Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Tali Persahabatan


__ADS_3

Enam kertas segel di enam tempat berbeda bersinar redup sebelum kemudian terbakar habis


Tak lama setelahnya tiga orang pendekar tiba di tempat bekas pertarungan


Ketiganya menatap tak percaya pemandangan yg ada di hadapan mereka


Tempat yg harusnya terdapat pohon rimbun kini berubah tandus dalam area puluhan meter


" Lihat,ada seseorang di sana " salah satunya berteriak saat melihat sesosok manusia tergeletak


Ketiganya langsung bergerak mendekati sosok yg tak lain adalah Jun Yuan


" sepertinya dia pingsan "


" Kemungkinan dia yg bertarung tapi aku tak melihat seseorang yg menjadi lawannya "


" Jika tak hancur mungkin lawannya melarikan diri "


" Hey,,apakah dia benar benar pingsan "


" Aku rasa begitu,kenapa,,,"


" Bukankah ini sebuah keberuntungan,di lihat dari pakaiannya aku rasa dia lumayan kaya "


" Benar juga,mumpung belum ada orang lain sebaiknya kita bergerak cepat "


Keserakahan,,,Itulah salah satu sifat alami manusia dan dua orang di antara mereka telah di butakan oleh sifat itu hingga mematikan hati nurani mereka


" Tunggu dulu hey,,,jangan ceroboh "


Salah satu di antara mereka berteriak karena merasa ada yg janggal tapi terlambat karena kedua temannya tak menggubrisnya dan langsung bergerak ke arah Jun Yuan


Ketika sudah mencapai jarak tiga meter dari Jun Yuan keduanya tersentak saat merasakan aura aneh yg menekan mereka


Pedang Gadis Malam keluar dari tempatnya langsung menyerang kedua orang yg berniat buruk pada Jun Yuan


KLaangg,,Traangg,,,Sriinggg


Suara benturan senjata terdengar saat kedua orang tadi menahan dan menangkis serangan dari pedang Gadis Malam


Craakk,,,,


Pedang Gadis Malam menancap tak jauh dari tubuh Jun Yuan saat salah satu dari mereka berhasil menahan dan menghempaskannya


Seketika hawa membunuh menyebar menekan dan mengintimidasi siapapun yg berjarak sepuluh meter darinya seperti memberi peringatan agar tak mendekati pemiliknya


Spontan dua orang tadi langsung mundur meski dengan susah payah akibat tekanan dari pedang Gadis Malam


" Sudah ku bilang jangan ceroboh " orang yg tadi memperingatkan kembali berkata saat dua temannya kembali berada di sampingnya


" Sial,,,tadi itu hampir saja " ucap salah satunya dengan wajah pucat serta nafas yg tidak beraturan


" pedang itu,,,seperti melindungi pemiliknya " ucap yg lainnya


" Benar,,,apa apaan aura membunuhnya itu,aku hampir tak bisa bernafas di buatnya " balas satu orang lainya

__ADS_1


Setelah ketiganya menunggu beberapa lama akhirnya mereka menyerah


" Haahh,,,ayo kita pergi,percuma kita terus menunggu di sini karena tak ada yg bisa kita lakukan " ucap seorang dari mereka yg di balas anggukan dua temannya,mereka pun akhirnya pergi dari tempat itu


Tak lama setelah kepergian ketiganya sekelompok pendekar kembali datang


Sama seperti sebelumnya mereka menatap Jun Yuan dan pedang Gadis Malam yg masih menancap dengan tatapan serakah


" Pedang itu sepertinya sebuah pusaka tingkat tinggi "


" Benar,dari energi dan auranya pedang itu memang sebuah senjata pusaka "


" Ayo kita ambil selagi pemiliknya belum bangun "


Beberapa dari mereka langsung mendekat namun tertegun saat merasakan tekanan setelah mereka melangkah makin mendekati pedang Gadis Malam


" Apa apaan tekanan ini,,,"


" Awas,,,menghindar,,"


Salah satu dari orang yg tak ikut mendekat berteriak saat melihat dua sinar perak keluar dari tubuh Jun Yuan


" Sial,,,mundur "


Satu orang yg memiliki kekuatan paling tinggi di antara mereka mencoba menahan serangan dari Pisau Cahaya agar teman temannya memiliki waktu untuk menjauh


Craangg,,,,Triing,,Triing,,,


Sekuat tenaga ia mencoba menahan serangan dua Pisau Cahaya yg begitu cepat,mengerahkan kekuatan penuhnya untuk bertahan dan bergerak melawan tekanan dari aura pedang Gadis Malam sementara yg lainnya hanya bisa melihat dengan cemas karena sadar tak bisa membantu


Ia meledakan seluruh kekuatannya menciptakan gelombang kejut yg berhasil menghempaskan dua Pisau Cahaya lalu secepat mungkin ia mundur menjauh dari sana


Pakaiannya terkoyak di beberapa bagian serta ada darah yg masih menetes dari beberapa luka sayatan yg ia terima,wajahnya pias saat mengingat kejadian yg baru saja ia alami


" Lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini,terlalu berbahaya jika berlama lama disini "


" Benar lebih baik kita segera pergi karena,,lihat di sana,,,"


Semua kelompok menoleh ke tempat yg di tunjuk oleh teman nya,seketika semuanya membulatkan matanya


Pisau Cahaya berputar cepat mengelilingi Jun Yuan membawa asap serta aura hitam yg keluar dari pedang Gadis Malam membentuk sebuah kubah berwarna hitam melindungi Jun Yuan yg berada di dalamnya


" Ayo pergi,kekuatan itu berada di level yg bisa kita lawan "


Seorang pendekar yg bertindak sebagai pemimpin langsung pergi setelah berbicara yg di ikuti semua rekannya


Hening,,,,


Hanya terdengar suara angin yg di hasilkan oleh Pisau Cahaya di tempat itu


Kitikanhari menjelang malam dua bayangan berkelebat lalu menapak di tempat bekas pertarungan


Di balik topengnya mata keduanya menyipit saat melihat sebuah kubah hitam,meskipun samar keduanya merasakan energi yg mereka kenali di dalam kubah hitam tersebut


" Xiao Di,,," gumam salah satunya

__ADS_1


" sial,,ayo cepat " satunya lagi langsung bergerak mendekati kubah hitam tersebut


Saat keduanya mendekat mereka merasakan tekanan yg sangat besar namun perlahan menghilang seiring dengan langkah mereka yg makin mendekat


" Eh,,," orang yg pertama bergerak tersentak saat merasakan perubahan


" Sepertinya mereka mengenali kita " ucap orang kedua


Kubah hitam menghilang dua Pisau Cahaya langsung terlihat ketika putaran semakin melambat lalu berhenti dan melayang di atas tubuh Jun Yuan


Pedang Gadis Malam pun berhenti mengeluarkan auranya hingga asap dan aura hitam benar benar menghilang menampakan sebuah pedang yg menancap di samping tubuh Jun Yuan yg tergeletak lalu kedua senjata menghilang kembali ke tempatnya


" Xiao Di,,apa yg terjadi padamu " salah satu dari mereka yg tak lain adalah Mu Qiaoyu langsung memeriksa Jun Yuan


" Bodoh,,,cepat bantu aku mengangkatnya "


Lin Zhi tersentak lalu dengan cepat membantu mengangkat tubuh Jun Yuan,keduanya membawanya ke bawah sebuah pohon lalu mendudukkannya


Mu Qiaoyu langsung menotok di beberapa bagian tubuh Jun Yuan kemudian mengalirkan hawa murninya


" Istriku,,,sebenarnya siapa yg kau lawan,haiiihhh,,,kenapa kau tak menungguku " gumam Lin Zhi


Beberapa waktu berlalu Mu Qiaoyu menghentikan kegiatannya


" Kondisinya sudah lumayan stabil,kita harus segera ke kota Chang'an agar aku bisa lebih mudah mengobatinya jika di penginapan " ucap Qiaoyu


" Baik,aku yg akan membawanya kau jalan di depan " Lin Zhi langsung mengangkat tubuh Jun Yuan lalu menggendongnya


Keduanya kemudian melesat menembus hutan dan kegelapan malam


Saat sampai di kota Chang'an mereka langsung mencari penginapan setelah Mu Qiaoyu membereskan pemeriksaan di pintu gerbang kota


Lin Zhi membaringkan tubuh Jun Yuan dengan hati hati saat mereka sudah berada di sebuah kamar penginapan


" Topengnya sampai retak,,,siapapun yg membuatmu seperti ini,aku tak akan mengampuninya " mata Lin Zhi berkilat penuh amarah saat berucap pelan


" Sembuhkan istriku secepat mungkin dan,,,jangan pernah berpikir sedikitpun untuk membuka topengnya,ingat itu,," ucap Lin Zhi Dingin saat berjalan keluar


" Kau,,mau,,kemana " Qiaoyu berbicara dengan gugup saat melihat Lin Zhi berjalan keluar,ia merasakan perubahan aura yg terpancar serta hawa membunuh yg merembes dari temannya itu,ini pertama kalinya ia melihat Lin Zhi seperti itu


" Aku akan mencari informasi kau fokus saja mengobatinya " balas Lin Zhi sebelum menghilang di balik pintu


Mu Qiaoyu akhirnya bisa bernafas lega setelah terlepas dari tekanan aura Lin Zhi,sesaat tadi untuk pertama kalinya ia merasakan takut pada teman bodohnya itu


Di tempat lain tepatnya di gerbang istana


Pangeran Han Luo yg baru saja tiba langsung di sambut oleh kedua adik perempuannya


" Gege,,,syukurlah Gege tidak apa apa " ucap Han Xiao Mei putri bungsu kaisar Han yg langsung memeluk Pangeran Han Luo


" kami sebelumnya merasa khawatir takut terjadi sesuatu yg buruk " Han Xiao Ling Putri kedua kaisar Han ikut memeluk kakaknya


" Ahahaha,,kalian tak usah khawatir Gege baik baik saja " pangeran Han Luo balas memeluk kedua adiknya


" Oh iya,di perjalanan Gege bertemu dengan Yuan " Pangeran Han Luo berbisik pada kedua adiknya

__ADS_1


" HEEEEHHHH,,," ucap kedua adiknya hampir bersamaan


" Yu-Yuan,,be-benarkah,,," gumam Han Xiao Mei tersipu dengan wajah merona


__ADS_2