
Setelah kepergian Jun Yuan,Mei pulang ke penginapan dengan perasaan bahagia,senyumnya tak pernah luntur selama di perjalanan meski ia menyadari ada beberapa orang yg mengikutinya
Awalnya ia biasa saja, mungkin para penjaga kota yg sedang berkeliling ,pikirnya
hingga saat melewati jalan yg lumayan sepi para penguntit itu mendekat dan
Tap,,,tap,,tap,,
Sekelompok orang dengan pakaian berlambang sebuah sekte mendarat tepat di hadapannya memasang wajah tak ramah
Mei menyipitkan matanya
" Anggota sekte Lonceng Emas,sepertinya informasi itu benar kekaisaran Qin mengutus si Tua Bai untuk membuat keributan lalu menjadikannya alasan agar mereka bisa menyerang "
" Nona ikutlah dengan kami secara baik baik jangan sampai kami memaksa " ucap salah satunya yg bertindak sebagai pemimpin
Dengan kening berkerut Mei menjawab
"suasana hatiku sedang baik kuharap kalian tidak merusaknya "
" Kalau begitu jangan salahkan kami jika kami berbuat kasar,,TANGKAP DIA " pemimpin kelompok tersebut memberi perintah
Sembilan orang yg bersamanya mencabut senjatanya masing masing dan langsung menerjang
Mei mendengus
" hmmph,,,Kalian yakin ingin menangkap ku maka jangan salahkan putri ini jika kalian mati "
menarik dua buah pisau kecil di balik pakaiannya lalu
ILUSI ANGIN KEMATIAN
Zhepp,,,
Ia menghilang menyisakan debu yg berterbangan di bekas tempat ia berdiri
Srraakk,,,Craassh,,,Breett,,Craassh,,,
Empat orang tumbang dengan luka yg hampir memutuskan lehernya sedangkan Mei tak terlihat di manapun bahkan dengan kekuatannya pun mereka masih tak bisa melacaknya
Lima orang yg tersisa terbelalak menyaksikan rekan mereka mati dengan sangat cepat
Sraakk,,Craassh,,,Craasshh
Dua orang kembali tumbang dengan keadaan yg sama
" sial,,,cepat sekali "
" aku tak bisa merasakan keberadaanya "
" merapat,,cepat "
__ADS_1
Tiga orang lainnya mulai di Landa ketakutan,ketiganya berkumpul saling memunggungi untuk saling melindungi
Tapi,,,
Sreett,,,
Satu orang mati dengan keadaan yg sama seperti sebelumnya
Craakk,,,
Seorang lagi tewas dengan dahi berlubang
Jreesshhh,,,
Satu orang terakhir mati saat Mei menghujamkan senjatanya pada dada musuhnya
Pemimpin kelompok tersebut melebarkan matanya,sembilan orang rekannya mati dengan waktu yg sangat cepat tanpa bisa melawan sama sekali
" apa apaan kecepatan orang itu " gumamnya
Kini hanya tersisa dirinya,wajahnya berubah pucat tubuhnya hampir tak bisa di gerakan karena ketakutan
Mei mencabut pisau yg masih tertancap di dada musuhnya
Sreett,,blugh,,,,,
Tubuh tak bernyawa itu langsung ambruk,genangan darah dan bau amis mulai tercium di tempat itu membuat suasana semakin mencekam
dengan seringai nya ia berkata
" Kalian begitu lemah aku bahkan tak berkeringat dan juga darah mereka sungguh tak enak mungkin darahmu lebih manis dari teman temanmu "
Sontak perkataannya membuat pemimpin anggota kelompok sekte Lonceng Emas semakin ketakutan apalagi setelah menyadari satu informasi yg sangat penting
Wajah si pemimpin semakin pias saat mengingat sebuah informasi tentang seseorang yg harus mereka hindari dan ciri cirinya hampir sama dengan gadis di depannya
Menyadari perubahan itu Mei sontak mempercepat langkahnya
" Kau harus mati "
" Ka- kau,,tidak mungkin,,Kang- "
Dengan ayunan tangan ringan Mei meledakan kepala si pemimpin kelompok anggota sekte Lonceng Emas tanpa bisa mengakhiri perkataanya
" Aku harus segera menemui Ayah " ucap Mei lalu ia menghilang dari sana
Di tempat lain
Jun Yuan mendarat di depan pintu gerbang Balai lelang Istana Harta dan langsung memasukinya
Ia berencana menjual beberapa butir pil dan membeli informasi beberapa nama yg sudah di incarnya
__ADS_1
Begitu masuk ia langsung di sambut oleh seorang Pelayan,setelah berbasa basi sebentar ia lalu menjelaskan tujuannya
karena bukan kemampuannya untuk itu si Pelayan langsung membawanya ke lantai atas untuk bertemu langsung dengan pemimpin Balai Lelang Istana Harta yg ternyata seorang perempuan
Satu jam kemudian ia keluar dari sana setelah berhasil mendapatkan yg ia cari meski harus menguras koin emasnya lebih banyak tapi ia merasa itu sepadan dengan apa yg di dapatkannya
Di atap penginapan ia mengeluarkan dua kertas Jimat menuliskan beberapa kata dan nama disana kemudian membakarnya dengan api tenaga dalamnya setelah itu ia turun lalu masuk ke penginapan tersebut
Jun Yuan langsung menemui Pangeran Han Luo setelah mengetahui Pangeran berada di kamarnya dengan persepsinya
" Luo perintahkan pada bawahanmu yg lain untuk segera pergi secepatnya ke istana,kabarkan pada Huang Shu agar bersiaga,ketatkan penjagaan dan pemeriksaan pada tiap pintu gerbang dan perbatasan " ucap Jun Yuan
" Hah,,,kenapa " Pangeran Han Luo sedikit terkejut mendengarnya
" Lakukan saja " balas Jun Yuan singkat
" Tapi,,," Pangeran Han Luo agak ragu karena butuh penjelasan
" Setelah aku merangkaikan semua informasi yg aku dapatkan aku menarik kesimpulan jika Kekaisaran Qin akan menyerang " Jun Yuan menjelaskan
" Apa,,Apa maksudmu dengan mereka akan menyerang " Pangeran makin kebingungan tapi rasa khawatir terlihat jelas di wajahnya
" Dengarkan baik baik,,, pertama,kelompok Pemberontak dan Organisasi Taring Iblis yg akhir akhir ini semakin gencar membuat keributan di beberapa kota dan perbatasan "
" lalu anggota sekte Menara Agung yg tiba tiba mengikuti perlombaan beladiri dengan mengutus salah satu anggota terkuatnya,kau tau sendiri sekte itu lebih dekat dengan perbatasan yg berbatasan langsung dengan kekaisaran Qin "
" kemudian kedatangan Bai Lixu yg merupakan anggota dari salah satu sekte terbesar kekaisaran Qin,kau tau sendiri siapa Bai Lixu bukan,aku rasa dia akan membuat masalah disini lalu menjadikannya alasan agar Kekaisaran Qin bisa menyerang " Jun Yuan mengakhiri penjelasannya
" Jadi menurutmu sekte Menara Agung telah berkhianat,,,jika benar ini gawat " ucap Pangeran Han Luo panik
Jun Yuan mengangguk
" Itu hanya perkiraan ku yg mungkin saja bisa meleset tapi tak ada salahnya untuk berhati hati bukan,selain itu dengan banyaknya informasi yg ku dapatkan aku rasa kemungkinan besar perkiraan ku pasti benar "
" baik,aku akan segera melakukannya " Pangeran Han Luo segera memanggil pengawalnya lalu memerintahkannya untuk mencari seorang telik sandi
" Kalau begitu kita harus secepatnya pulang ke istana " ucap Pangeran Han Luo
" Akan lebih baik jika kita berangkat besok pagi karena terlalu berbahaya jika melakukan perjalanan malam hari,sekarang lebih baik kita beristirahat " balas Jun Yuan yg langsung beranjak keluar
" Oh iya,,kita tak kan pulang bersama karena ada hal lain yg harus lebih dulu ku selesaikan " ucap Jun Yuan sebelum menutup pintu
Pangeran Han Luo menghela nafas
" Maaf telah merepotkan mu lagi,,Yuan "
Setelah masuk ke kamarnya Jun Yuan segera mengemasi barang barangnya lalu keluar lewat jendela
" Luo,,maaf aku tak bisa menemanimu pulang " gumam Jun Yuan
Jun Yuan berkelebat melompat di atap rumah dengan cepat
__ADS_1
" Bai Lixu,,,aku takkan melepaskan mu "