
Dua hari kemudian
Jun Yuan berdiri di luar pagar pembatas,hari ini ia memutuskan melanjutkan perjalanannya,kondisinya sudah pulih sepenuhnya setelah beristirahat di tambah obat obatan yg di berikan Qiaoyu yg mempercepat pemulihannya
" berhati hatilah dan ingat jangan mudah percaya pada orang asing " ucap Qiaoyu
Jun Yuan mengangguk
" mn,,"
" oh iya jika kamu bertemu dengan Lin Zhi katakan padanya untuk mengambil pesanannya,si bodoh itu kadang lupa kalau tak di ingatkan "
Jun Yuan mengangkat sebelah alisnya
" pesanan,,,"
" ya,,," balas Qiaoyu
" mungkin Zhi terlalu sibuk dengan tugasnya sebagai tetua muda sekarang jadi dia belum mempunyai waktu untuk mengambilnya " Jun Yuan sedikit membela Lin Zhi
" apapun alasannya lupa tetaplah lupa lagipula apa hebatnya menjadi seorang tetua hanya membuang buang waktu saja lebih baik menjadi anggota inti yg bisa terus berlatih dan bertambah kuat daripada hanya duduk di balik meja " ucap Qiaoyu ketus
Jun Yuan menanggapi dengan malas
" bukannya menjadi tetua itu sesuatu yg bagus "
" mungkin bagi orang lain iya tapi baginya itu hanya menghambat perkembangannya kamu tau sendiri dia seperti apa,sudah bodoh pikun pula " Qiaoyu berkata sambil menggelengkan kepala
" bukan bodoh Zhi hanya sedikit ceroboh saja " Jun Yuan beralasan
" itulah mengapa aku sebut dia bodoh,kamu ingat kan karena kecerobohannya kita bertiga hampir mati saat mem- "
Jun Yuan langsung memotong
" Jie,,,"
Qiaoyu tersentak,sadar dia hampir keceplosan mengatakan sesuatu yg sangat rahasia dan langsung meminta maaf
" sudahlah,,,aku pamit " Jun Yuan berbalik
__ADS_1
" hati hati,,,ingat selalu apa yg aku katakan " Qiaoyu sedikit berteriak karena Jun Yuan sudah agak sedikit jauh yg di balas anggukan dan acungan jempol
Jun Yuan merasakan perbedaan pada dirinya ketika menggunakan energinya untuk bergerak lebih cepat,pandangannya menjadi lebih jernih nafasnya lebih teratur serta tubuhnya terasa lebih ringan,senyumpun tersungging di bibirnya
Tujuan selanjutnya adalah kota Xucang salah satu dari tiga kota besar di kekaisaran Han,menurut penjelasan Qiaoyu beberapa informasi mungkin akan ia dapatkan disana,jika ada waktu kemungkinan ia juga akan mengunjungi Lin Zhi karena sekte Pedang Utara tempat sahabatnya itu tinggal tak jauh dari kota Xucang
Kali ini ia tak melewati hutan seperti biasanya,ia memilih jalan besar berharap bertemu dengan beberapa saudagar yg menuju kota yg sama untuk menjadi pengawal sementara ataupun hanya sekedar menumpang untuk menghemat tenaga sekaligus menambah bekalnya
tapi sial baginya,hingga hari menjelang malam tak satupun saudagar yg di temuinya,ia hanya bisa merutuki nasibnya,terpaksa ia harus bermalam di pinggir hutan
Saat pasrah dengan keadaannya Jun Yuan melihat sebuah cahaya tak jauh di depannya ia menduga ada sekelompok orang yg bernasib sama seperti dirinya,ia mempercepat langkahnya berharap bisa ikut bermalam dengan mereka agar ada teman untuk melewati malam ini
Benar saja saat sudah dekat ada sekitar lima orang yg sedang duduk mengelilingi api unggun di depan dua buah tenda serta satu kereta kuda di samping masing masing tenda
Merasakan ada seseorang yg datang kelima orang itu spontan menoleh
Mereka langsung berdiri dan menarik pedang dari sarungnya saat melihat seseorang dengan pakaian yg mencurigakan
" BERHENTI " seru salah satu dari mereka
Jun Yuan terkejut langsung menghentikan langkahnya
" siapa kamu dan katakan tujuanmu mendatangi kami " orang yg tadi berteriak kembali berkata
kelima orang itu saling berpandangan
" apa buktinya jika perkataan mu bisa di percaya "
Jun Yuan mengeluarkan plat identitasnya lalu melemparkannya pada mereka
" apa itu bisa menjadi bukti "
Salah satu dari mereka menangkap plat identitas lalu memperlihatkan pada yg lainnya,setelah yakin orang yg bertindak sebagai pemimpin bersuara
" Yuan,,,disini tak tertulis marga mu,aku mengerti mungkin kamu harus merahasiakan identitas mu tapi jika kamu ingin bermalam bersama kami bisakah kamu melepaskan jubahmu"
Jun Yuan sudah menduganya,ia langsung melepaskan jubah yg di pakainya,rambut putihnya langsung terlihat beserta pakaian berwarna biru dan topengnya,ia menyimpan barang barangnya di atas jubah lalu melipatnya agar tak terlihat
" maaf,,,aku tak bisa melepas topengku karena beberapa alasan "
__ADS_1
melihat postur tubuh dan mendengar suaranya kelima orang itu sepakat bahwa orang yg mendatangi mereka masih sangat muda
" baiklah tak apa apa kau bisa bermalam di sini bersama kami,maaf jika kami bersikap kurang sopan semoga kau mengerti "
Jun Yuan mengangguk
" mn,,,terima kasih "
Setelah melihat dengan jelas kelima orang itu tersentak menyadari kemungkinan bahwa remaja yg mendatangi mereka seorang Tuan Muda dari apa yg di kenakan nya,itu bukan sesuatu yg bisa orang seperti mereka miliki
Jun Yuan membungkuk memberi hormat lalu kelima orang itu memperkenalkan diri satu persatu setelah itu ia di persilahkan duduk di antara mereka
Mereka bercakap cakap hingga larut,Jun Yuan lebih banyak diam hanya bersuara saat di tanya,ia lebih menjadi pendengar yg baik
Dari percakapan itu ia mengetahui kelima orang itu adalah sekelompok pemburu,mereka akan menjual hasil buruannya ke kota Xucang sekaligus membeli beberapa keperluan mereka yg tidak ada di kota tempat tinggalnya
Mereka bergantian berjaga saat waktunya beristirahat,Jun Yuan kebagian berjaga paling akhir bersama salah satu dari mereka
esoknya setelah membereskan semua dan memasukannya ke dalam kereta rombongan itu termasuk Jun Yuan kembali melanjutkan perjalanan
Jun Yuan duduk di samping salah satu yg bertugas menjadi kusir sambil bercakap cakap dia mendengarkan beberapa kisah dari kusir tersebut
Sehari perjalanan mereka lewati tanpa hambatan,mereka kembali bermalam di pinggir hutan tapi Jun Yuan merasakan ada sesuatu yg janggal,nalurinya merasakan bahaya namun ia mencoba tetap tenang sambil meningkatkan kewaspadaannya
Malam ini udara terasa dingin di tambah suara binatang buas dan lolongan serigala membuat suasana semakin mencekam,ia ikut duduk berjaga mengabaikan perkataan si pemimpin rombongan yg menyuruhnya beristirahat dengan alasan belum mengantuk
Lewat tengah malam ia mendengar suara gemerisik agak jauh dari tempat mereka dan bergerak semakin mendekat,inderanya merasakan hawa keberadaan berjumlah lebih dari sepuluh dengan hawa membunuh yg besar,dua orang di sampingnya masih terlihat tenang karena belum menyadarinya
Sruuttt,,,
Tap,,,
Jun Yuan menangkap sebuah anak panah yg menyasar kepala salah satu dari mereka,dua orang di sampingnya terkejut spontan menarik pedang,tak lama beberapa anak panah kembali melesat,dengan tangkas mereka menangkis menggunakan pedangnya
si pemimpin memerintahkan rekannya untuk membangunkan yg lainnya sedangkan ia bersama Jun Yuan akan menghadapi musuh yg akan datang
Tap,,,tap,,tap,,,
Lima orang berpakaian hitam muncul di balik kegelapan dengan menghunuskan pedang
__ADS_1
" kelompok Kalajengking Merah " si pemimpin tanpa sadar bergumam saat melihat lambang kalajengking di pakaian orang orang yg datang
" MENYERAH DAN TINGGALKAN BARANG BARANG KALIAN ATAU MATI " teriak salah satu dari anggota Kalajengking Merah