
nisa berjalan di koridor sekolah, saat akan kembali ketenda dia teringat kalau dia belum mengambil schedul untuk besok menjelajah, ditelusurinya koridor kemudian masuk ke ruangan yang bertuliskan ruang pramuka,nisa berada diruang itu sendirian suasana tampak hening udara terasa dingin, sayub sayub nisa mendengar suara orang sedang mengobrol kemudian tertawa, awalnya nisa mengira itu suara teman²nya yang sedang mengbobrol, namun dia tersadar bahwa tidak ada siapapun kecuali dirinya, nisa segera mngambil apa yang dia butuhkan kemudian pergi, badannya mulai menegang bulu kuduknya meremang, dia segera keluar ruangan untuk memastikan keadaan diluar, "semoga bukan setan". nisa melangkahkan kakinya perlahan.
sebenarnya nisa bukannya gadis yang penakut, buktinya dia berani menelusuri koridor sekolah yang terkenal angker sendiri, dia mengedarkan pandangan berharap menemukan sumber suara itu, langkahnya terhenti saat mendengar suara dari dalam ruangan saat dia melintasinya, suara itu semakin jelas nisa mencoba semakin mendekat tiba² dari dalam ruang tersebut keluarlah sesosok bayangan perempuan memakai baju yang berantakan, nisa terpaku dengan apa yang dia lihat, "kuntilanak" batinnya.
"ah gue nggak takut" nisa menggelengkan kepala mencoba menenangkan dirinya sendiri, dia kembali melangkahkan kaki setelah sosok yang dia kira kuntilanak itu menghilang di gelapnya malam, namun baru beberapa langkah nisa kembali dikejutkan dengan penampakan seseorang yg keluar dari ruangan tempat kuntilanak itu muncul, "astaghfirullah" nisa terperanjat jantungnya berdegub kencang jika sebelumnya melihat sesosok kuntilanak dia hanya merasa kaget namun lain halnya dengan sesosok ini nisa merasa tubuhnya menegang sesosok itu bertubuh tinggi besar dan berpakaian serba hitam, dan mengeluarkan kilatan merah dilengannya, "genderuwo".
nisa berusaha tetap tenang namun giginya bergemelutuk tak karuan, sambil tergagab gagab nisa membaca ayat kursi berharap genderuwo itu segera menghilang, dia bingung ingin berlari kedepan namun genderuwo itu didepannya, ingin berlari kebelakang tapi area persawahan, sungguh malang nasib nisa malam ini, dia terduduk merasa lututnya lemas melingkarkan lengannya dikaki yang ia tekuk kepalanya ia benamkan di antara lutut dan tubuhnya.
baru saja nisa bernafas lega saat genderuwo itu hilang dari pandangannya, namun tubuhnya kembali menegang saat sesuatu menyentuh pundaknya,
"mbah ampun mbah, ampuuun!!!" nisa memejamkan mata kedua telapak tangannya terpaut memohon pada sesosok yang ia yakini penunggu tempat ini.
"ampun mbah putune mboten nakal maleh, ampun mbah" gumamnya, sentuhan yang awalnya terasa lembut lama kelamaan semakin mencengkeram membuat tubuh nisa bergetar takut sekaligus ngeri, yang dibenaknya saat ini adalah seorang itu akan memakannya hidup², ampun mbah, ampun, nisa teringat kisah dongeng jika ada yang menolongnya jika itu perempuan akan dijadikan saudara jika laki² akan menjadi kekasihnya,
__ADS_1
"ya Allah ampuni hamba, jika yang menyentuh hamba dedemit tolong engkau singkirkan, namun jika dia perempuan maka akan ku jadikan saudara jika laki laki akan ku jadikan kekasih, namun harus yang ganteng pinter sholeh dan kaya ya Allah" nisa berdo'a sambil memejamkan mata jantungnya masih berdetak tak karuan,
"amiiin" sahut seseorang.
amiin? nisa membuka matanya perlahan, hal yang pertama nisa perhatikan saat membuka mata adalah kaki didepannya "syukurlah kakinya menyentuh tanah, berarti bukan hantu",nisa meloncat kegirangan memeluk seseorang dihadapannya kemudian nisa menangis sesenggukan di pelukan orang tersebut, yang dipeluk meronta ingin melepaskan pelukan nisa,
"sebentar sebentar saja, aku sungguh takut, pliss aku mohon", ucap nisa dengan sesenggukan tanpa melepas pelukannya,
"sudah? " tanya seseorang tersebut nisa tak mampu melihat wajah yang dia peluk karna tertutupi gelapnya malam. namun nisa yakin yang ia peluk adalah laki laki "astaghfirullah, semoga cakep".
"siapa kamu? "tanya nisa, refleks laki² tersebut menyalakan flash dihpnya agar nisa bisa melihat wajahnya, "ya Allah kamu? "
"ya..kekasihku!! " sahut laki² itu yg ternyata adalah reyvan.
__ADS_1
"kekasih? kekasih dari hongkong? "
"kan lo yang bilang kalau cewek jadi saudara kalau cowok dijadikan kekasih"
"gue nggak ngomong" nisa mengerucutkan bibir kesal,
"kamu ngomong gitu sayang!"
sayang? dasar pria edan.
entah mengapa nisa terdiam setelah rey memanggilnya sayang, seutas senyum terlukis di bibirnya, tak dipungkiri laki laki itu selalu membuat jantung nisa berdegub kencang,
" hey kok bengong? " rey menyenggol lengan nisa, nisa hanya menggeleng kemudian berlari meninggalkan rey sendiri, rey tersenyum melihat tingkah gadis itu.
__ADS_1