KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
09 OMES


__ADS_3

“siapa kamu?”tanya Nisa pada orang yang menyelamatkannya, Nisa tak dapat menjangkau wajahnya karna posisi orang itu sedang membelakanginya, reflek pria itu memutar tubuhnya menghadap Nisa “kak Rey” ucapnya berteriak karna penjahat itu bangkit hendak memukul Reyvan, dengan sigap reyvan menangkis serangan penjahat itu, kini hanya dengan satu pukulan mampu membuat penjaht itu terkapar tak berdaya.


“lo nggak papa” tanya Reyvan menghampiri Nisa yang tertunduk lemas,


“nggak” Nisa menggelengkan kepala menatap Reyvan “kamu?” tanya Nisa balik.


Reyvan menggelengkan kepala mencoba membantu Nisa untuk berdiri, “Auuuw” erang Nisa memegang kakinya yang terluka.


“kayaknya lo luka berat, biar gue bantu” ucap Reyvan membopong Nisa.


Nisa hendak menolak namun apadalah daya, Reyvan tetaplah Reyvan pria itu tak memberi Nisa


celah sedikitpun untuk bisa berdiri sendiri.


HUUUP mungkin itu suara yang keluar saat tubuh Nisa melayang dalam gendongan pria yang kini ia tatap dalam, pandangan matanya kini hanya tertuju pada wajah tampan dihadapannya, aroma parfum yang khas dimiliki Reyvan


membuat Nisa terbuai akan keindahan ciptaan Tuhan.


GANNNTEEENGG batin Nisa dalam hati, seakan melupakan rasa sakit pada lukanya, kini dalam keadaan digendong ala brydal style membuat tubuh Nisa menegang, degub jantungnya tak beraturan, dalam hati merutuki diri sendiri, ingin rasanya dia meloncat, namun enggan, sayang rasanya, kapan lagi digendong pria tampan kalau


moment ini terlewatkan.


Reyvanmendudukan Nisa dijok belakang Motornya “aku akan mengantarmu pulang” ucap Rey pada Nisa namun gadis itu masih dalam mode bengong, Rey yang merasa ucapannya tak direspon memilih untuk beralih memegang stang motor hendak menaikinya, “jangan” kata Spontan yang Nisa ucapkan membuat Rey menghentikan langkahnya, “apa?” tanya Reyvan yang tak memahami ucapan Nisa.


ah bodoh apa yang kau lakukan? rutuk Nisa melirikan matanya “ah tidak, hm maksudku terima kasih, tapi aku masih ada keperluan lain, terima kasih telah menolongku” ucap Nisa ambigu, Reyvan mengernyitkan dahi kali ini dia benar benar tak memahami apa yang gadis itu ucapkan.


“lo demam, sepertinya kita harus kerumah sakit” Reyvan menurunkan tangannya setelahmemeriksa dahi Nisa, “ jangan “ ucap nisa, lagi lagi membuat Reyvan bingung, “hey bocil lukamu parah, badanmu demam, kalau lo kenapa napa gimana?” sentak Reyvan yang merasa jengkel dengan tingkah Nisa.


Mendengar  Reyvan berkata keras padanya membuat Nisa menundukan kepala, heniiing hingga suara isakan Nisa mendominasi keadaan. “ hey kenapa kau menangis, apa rasanya sangat sakit?” pertanyaan bodoh keluar dari


mulut Reyvan bodooh jelas terasa sakit, kakinya saja mengeluarkan banyak darah.


Nisa menggelengkan kepala, kedua tangannya mengusap pipi menghapus airmata yang masih saja merembes keluar, perlahan kakinya merangkak turun dari motor Reyvan, dengan langkah berjinjit menahan sakit Nisa berjalan menuju sepedanya.

__ADS_1


“Apa yang lo lakuin bodoh” Reyvan menghempaskan tangan Nisa saat tangan itu hendak menyentuh


sepedanya, Nisa hanya terdiam tubuhnya terhempas ketanah dengan posisi terduduk, badannya mulai bergetar dia kembali menangis, “Aku nggak punya uang untuk biaya kerumah sakit” ucap Nisa disela sela isakannya, gadis itu


menundukan kepala.


Mendengar hal itu membuat hati Reyvan tersentuh, Reyvan mengacak rambutnya, pria itu kemudian duduk berjongkok tepat dihadapan Nisa memeluknya pelan,.tubuh Nisa seketika  menegang saat merasakan pelukan


hangat dari Reyvan, setelah tadi digendong kini giliran dipeluk uh rasanya ingin loncat kegirangan, nikmat mana yang kau dustakan eh!.


Jika Nisa adalah gadis penggemar k-pop pastilah dia akan merasa sangat beruntung karna


pria yang sedang memeluknya kini memiliki paras persis sekali dengan oppa korea, namun sayangnya oppa Indonesia ini memiliki penyakit hipertensi jadi sangat gampang sekali marah.


“gue tau lo sedang menikmati pelukan gue” ucap Reyvan dengan nada datar namun sukses membuat Nisa membelalakan mata dengan segera Nisa melepaskan pelukan Reyvan sial. “nggak usah malu, gue tau cewek itu malu malu tapi mau” ucap Reyvan tanpa dosa, sungguh jika nisa sedang tidak dalam keadaan terluka tentu dia akan menimpuk kepala Reyvan dengan martil milik ayahnya.


Tanpa aba aba Reyvan dengan sigap kembali menggendong Nisa, Nisa hendak meronta gadis mana yang akan terima jika dikatakan malu malu tapi mau, meski kenyatannya mau, Mau banget!.


“udah diem! Nggak usah banyak gerak” peringatan yang Reyvan berikan, bukan karna merasa berat namun dengan Nisa meronta membuat adiknya berdiri tegak siap untuk berperang, Nisa tampak cuek dengan ucapan Reyvan dia justru semakin kuat meronta membuat Reyvan kewalahan dan CUP dia mencium pipi Nisa sukses membuat


Demi apapun sungguh ingin rasanya Nisa berguling guling, namun Nisa memilih untuk diam


menuruti Reyvan seperti seekor kucing yang patuh pada majikan.


Reyvan membawa tubuh Nisa kedalam mobil yang entah kapan berada dihadapan mereka, “kerumah


sakit” titah Reyvan pada sang sopir, meski sudah berada didalam mobil Reyvan sama sekali tidak menurunkan Nisa dalam gendongannya. Gadis itu tetap berada dalam pangkuan Reyvan dengan kedua lengan masih melingkar pada leher pada pria yang selalu membuat jantungnya berdegub tak karuan.


***


Nisa mengerjapkan mata hal yang pertama dia lihat bukanlah pria malaikat maut itu, melainkanlangit langit bercat putih yang bisa dipastikan itu bukan langit langitkamarnya, Nisa mencoba mengingat ingat kejadian terakhir kali yang menimpanya,  gadis itu memegang kepalanya yang terasa pusing saat mencoba mengingat. Oh ya mungkin sekarang aku sedang dirumah sakit,lalu kemana manusia berpenyakit hipertensi itu?.


Tak lama kemudian Nisa dibuat menoleh pada suara knop pintu yang berputar,meski samar samar dia melihat seorang pria tmpan mengenakan pakaian casual sedang berjalan menghampirinya, bisa dipastikan bahwa itu adalah Reyvan dari parfum yang Nisa cium saat pria itu berada tepat disamping ranjangnya.

__ADS_1


“lo sudah sadar?” akhirnya pertanyaan itu terlontar setelah sepersekian detik pria itu


berdiri disamping ranjangnya. “hehm” jawab Nisa malas.


Reyvan mendekat kearahnya tepat dihadapan wajahnya, bahkan gadis itu bisa merasakan hembusan


nafas Reyvan, “mau ap” baru saja Nisa hendak melontarkan pertanyaan mulutnya dibuat membungkam karna pria edan ini kembali mencium pipinya, “dasar OMES” pekik Nisa kesal mengusap pipinya kasar.


“OMES?” celetuk Reyvan sedikit memundurkan wajahnya, “ya O-M-E-S otak mesum” gertak Nisa penuh amarah kini gadis itu membuang muka karna kesal.


Reyvan membulatkan mata beraninya gadis kecil ini mengatainya otak mesum, tak tahukah dia kalau karna dirinyalah Reyvan harus berkali kali menahan hasrat, dan seharusnya gadis ini tahu kala hanya dengan dirinyalah Reyvan berbuat mesum, karna memang sebelumnya Reyvan tidak pernah menyentuh wanita apalagi menciumnya.


“lo ngomong apa barusan?


“Omesssshhhh othak meshuuum” jawab Nisa penuh penekananan yang sukses membuat Reyvan bertambah gemes.


“biarin gue omes yang penting nggak kayak lo yang murahan” Reyvan mencoba membalas Nisa.


“apa? Aku murahan? Nggak! Aku  nggak murahan” gertak Nisa


tak terima dengan ucapan reyvan.


“buktinya?” tanya reyvan menaikan kedua alis sambil melipat kedua tangan,


“Gue  nggak pernah dicium cowok selain lo” ucap Nisa spontan. akhirnya Nisa mengaku membuatnya menutup mulut karna malu.


“gue nggak percaya” sahut Reyvan mencoba menggoda Nisa.


“ Terserah, yang jelas gue nggak kayak lo yang main sosor sembarangan, dasar laki laki jalang”Nisa menunjuk dahi Reyvan “oh ya satu lagi, gue nggak yakin kalo lo laki lakinormal, buktinya lo pingsan saat gue pura pura mau memperkosa lo”Nisa menhembuskan nafas panjang, pria yang dia hadapi kali ini sangat menjengkelkan.


Apa? Sejak kapan ada istilah laki laki ******? Dasar labil lagian gue udah pengen nerkam nih bocil tapi sayang gue masih punya nurani


“ gue bukan ****** dan gue nggak pernah main sosor sembarangan, gue masih normal dan satu

__ADS_1


lagi gue nggak pernah nyium cewek selain lo” jelas Reyvan tepat di depan wajah Nisa, Reyvan memberikan penjelasan yang justru membuat Nisa menganga tak percaya, jadi keduanya sama sama yang pertama, ah beruntung sekali kau Nisa ah tidak Reyvan.


__ADS_2