KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
03. Pria edan


__ADS_3

Nisa menikmati makan siangnya dengan perasaan dongkol, mengingat kejadian yang barusan dia alami, "Sial pipi gue udah nggak perawan lagi" gumam Nisa sambil menyendokan makanan kemulutnya. Kalau saja yang menciumnya adalah Lee Min Ho pasti dengan suka rela Nisa menyerahkan jiwa dan raganya eh.


"untung ganteng" ucapnya sambil mengelap kasar pipinya. yang sampai saat ini masih terasa bekas dicium pria itu.


"Bil", panggil Nisa pada Bila, saat gadis centil itu lewat dihadapannya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan putri?". Ucap bila sambil membungkukkan tubuhnya, seakan dia adalah seorang pelayan.


"Ambilkan tugasku wahai liliput". Titah Nisa seolah menjadi tuan putri sungguhan.


"Sialan lo, cantik kayak gini dibilang liliput". Omel Bila pada Nisa sambil mencibikan bibirnya.


"HAHAHA" Nisa tertawa melihat reut wajah Bila."gue mau minta tolong".


"Ya elah gue kira mau ngasih tuh bekal, taunya nyuruh, buruan, apa?". celoteh Bila .


"Minta tolong dong,,, ambilin tugas yang udah gue fotocopy di koprasi asrama". Pinta Nisa memelas."nih uangnya, ya ya ya?uh Bila cantik, pliiisss". Rengek Nisa merayu Bila, dengan mengedipkan mata sambil mengecup ecup bibirnya .


"yaa.." ucap Bila datar "dah nggak usah gitu muke lo,jijik gue liatnya".Bila mengibaskan tangannya, seolah sedang jijik.


"hahaha" Nisa tertawa bahagia "thanks". ucap Nisa diikuti anggukan oleh Bila.


Bukan tanpa alasan Nisa menyuruh Bila mengambil tugasnya, dia ogah kalau harus bertemu dengan pria itu lagi.


"mbak mau ngambil tugas yang tadi temen aku fotocopy". Ucap Bila pada mbak mbak penjaga koprasi.


"Yang mana ya?". Tanya penjaga koprasi.


"Itu loh mbak, temen aku yang cantik rambutnya sebahu, tadi fotocopy 100 lembar". Terang Bila.


"oh,,, Mbak yang Itu? Maaf mbak fotocopyannya udah diambil sama Pak Reyvan, tuh orangnya lagi nungguin". Ucap penjaga koprasi tersebut sambil menunjuk kearah Reyvan yang tampak memainkan Hpnya.


Park Hyu Bin ucap Bila menutup mulutnya yang menganga melihat pria dihadapannya. Reyvan yang merasa ada yang memperhatikannya mendongakan kepala menghadap Bila.


"HYu" gumam Bila saat Reyvan menatapnya, HYU yang dimaksud bila adalah artis korea yang digandrungi kaum hawa.


"HIU?" Reyvan mengernyitkan dahi menoleh kekanan dan kekiri mencari siapa yang di maksud ikan hiu,,"sialan beraninya dia nyamain gue sama hiu".saat menyadari tidak ada siapaun disampingnya.


"Mau apa lo?". Gertak Reyvan membuyarkan lamunan BIla.


"Anu HYU eh mas, mau ngambil tugas temen saya", ucap Bila gelagapan.


"Bilangin ketemen lo, suruh dia ambil sendiri ok!". Ucap Reyvan tepat di samping telinga Bila. Bila hanya mengangguk.


Bila terdiam terpaku, bulu kuduknya meremang saat Reyvan berbicara di dekat telinganya, dia begitu terbuai  pesona Reyvan, bagaimana tidak Reyvan memiliki paras mirip dengan oppa korea.

__ADS_1


"NIIIISAAAA". teriak Bila sambil berlari menghampiri Nisayang tengah berbincang dengan Lisa di depan aula sekolah..


Bila menghambur memeluk Nisa erat memutar tubuh Nisa girang, membuat Nisa sempoyongan.


"Hey sriwil kutil ngapain lo?". Ucap Lisa sinis.


"Gue lagi bahagiaaaa, bahagia banget". Ucap Bila tampak sumringah.


"Kenapa? ketemu oppa korea?". tanya LISa mengejek.


"Yeeesss seratus buat lo". Bila mengacungkan jempol sedang Lisa menggeleng tak percaya.


"Nggak mungkin, yang ada oppa oppa tua, hahaha".


"SIALAN lo". umpat Bila kesal mengepalkan tangan dihadapan Lisa, entah kenapa LIsa dan Bila tak pernah akur, setiap kali bertemu selalu saja adu mulut. Sekarang saja mereka salik mengejek.


"Bil, mana tugas gue?". tanya Nisa menengahi kedua temannya yang sebentar lagi mungkin akan berduel.


"Itu nis, itu". Jawab Bila .


"ita itu, ita itu". "ngomong yang bener". Omel Lisa


"Apaan sih lo, nyaut aja, dasar cantolan wajan". cibir Bila


"STOP!! udah berenti". tangan Nisa mencengkal kedua sahabatnya, agar tidak berakhir adu jotos. "Mana Bil tugas gue" tanya Nisa kembali.


"Lo disuruh ambil sendiri katanya" jelas Bila.


"Siapa yang nyuruh?". Desak Nisa


"HYU" tutur Bila polos.


Mendengar BIla mengucap HYU Nisa sudah paham kalau yang dimaksud Bila adalah Reyvan, siapa lagi kalau bukan dia. "DASAR EDAN". Ucap Nisa sambil melangkah menuju koprasi asrama.


"HEY pria edan, mau lo apa?" Teriak Nisa sambil menggebrak meja dimana Reyvan duduk.


Reyvan yang sudah tahu akan kemarahan Nisa hanya tersenyum licik, dia beranjak dari duduknya kemudian menarik Nisa keluar dari lingkungan Koprasi.


"Apa maumu om?" bentak Nisa setelah keluar dari koprasi.


"Gue mau lo nurutin kemauan gue". Gertak Reyvan ditelinga Nisa. "Kalau gue nggak mau?", gertak Nisa kembali.


"OK kalau itu maumu, tapi jangan salahin gue kalau Vidio kita tersebar". Ancam Reyvan sambil menunjukan Vidio dimana Reyvan sedang menciumnya. Nisa membelalakkan mata. "Hapus nggak!!" teriak Nisa mengancam.


Reyvan menggerakan jari kekanan kekiri "Nggak bisa, lo harus mau nerima perintah gue dulu". Nisa menghentakkan kakinya kesal,sunnguh pria satu ini membuatnya gila.

__ADS_1


"OK, tapi nanti setelah gue pulang sekolah, setelah itu hapus vidio itu" Nisa menuruti kemauan Reyvan bukan tanpa alasan, semua ini dia lakukan agar reputasinya disekolah tidak hancur hanya karna pria edan ini.


Revan tersenyum penuh kemenangan, sebenarnya niat awal hanya menggoda Nisa, namun Nisa menganggapnya serius, mana mungkin Reyvan menyebarkan vidio itu bisa bisa gosip lambe turah bertebaran di televisi menyebabkan reputasi perusahaannya hancur.


Sebelumnya setelah kejadian dia mencium Nisa Reyvan segera mengecek cctv yang bisa langsung dia pantu lewat smart phonenya, namun saat hendak menhapus muncul ide jahil, dia mengkopi terlebih dahulu rekaman cctv itu di Hpnya, baru setelah itu dia menghapus dari File Asrama.


Tet!!!tet!!! tet!!


Bel sekolah berbunyi kini tiba saatnya para siswa untuk pulang, begitupun dengan Nisa, dia tampak


lega,hari beratnya telah berakhir. Ingin rasanya dia cepat cepat pulang kemudian mandi, mengguyur kepalanya dengan air.


Namun saat Nisa sedang asyik dengan khayalannya drt,..drt..drt hp.nya bergetar dia secepatnya


mengambil hp di saku bajunya.


"Hallo?Assalammualaikum Buk, iya Nisa bentar lagi pulang"jawabnya


"kenapa buru buru pulang?lupa dengan janjimu tadi?"suara diseberang sana mengagetkan Nisa ternyata itu bukan suara ibunya. secepatnya dia melihat layar hpnya,ternyata nomor tidak dikenal, "siapa yang tlp?"gumamnya


"hey kenapa diam saja? gue tunggu di depan asrama sekarang? perintah suara tersebut.


Nisa begitu jengkel megnhentak hentakan kakinya ke tanah. "Pria edan..... awas lo"."


erang Nisa


Sebelum pergi menemui pria gila itu Nisa menghampiri Lisa "Lis kamu pulang duluan


gak papa ya? gue masih ada urusan. nih...kunci motorku, ntar aku pulangnya naik


gojek aja" terang Nisa panjang lebar.


"Ntar gue ngomong apa sama ibu kamu?". tanya Lisa.


" Tenang,,,orangtuaku pulang kampung, nengokin nenek  lagi sakit, tadi pagi telpon gue".


"Ya sudah hati hati, kalau ada apa apa kabari gue". ucap Lisa sambil menerima kunci motor NIsa.


"Iya sayang.." jawab Nisa. kemudian berlalu meninggalkan sahabatnya, untuk memenui pria edan di asrama.


HELLOOOWW


Jangan lupa di like ya...


matur nuwun

__ADS_1


__ADS_2