KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH
01. Pertemuan pertama


__ADS_3

Annisa Amalia biasa dipanggil Nisa, dia adalah  gadis yang cantik, berkulit putih, memiliki sifat baik hati juga penyayang, Dia adalah murid TOP disekolahnya,dia dijuluki sebagai MISSnya sekolah, karna parasnya yang cantik dan menawan.


Nisa adalah salah satu murid di salah satu SMA favorit dikotanya, Sekolah menengah itu merupakan sekolah para kaum elit, hanya mereka anak kaum berduit yang mampu bersekolah berlevel internasional ini, Tentu biaya sekolahnya sangat mahal, selaras dengan fasilitas yang maksimal.


Namun lain halnya dengan Nisa,dia bersal dari keluarga sederhana, karna kecerdasannyalah NIsa mendapatkan bea siswa penuh untuk bersekolah di sekolah itu, dengan begitu orang tuanya tidak akan merasa terbebani dengan biaya sekolah Nisa,


Marvelino Reyvan Abiantara seorang pemuda pewaris tunggal PT. EXCLUSIVE perusahaan dibidang perhotelan dan kapal pesiar, Pria berusia 24 Tahun itu selain berwajah tampan juga bertubuh atletis, merupakan lulusan salah satu Universitas ternama di Inggris. Dia di beri mandat oleh Ayahnya Pak Abiantara untuk mengelola sekolah perhotelannya yang ada di Kota yang dijuluki kota tahu ini, sebagai pelatihan sebelum dia menjalankan usaha utama keluarganya di Ibu Kota.


***


Three two one prriiiiittttt!!!!


Suara peluit ditiup, semua murid berlari berlomba menjadi yg terdepan dan


tercepat, tapi tidak untuk Nisa, jika dihari biasanya dia akan sangat bersemangat menjadi yang tercepat sampai difinish, namun kali ini berbeda  dia  tampak ogah berlari, bahkan dia memilih untuk berjalan gontai. Menyusuri jalanan dengan memainkan kaleng bekas minuman dingin.


DUG!!! DUG!!! DUG!!!


Kakinya dengan lincah menendang kaleng bekas layaknya bola. Saat melewati trotoar pinggir jalan dia mendapati tong sampah yang terbuka tutupnya, dia berinisiatif untuk memasukan kaleng bekas itu di tempat sampah.


Nisa mengambil ancang ancang layaknya striker bola yang mendapatkan tendangan pinalty.


Satu Dua Tiga wuuuussssssh NIsa melayangkan tendangannya tepat ke arah tong sampah, namun sayang kaleng itu tidak berhasil menjebloskan gawang lawan eh maksudnya mulut tong sampah. Kaleng itu justru mendarat mengenai pinggiran tong sampah kemudian terpental dan melayang Nisa mengikuti kemana arah kaleng itu melayang,begitu kaleng itu akan mendarat dengan mulus, Nisa menutup kedua matanya dengan tangannya,


PLAAAKKKKK suara kaleng itu saat mendarat bebas,


“SHIIIT!!!”; umpat seorang yang kepalanya terkena timpukan kaleng,


Nisa membuka matanya, alangkah terkejutnya dia kaleng itu mengenai kepala seorang pria sedang berjongkok disamping mobil, sambil mengelus elus kepalanya.


“Ups sory”: ucap Nisa menghampiri pria tersebut.


“Oh jadi lo yang nimpuk kepala gue pake kaleng???” ucap pria itu, dia tampak kesal.


Nisa menganggukan kepala.“Hehm maaf aku nggak sengaja”. Nisa meminta maaf sambil menyatukan kedua tangannya, wajahnya dibuat semanis mungkin, berharap pria dihadapannya ini akan luluh dengan pesonanya.


“Nggak sengaja, nggak sengaja, mata loe”. bentak laki laki itu, seakan tak tersentuh akan pesona NIsa.


Gendeng dia malah tambah erosi eh emosi, aduh ****** gue, untung nggak ada yang lihat bisa jatuh harkat dan martabat gue sebagai seorang idola. Nggak nggak boleh gue nggak boleh keliatan lemah.


“Heh om, aku tuh udah minta maaf, nggak usah tambah ngegas", bentak Nisa menunjukan keberaniannya.

__ADS_1


Om??? sialan, bocal cilik ini manggil seorang Marvelino Reyvan Abiantara dengan sebutan om? apa gue nggak salah denger?apa gue terlihat setua itu?.


“Heh dasar bocil nggak tau sopan santun, nendang kaleng seenaknya”, Pekik Reyvan yang kesal disebut om, dia menunjuk dahi Nisa dengan telunjuknya, Matanya melotot sambil mengertakan giginya.


“Heh dasar om om, salah sendiri jongkok ditengah jalan, kalau mau buang hajat jangan disini, dasar somplak", kali ini giliran Nisa yang menyilangkan tangan, matamya tak kalah melotot, keduanya saling beradu pandang.


Edaaaannn ganteng banget gaesssss, hidungnya kayak perosotan, bibirnya seksi uh, sayang kena penyakit hipertensi. Kalau nggak gue rela jadi yang kedua eh.


Nisa membuang muka malas meladeni pria dihadapannya, dia memilih memutar badan berjalan meninggalkan pria itu dengan amarah yang masih diubun ubun.


“Heh aku belum selesai bicara",  teriak Reyvan saat menyadari gadis itu meningalkannya begitu saja.,


Namun Nisa nampak tak menggubris dia tetap melangkah tanpa beban.


"Hey Bocillll" teriak Reyvan kembali.


Nisa hanya menoleh, namun kakinya tetap melangkah, gadis itu mengangkat dagu seperti memberi isyarat "apa lagi sih".


“Tanggung jawab kepalaku benjol”. gertak Reyvan sambil memegang kepalanya..


“Masih jauh dari nyawa, emang mas hamil minta tanggung jawab?, laki bukan?"


Disini Reyvan merasa harga dirinya merosot di perosotan TK mendengar ejekan Nisa. “Hey,,,dasar cewek aneh, ketemu lagi gue hajar lo”, Gerta Reyvan denga nada tinggi, pria itu mengusap wajahnya frustasi.


Sementara itu di sekolah


“Kemana to Nisa kok gag sampek sampek?” gumam Lisa dengan nada gusar, dia berdiri mondar mandir di depan gerbang sekolah, dia tidak ikut berlari karna sedang PMS yang membuat perutnya sakit..


“Tau tuh ke HONGKONG kali”, ucap teman yang lainnya, menyahut gumaman Lisa yang masih terdengar..


Tidak jauh dari sekolah, nampak seorang gadis berlari dengan nafas ngos ngosan.


“Dari mana aja to? kok nggak nyampe nyampe yg lain pada ganti baju


noh”, gerutu Lisa, saat Nisa sampai di depan gerbang sekolah.


“Habis ketemu wong edan, marah marah nggak jelas”, jawab Nisa


sambil menyambar botol minum yang sengaja Lisa bawa untuk sahabatnya.


"Serius?Dimana?" tanya Lisa penasaran.

__ADS_1


"Noh diperempatan". Tunjuk Nisa mengarah pada perempatan jalan Lisa mengikuti arah telunjuk Nisa dengan penasaran"


"Owh". Lisa menganggukan kepala.


“Ya dah ayo temenin gue ganti baju gerah kena kringet”.


"Ayo", jawab Lisa. Kemudian keduanya menuju keruang ganti sekolah.


***


"Sial gue hari ini,, benar benar sial!". Erang Reyvan tampak frustasi.


"Kenapa sih lo bro, nggak biasa biasanya???" Tanya Ivan, sekertaris


sekaligus teman dan  saudara dari Reyvan.


"Nggak, Hari ini gue cuma lagi sia aja", Reyvan menceritakan semua


kejadian yang menimpanya pagi ini.


"Hua ha ha ha ha,,," Ivan tertawa sekencang kencangnya, mendengar cerita Reyvan. "Sudah jatuh tertimpa tangga" ejek ivan membuat reyvan semakin kesal, mengacak rambutnya.


"******* lo!" umpat Reyvan. "temen lagi apes bukannya dihibur malah


diketawain, awas aja gue potong gaji lo bulan ini". anjam sambil melempar bantal kearah Ivan.


Ivan menerima lemaparan Reyvan dan langsung menggunakannya untuk menutup mulutnya, wah.. kalau bener gajinya, dipotong bisa gagal rencana untuk melamar kekasihnya.


Sebenarnya hari ini hari pertama Reyvan berada di kota ini, setelah menempuh perjalan menggunakan pesawatReyvan memilih untuk menginap di hotel terlebih dahulu, sebelum nantinya dia akan tinggal di Asrama sekolah miliknya, dia meminta Ivan membawakan mobil pribadi setibanaya dihotel, namun naas ban mobil itu terkena paku, yang akhirnya membuat dia terkena timpukan kaleng bekas dari gadis cantik itu.


 


Hay guyyysss selamat membaca karyaku


jangan lupa di like ya...


matur nuwun....


 


 

__ADS_1


__ADS_2