
Langit jingga bersiap menyambut malam yg akan menyergap sebentar lagi,Jun Yuan terlihat menuruni bukit yg tampak seperti dinding kokoh melindungi sebuah perkampungan
tak ada pintu gerbang selayaknya perkampungan lain hanya pagar kayu setinggi pria dewasa yg mengelilingi menjadi pembatas
Jun Yuan memperlambat langkahnya merasakan udara sejuk serta pemandangan di sekitarnya,meski tempat tinggalnya di dalam hutan tapi keadaannya jauh berbeda dengan tempat tinggal sahabat nya yg satu ini
Malam datang saat dirinya memasuki perkampungan,ia berhenti sejenak setelah melewati pagar pembatas instingnya merasakan suatu bahaya
Suutt,,Suutt,,,suutt,,,,
Tiga buah pisau kecil mengarah padanya,secara naluriah ia menarik pedangnya
Triing,,,triing,,,triing
Tiga buah pisau terjatuh ke tanah,Jun Yuan berhasil menangkisnya ia waspada,serangan lainnya datang,Jun Yuan mundur dengan cepat saat sebuah senjata terhunus padanya
KLaangg,,,
Pedangnya menangkis serangan tombak pendek yg sangat ia kenal ia tersenyum kecil
Si penyerang sedikit melompat memanfaatkan kekuatan tangkisan lawan untuk memutar tubuhnya dengan tombaknya ia kembali menyerang dari samping mengincar leher
Jun Yuan maju selangkah tangan kirinya ia angkat menangkis badan tombak melihat celah ia memakai gagang pedang memukul dada lawannya
Bugh,,,,ughhh,,,,
Lenguhan kecil terdengar saat lawannya terpukul mundur beberapa langkah ke belakang
Setelah berhasil menyetabilkan tubuhnya si penyerang yg ternyata seorang perempuan buka suara
" siapa kau berani beraninya menyelinap ke tempatku "
karena sedikit gelap ia tak bisa memastikan siapa orang yg ia lawan
sebelumnya ketika ia sedang duduk di teras rumahnya sesaat ia merasakan aura gelap masuk ke area tempat tinggalnya,ia langsung bergerak karena merasakan aura asing yg berbahaya dan benar saja ia melihat seseorang berjubah hitam bertudung kepala melewati pagar pembatas kampungnya
Jun Yuan mendengus
" hmmph,,,ini aku Jiejie "
si penyerang terkejut mendengar suara yg ia kenali
" Xiao di,,,tidak,jangan mencoba menipuku "
kening Jun Yuan berkerut
__ADS_1
" apa maksudnya itu "
" cepat katakan siapa kau sebenarnya atau kau akan menyesal " si penyerang masih merasa ragu,jika benar yg ia serang orang yg ia kenali lalu kenapa tadi ia merasakan aura asing
" Mu Qiaoyu,nona muda klan Mu murid dari tabib Qiao Feng apa karena aku lama tak kesini Jiejie sudah melupakanku,sungguh jahat dirimu jie jie " balas Jun Yuan
" tau begini aku ke tempat Lin Zhi " Jun Yuan merajuk
" eh,,bu-bukan begitu,,,tadi- " ucapan Qiaoyu langsung di sela
" sudahlah,,,aku lapar " Jun Yuan langsung meraih tangan sahabatnya langsung menariknya menuju rumah Qiaoyu
" kau ini,tiap kesini pasti minta makan " Qiaoyu menggerutu tapi tetap mengikuti orang yg menarik lengannya
Setelah makan mereka bercakap cakap,Qiaoyu meminta maaf karena telah menyerang,Jun Yuan tak mempermasalahkannya karena menurutnya hal itu wajar di lakukan mengingat ia memang datang diam diam
" Tuan Qiao Feng kemana " tanya Jun Yuan karena sedari tadi ia tak melihat guru sahabatnya itu
" oh itu,Guru sedang pergi ke kota pusat kekaisaran,Kaisar Han memanggilnya " Qiaoyu menjelaskan
" apa Jiejie sudah mendengar berita tentang Nyonya Permaisuri " Jun Yuan bertanya sambil membetulkan letak topengnya
Qiaoyu mengangguk
" itulah mengapa Guru di panggil,yg aku dengar nyonya permaisuri terkena racun Bulan Darah saat mengunjungi beberapa kerajaan karena hal itu yg mulia Kaisar belum bisa mengungkap siapa pelakunya "
Jun Yuan mengangguk mengerti
" racun Bulan Darah ya,,,racun itu sulit terdeteksi karena hanya bereaksi saat bulan purnama itulah penyebab kenapa racun itu sangat berbahaya selain karena susah mencari obatnya racun itu membunuh korbannya secara perlahan membuat si korban tersiksa terlebih dahulu "
" lalu apa tujuanmu sebenarnya datang kemari,kurasa bukan karena kamu kelaparan kan " Qiaoyu mencoba mengalihkan topik
" itu,,,masih berkaitan dengan nyonya Permaisuri,menurut penjelasan Bibi racun itu memiliki dua obat meski salah satunya tak bisa menawarkan racunnya setidaknya bisa menghambat penyebaran racunnya,,,apa Jiejie tau dimana tempat kedua tanaman itu tumbuh " Jun Yuan mengutarakan maksudnya
Qiaoyu sedikit terkejut mendengarnya,sangat jarang orang yg sudah ia anggap sebagai Adik kecilnya peduli pada orang lain selain keluarganya meskipun itu Dewa sekalipun tetap tak akan ia tanggapi,ia kenal betul bagaimana sifat adik kecilnya itu membuatnya bertanya tanya ada hubungan apa antara Jun Yuan dengan keluarga kaisar
Qiaoyu menghela nafas
" jangankan aku,Guru saja tidak tau keberadaan dua tanaman itu tapi aku pernah mendengar Guru mengatakan tentang Lembah Du Hua saat membahas penyakit nyonya Permaisuri "
" Lembah DU Hua " ucap Jun Yuan keheranan
Qiaoyu mengangguk
" ya,,,Lembah Du Hua,kamu tak salah dengar Lembah yg konon katanya tempat paling berbahaya di daratan ini Lembah yg berada di tengah Hutan Weixing yg penuh dengan kabut beracun "
__ADS_1
" apa tak ada tempat lainnya " Jun Yuan kembali bertanya
Qiaoyu menggelengkan kepalanya
" tidak,aku tak pernah mendengarnya tapi bukan berarti tanaman itu hanya ada di sana,itu hanya sebatas pengetahuanku saja"
Jun Yuan menghela nafas berat,jangankan masuk ke lembah DU Hua,bisa selamat setelah masuk ke hutan Weixing saja sudah merupakan suatu keberuntungan
Melihat pemuda di depannya memijit kening Qiaoyu mencoba mengalihkan topik pembicaraan
" kapan kau mendapatkan gelang itu,kenapa aku baru melihatnya "
Jun Yuan menatap gelang yg terbuat dari kulit kayu yg di anyam yg melingkar di tangan kirinya
" oh ini,,,aku tak sengaja bertemu seorang wanita tidak waras yg memaksa aku untuk memakainya "
" seorang wanita,,,apa kamu yakin " tanya Qiaoyu penuh selidik
" mn,,," gumam Jun Yuan
" kenapa aku merasakan satu kebohongan dalam ucapanmu " cecar Qiaoyu
" apa maksud Jiejie " Jun Yuan tersentak
" coba kamu pikir,mana ada seorang wanita tidak waras bisa memaksamu untuk memakai gelang itu sedangkan aku saja yg murid seorang tabib terkenal dan bisa membuat racun mematikan tak bisa mengalahkan mu,,,kamu pikir aku akan percaya dengan ucapanmu,dasar bodoh " Qiaoyu menggeplak kepala Jun Yuan dengan ujung gagang tombaknya
" aduh sakit tau,,,aku mengatakan yg sebenarnya,sungguh " Jun Yuan mengusap kepalanya
" masih berani beralasa " Qiaoyu kembali memukul kepala
" aduh Jiejie ampun aduh,,,sudah,hentikan aduh sakit ini " Jun Yuan meringis menahan pukulan
" cepat katakan pemberian siapa " nada bicara Qiaoyu meninggi
" aku mengatakan yg sebenarnya Jiejie,,,"
" bohong,,,cepat katakan dari siapa "
" memang itu kenyataanya "
" masih tak mau mengaku juga "
" aduh,,Jiejie sakit telingaku aduh "
Setelah puas menyiksa Qiaoyu masuk kamar dengan perasaan dongkol karena Jun Yuan tak mau menjawab pertanyaannya dengan benar
__ADS_1
Sementara Jun Yuan yg di tinggalkan masih meringis,ia merasa telah mengatakan yg sebenarnya tapi masih di anggap berbohong,ia menjadi serba salah
" haiisshhh,,,wanita memang merepotkan "