUP


Nisa merasa tubuhnya menegang saat Reyvan dengan santainya mencium pipi Nisa.


"Ayolah sayang, jangan marah". Ucap Reyvan seakan akan mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar.


"Lepasin om, lepas!! om jahat om udah selingkuh dari aku, om jahat, om jahat".Reyvan


kaget mendengar respon Nisa yang sekarang sepertinya sedang mengerjainya balik.


Kini Nisa sedang membalas Reyvan karna telah mencium pipinya,"Rasain lo". Bisik Nisa tepat


ditelinga Reyvan Kemudian Nisa berlari seakan benar benar sedang


bertengkar dengan Reyvan,


Reyvan dibuat menganga tak percaya dengan kelakuan gadis itu "sialll, senjata makan


tuan". Batinnya.

__ADS_1


__ADS_2