Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Kembali (berlatih)


__ADS_3

Cara pandang Jun Yuan dalam melihat dunia kini sedikit berubah,jujur saja selama ini ia berfikir kekuatannya sudah cukup tinggi tapi pada kenyataannya ia hanya seperti katak dalam tempurung


tapi itu juga bukan salahnya sepenuhnya karena memang selama ini Paman dan Bibinya benar benar hanya melatihnya tanpa menjelaskan apapun dan juga mereka selalu membantunya jika mengalami kesulitan


dalam hatinya kini terbersit sebuah keinginan,ya,,,untuk menjadi lebih kuat lagi agar tak mengecewakan mereka yg sudah mendidik dan merawatnya


Ia merasa dengan kondisinya saat ini mustahil baginya untuk menyelesaikan tugas yg di berikan padanya


tapi meski tugas yg ia emban belum satupun yg terselesaikan ia juga tak bisa mengabaikan perasaannya tentang kondisi Permaisuri


setelah berkutat dengan pikirannya ia memutuskan untuk kembali mengulang latihannya,kini ia fokus memulihkan diri dengan bermeditasi,meski kekuatannya telah pulih sepenuhnya tapi kepalanya masih terasa sakit


Setengah hari terlewati ia membuka mata,sakit di bagian kepalanya sudah mereda


" sudah selesai,,,sekarang apa yg akan kau lakukan " suara Mei Lin bergema di pikirannya


" Aku akan berlatih lebih dulu disini " balas Jun Yuan


" tak usah bersuara kau hanya perlu berkata dalam hati,,,, baiklah,coba tunjukan semua yg kau punya "


Jun Yuan bangkit,entah mengapa ia kini lebih bersemangat,ia menunjukan semua yg di pelajari nya,hingga malam menjelang ia baru berhenti


" Lumayan,,,kau menguasai semuanya dengan cukup baik meski hanya dasarnya tapi aku rasa aku bisa menyempurnakan beberapa kekurangan dalam gerakanmu bahkan mungkin mengembangkannya tapi untuk sekarang lebih baik kau melatih pernafasan mu lebih dulu "


Jun Yuan mengerti dan sadar kadang dalam beberapa kondisi staminanya lebih cepat menurun


Seminggu terlewati selama itu pula ia berlatih di bawah bimbingan roh pedangnya,selain berlatih jurus ia juga melatih pernafasannya,jika masih mempunyai waktu ia membuka kembali beberapa kitab yg ia bawa


Mei Lin menjelaskan banyak hal tentang dunia beladiri,Jun Yuan senang dengan hal itu wawasannya kini lebih luas meski terkadang ada beberapa pertanyaannya yg tak di jawab tapi tak membuatnya berkecil hati


Ia berpikir " mungkin belum saatnya mengetahuinya "


Jun Yuan lebih sering di suruh bermeditasi di bawah guyuran air terjun karena banyak manfaat yg ia dapatkan,selain melatih pernafasan juga memperkuat fisiknya


Mei Lin sendiri terus mengawasi di tempatnya,dalam hatinya ia berucap


" haaahhh,,,sejujurnya kau harus bersyukur karena aku mau membantumu,sangat jarang makhluk seperti kami peduli dengan suka rela "


" tanpa melakukan kontrak darah atau dengan mengalahkan roh penghuni sebuah pusaka sangat mustahil baginya untuk membantu "


" Tapi aku melihat sesuatu yg menarik dalam tubuh bocah ini,dengan tubuh serapuh itu ia bisa bahkan kuat menahan berbagai kekuatan yg bersemayam dalam dirinya "

__ADS_1


" Aku hanya penasaran takdir apa yg membawaku untuk bertemu denganmu,mungkinkah bocah ini bisa mengubah nasib pemegang kutukan Empat Mata Angin atau mungkin,,,,sesuatu yg lebih besar dari itu "


" apapun itu,,,mulai sekarang hidupmu akan berubah,kamu akan mengalami kesulitan dan penderitaan yg lebih besar dari orang lain seperti para pendahulumu,aku hanya bisa membimbingmu untuk melewatinya dan kamu sendiri lah yg harus menjalaninya,maka dari itu siapkan mentalmu dari sekarang "


Jun Yuan mengemas barang barangnya,hari ini ia berencana meneruskan perjalanannya,meski mendapatkan manfaat tapi ia juga tak bisa berlama lama tinggal di tempat ini


" senior,,,bolehkah aku bertanya " ucap Jun Yuan dalam hatinya


" selama itu tak menggangguku silahkan saja "


" kenapa senior mau membantuku,,,menurut kitab yg aku baca bukankah- "


" aku hanya kasihan padamu "


" ka-kasihan,,,"


" heem,,"


" alasan macam apa itu,kurasa aku tak selemah itu "


" oh jadi kau merasa sudah kuat "


" bukan begitu,,,"


" i-itu karena,,,"


" EMOSI mu,,,itulah kelemahan mu,kamu tak bisa mengontrol emosi mu,sekuat apapun dirimu kamu akan jatuh jika tak bisa mengendalikan emosimu,aku sudah banyak menyaksikan hal itu terjadi "


Jun Yuan terdiam ia tak menyangkal hal itu,emosinya akan meledak tak terkendali jika menyangkut keluarganya


" kamu menyadarinya bukan,,"


Jun Yuan mengangguk


" bagus,,,jadikan itu pelajaran,mulai sekarang aku yg akan bertindak jika hal itu terjadi "


" terima kasih senior "


" terlalu dini bagimu untuk berterima kasih "


" tapi,,,senior belum menjawab pertanyaanku "

__ADS_1


" pertanyaan yg mana "


" kenapa senior mau membantuku "


" sudah aku katakan aku hanya kasihan padamu "


" apa benar begitu "


" apalagi,,,memang itu kenyataannya "


" baiklah,,,"


" aiihhh,,,,payah sekali "


" apa maksudnya "


" sudahlah aku mau istirahat,jangan menggangguku "


Jun Yuan hanya bisa menghela nafas,dia tau alasannya tak sesederhana itu tapi ia juga tak mungkin memaksa jadi untuk sekarang ia hanya bisa pasrah


beranjak dari tempatnya ia bergerak ke arah matahari terbenam,ia ingin segera sampai di kota tujuannya untuk mencari beberapa informasi penting seperti yg Qiaoyu katakan


ketika akan melewati pinggiran hutan ia berhenti di sebuah dahan telinganya mendengar Suara benturan senjata tak jauh dari tempatnya,menekan hawa keberadaannya sedalam mungkin ia bergerak mendekat dengan hati hati


ia melihat seorang pendekar dengan pakaian asing berwarna biru laut di keroyok oleh enam orang berjubah hitam tapi ia tak melihat lambang apapun di jubahnya,awalnya ia menduga itu kelompok Kalajengking Merah tapi sepertinya dugaannya meleset,ia baru ingat mungkin itu kelompok Bandit Gunung


Untuk sekarang ia hanya memperhatikan karena meski di keroyok pendekar asing itu tak terlihat terdesak bahkan terkesan mempermainkan kelompok yg menyerangnya


" hati hati bocah,aku merasa aura asing yg berbahaya dari orang itu " suara Mei Lin terdengar di pikirannya


Jun Yuan mengangguk,nalurinya juga merasakan hal yg sama,selain itu gerakannya juga sangat berbeda dari ahli beladiri daratan ini


Setelah beberapa lama perlahan tapi pasti kelompok Bandit Gunung satu persatu tumbang hingga sampai pada orang terakhir dengan gerakan cepat pendekar asing menusukan senjatanya ke dada lawannya


Jun Yuan cukup terpukau dengan pertunjukan di depannya,pendekar itu bergerak dengan lembut lebih terlihat seperti seseorang yg sedang menari tapi di tiap gerakannya membawa kekuatan yg besar


pendekar itu tiba tiba menatap tajam ke arahnya,menunjuk dengan senjatanya lalu berkata dengan terbata bata


" Keluar,maju,dan,hadapi,aku "


Jun Yuan cukup terkejut dengan hal itu,ia telah menekan kekuatannya sedalam mungkin tapi masih di ketahui olehnya tapi ia lebih terfokus pada cara bicara pendekar tersebut,menurutnya itu sangat lucu seperti seorang anak baru belajar bicara

__ADS_1


" sungguh orang yg aneh "


__ADS_2