KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
Bab 39


__ADS_3

"Gue nerima lu Dit. Gue pengen jadi pacar lu." Ucap Kasih, sambil menggenggam tangan Dito. Dito yang masih belum percaya hanya diam, karena benar-benar terkejut dengan apa yang barusan Kasih katakan. Sedangkan Putra, ia geram dengan apa yang Kasih katakan barusan. Putra langsung melepas tangan Kasih dengan tangan Dito dan langsung menggenggam tangan Kasih.


"Kas, lihat gue. Gue tau kalau lu juga masih sayang ama gue. Kas.." Kata Putra dengan menatap wajah Kasih. Namun Kasih tidak ingin menatap wajah Putra sama sekali dan juga Kasih memilih diam. "Kas, jawab gue. Lu masih cinta kan?"


"Lepasin Kasih. Lu ngak dengar sendiri. Tadi Kasih bilang apa?" Dito mencoba melepaskan tangan Putra.


"Dito, beri aku waktu."


"Ngak! Lepasin tangan pacar gue." Ucap Dito dengan tegas yang juga tidak ingin kalah dari Putra.


"Gue butuh penjelasan dari lu Kas. Kalau bukan hari ini, esok atau kapan pun, gue bakalan tungguin penjelasan lu." Dengan pasrab Putra pergi dari sana. Dengan perasaan yang hancu. Kekasih yang begitu sangat ia cinta, yang ia tunggu selama ini telah melabuhkan hatinya dengan pria lain.


"Makasih Kas. Makasih udah ngasih gue kesepatan." Ucap Dito dengan perasaan yang sangat bahagia. Dito tidak menyangkah perjuangannya selama ini membawa hasil yang sangat menggembirakan. Ia tidak menyangkah jika Kasih akan menerima cintanya dengan sangat cepat.


"Mulai besok, gue bakalan jemput lu Kas."


"Iya." Jawab Kasih dengan tidak ada rasa semangat di dalam dirinya. Kasih berjalan masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Dito seorang diri yang kini tengah berada di warung. Ibu Kasih memperhatikan Kasih yang berjalan seperti seseorang yang sedang tidak punya semangat dan juga sedang memikirkan sesuatu.


"Nak Dito, ada apa? Kenapa Kasih seperti itu?"

__ADS_1


"Tidak apa bu, Kasih hanya lelah dan butuh istirahat."


••••••


Suara bunyi knalpot motor membuat semua siswa-siswi menoleh dan terus memperhatikan motor yang melintas masuk ke dalam sekolah. Dan untuk pertama kalinya Dito membonceng wanita masuk ke dalam sekolah. Kini mulai ramai Dito dan Kasih menjadi tranding topik nomer satu di sekolah. Banyak yang menebak jika mereka sudah resmi berpacaran karena Dito sudah mengizinkam Kasih duduk di motornya. Namun banyak juga yang menebak jika Kasih hanya menumpang saja.


Hingga tranding toping yang terus di perbincangkan kini telah sampai di telinga Putra. Putra mengepalkan kedua tangannya menahan amarah. Sedangkan Sisil ia bisa tertawa dengan puas. Adanya berita itu membawa nafas legah baginya. Setidaknya kini Putra bisa kembali menjadi miliknya karena Kasih telah bersama dengan Dito.


"Serius lu resmi pacaran ama Dito?" Tanya Citra memastikan dengan Kasih apa yang menjadi gosip di kalangan sekolah benar adanya, atau cuman hanya gosip semata.


"Iya, semalam gue nerima Dito." Kata Kasih membuat Citra menutup mulutnya dengan tangannya. Citra tidak menyangkah jika Kasih akan menerima cinta dari Dito.


"Gue pengen cerita ama lu Cit. Udah lama gue pendem."


"Apa?? Ayo cerita."


"Pulang sekolah gue cerita."


Di kelas lagi. Lebih tepatnya di kelas Putra yang kebetulan sekelas dengan Dito,. Aura dingin begitu terasa. Permusuhan antara Dito dan Putra dapat di lihat dengan jelas dari sorot mata mereka.

__ADS_1


"Gue harap lu ngak pernah lagi deketin Kasih." Kata Dito lalu duduk di bangkunya.


Saat jam pelajaran istirahan. Putra kembali ke tempat ia biasa tertidur. Saat berada di sana, lagi-lagi bola bakset terdengar berbunyi.


"Hey.." Teriak Putra karena merasa tidurnya terganggu. Putra spontan diam saat melihat Kasih yang kini tengah memegang bola baskte. Perlahan Putra berjalan mendekat ke arah Kasih dan menarik lengan Kasih, membawa Kasih ke tempat tersembuyi.


"Jelasin apa yang gue dengar semalam itu adalah kebohongan."


"Lepasin tangan gue Put, lepasin!"


"Jelasin dulu"


"Sakit Put. Lepasin."


Akhirnya Putra melepaskan tangan Kasih.


"Gue udah resmi pacaran ama Dito. Jadi gue harap lu bisa ngerti dan jangan ganggu gue lagi."


Sedangkan di tempat lain, Dito terus saja mencari keberadaan Kasih yang semejak jam istirahat belum pernah Dito lihat. Sudah banyak siswa-siswi yang Dito tanya namum tetap saja tidak ada yang melihat Kasih sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2