Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Menuai Hasil


__ADS_3

Jun Xifang melambatkan langkahnya saat menyadari Tuan Mudanya tertinggal agak jauh


" Tuan Muda,,,"


" tidak apa apa,aku baik baik saja " balas Jun Yuan


sebenarnya Jun Yuan merasa aneh dengan situasinya sekarang ini karena semenjak menginjakan kaki di tempat ini ia tak merasakan satu pun kehidupan lainnya selain dari Padang Bunga


Meski tempat ini penuh dengan racun setidaknya pasti ada beberapa hewan ataupun siluman yg bisa bertahan dan hidup di sini pikirnya


" Paman kenapa tak ada satupun kehidupan lain disini " Jun Yuan mengutarakan pemikirannya


" Oh itu,,,sebenarnya dulu banyak hewan melata dan serangga di sini tapi semuanya berubah ketika seekor Kadal Api datang kesini dan memangsa hampir sebagian besar penghuni Lembah Du Hua " balas Jun Xifang


" Lalu kemana sekarang Kadal api itu " tanya Jun Yuan Lagi


Jun Xifang tersenyum


" Hamba sudah melenyapkannya karena hewan itu sangat berisik ketika mencari makan di malam hari "


Jun Yuan mengangguk,ia tau apa yg membuat Kadal Api berisik adalah nafasnya yg terdengar seperti orang mendengkur apalagi di tempat sepi seperti ini pasti itu terdengar sangat keras


Karena luasnya lembah Du Hua mereka membutuhkan waktu hampir setengah hari untuk mencapai tempat dimana Bunga Teratai Ungu tumbuh sedangkan menurut pengetahuannya,Jun Yuan Tau mereka harus mendapatkan tanaman itu sebelum malam hari,karena hal itulah mereka harus bergerak cepat sebab bunga Teratai Ungu akan masuk kedalam air jika malam hari tentu hal itu akan sangat menyusahkan keduanya


Jun Yuan mengikuti pemandunya saat berbelok ke salah satu dinding tebing,tepat di salah satu cekungan ia melihat sebuah goa yg cukup tersembunyi


" Paman yakin ini tempatnya " tanya Jun Yuan yg hanya di balas anggukan


" bagaiman Paman tau kalau ini tempat yg benar " tanya Jun Yuan lagi


Sama seperti sebelumnya Jun Xifang tak menjawab dan hanya tersenyum


Jun Xifang menyibakkan rumput liar yg menutupi sebagian mulut goa


" Tuan Muda mohon jangan mengeluarkan energi apapun yg bersifat panas " Jun Xifang mengingatkan


" Mn,," Jun Yuan mengangguk ia telah di peringatkan sebelumya jika energi panas akan memicu penyebaran racun di dalam gua


Begitu masuk Jun Yuan sedikit terpana melihat di dinding gua tumbuh jamur yg bercahaya seperti menjadi penerang di sana


baru beberapa langkah Jun Yuan merasakan fluktuasi energi lalu pancaran sebuah aura menerpanya membuat matanya sejenak memburam serta nafas yg terasa sesak


Mengabaikan itu ia terus melangkah masuk lebih dalam mengikuti Jun Xifang yg berjalan di depannya

__ADS_1


Semakin masuk jauh kedalam aura yg terpancar semakin kuat begitu pula dengan energi yg semakin menekan hingga Jun Yuan harus menggunakan perisai energi untuk menahannya


Ia yakin hanya pendekar Kaisar ke atas yg mampu masuk ke tempat ini,itu pun pendekar Kaisar butuh usaha keras untuk bertahan,jika di bawahnya bisa di pastikan orang itu akan mati dalam waktu beberapa menit saja


Jun Xifang menghentikan langkahnya saat mereka sampai di sebuah ruangan yg cukup luas


Jun Yuan ternganga saat melihat pemandangan di depannya


di tengah ruangan terdapat kolam yg di kelilingi bermacam bunga hingga terlihat seperti sebuah taman sedangkan Langi langit gua hampir di tutupi oleh jamur cahaya


Sementara di kolam itu sendiri di tumbuhi oleh sekumpulan bunga Teratai Ungu dengan berbagai macam ukuran


Jun Yuan mengalirkan energi pada matanya untuk memeriksa sekelilingnya


Ia melihat aliran energi berwarna merah gelap bercampur ungu dan hijau yg berpusat pada kolam


di tengah salah satu kelopak bunga Teratai Ungu ia melihat energi berwarna hijau berkumpul membentuk sebuah bola energi yg di selimuti oleh energi berwarna ungu lalu energi yg berwarna merah gelap berputar di sekelilingnya seolah mengkompres energi di dalamnya hingga memadat


Dari itu ia akhirnya tau penyebab bunga Teratai Ungu menjadi bahan utama obat penyembuh racun yg di derita Permaisuri


" Tuan Muda sekarang ambilah tanaman yg anda cari,secukupnya saja jangan berlebihan agar kita bisa segera pergi dari tempat ini " ucap Jun Xifang


Jun Yuan melangkah dengan hati hati mewaspadai sekitarnya,meski tak merasakan satupun hawa kehidupan tetap saja tempat ini pertama kali ia masuki belum lagi dengan kabar tentang setiap tanaman yg berharga selalu di jaga oleh makhluk yg berbahaya


Untuk kasus kali ini meski bunga Teratai Ungu tak di jaga oleh makhluk berbahaya tapi tetap saja racun yg menyebar di sekelilingnya bisa mematikan


selesai dengan itu ia mengalirkan energi pada telapak tangannya untuk mengaktifkan segel


Pluupp,,,


Gelembung energi sebesar kepalan tangan tercipta di atas telapak tangannya,setelah mengaktifkan segelnya dengan fokus tinggi lalu ia mengarahkannya pada bunga Teratai Ungu


Bluupp,,,


Gelembung energi langsung berpindah melingkupi satu tangkai bunga


Jun Yuan mengusap keringat di dahinya,saat ini adalah bagian terpenting dan paling berbahaya baginya karena jika mengeluarkan energi panas yg sedikit saja melebihi panas tempat ini maka kemungkinan besar akan memicu panas dari bunga tersebut dan lalu membakarnya setelah itu gelembung energi akan meledak menyebarkan racun dari bunga sekitarnya yg sudah pasti akan menewaskan mereka berdua


Meski ia sudah memiliki Segel Seribu Racun tetap saja dengan racun sebanyak itu ia akan tewas karena segelnya tak akan mampu menetralisir semua racun dengan cepat


ia melindungi tangannya dengan perisai energi lalu mencoba memotong tangkai bunga dengan sangat hati hati,saat menyentuhnya meski telah melapisi tangannya dengan pelindung energi tetap saja ia merasa tangannya seperti di gigit ribuan semut


Setelah berhasil ia mengangkat gelembung energi yg terdapat bunga di dalamnya lalu perlahan mundur

__ADS_1


Memastikan kondisi sudah aman ia berbalik dan melangkah lebih cepat


Jun Xifang tersenyum melihatnya,ketika Tuan Mudanya tiba di sampingnya ia berkata


" Selamat,akhirnya Tuan Muda mendapatkannya "


Ju Yuan mengangguk lalu menggunakan tangan kirinya ia mengeluarkan sebuah kantong kulit kecil


Jun Xifang mengerutkan kening


" Tuan Muda untuk apa kantong kulit itu "


Jun Yuan meliriknya


" untuk menyimpan bunga ini lah,untuk apa lagi "


Jun Xifang makin terkejut


" apa Tuan Muda tidak tau salah satu gelang yg anda pakai itu apa "


Jun Yuan menampilkan tatapan bingung lalu melihat beberapa gelang yg melingkar di pergelangan tangan kanannya


" ini,,ini hanya gelang hiasan biasa "


Jun Xifang menepuk keningnya


" Tuan Muda coba perhatikan baik baik gelang hitam yg berbentuk seperti ular melingkar "


Jun Yuan menurut tapi tak menemukan apapun pada gelang itu karena memang terlihat seperti gelang hiasan pada umumnya


" Tuan Muda benar benar tidak tau " Jun Xifang bertanya lagi untuk memastikan


Jun Yuan menggeleng


" Bibi Ren yg memberikannya tak mengatakan apapun tentang gelang ini "


Jun Xifang tak mengerti lagi apa yg harus ia perbuat,jawaban polos Jun Yuan sungguh membuatnya syok


" coba Tuan Muda teteskan sedikit darah anda pada gelang itu lalu alirkan sedikit tenaga dalam padanya " Jun Xifang menjelaskan


Jun Yuan menurut melakukan apa yg di katakan Jun Xifang,meneteskan darahnya ia lalu mengalirkan tenaga dalam pada gelangnya


Gelang itu tiba tiba berkedip mengeluarkan cahaya sesaat lalu kembali menghilang

__ADS_1


" i-ini,,," Jun Yuan tersentak saat melihatnya


" Tuan Muda itu Gelang Semesta warisan dari leluhur Klan " ucap Jun Xifang


__ADS_2