
Tap,,,,
Jun Yuan mendarat tepat di hadapan pendekar asing tersebut
" Maaf Tuan,tak sopan mengarahkan senjata pada orang asing "
Pendekar asing tersebut terdiam sesaat, sebelum mendengus
"Jangan,,banyak,,omong,,kau,,pasti,,pemimpin,,mereka "
Jun Yuan menahan tawa nya
" aku tak mengenal mereka "
Setelah mencerna perkataan pendekar asing menjawab
" Bohong "
Jun Yuan menghela nafas,ia menduga pria di hadapannya pasti sudah mengalami banyak kesulitan sehingga mengikis kepercayaannya pada orang orang pribumi
Ia juga tak bisa menyalahkannya karena pakaian yg di kenakan nya hampir sama dengan orang orang yg mengeroyok pendekar tersebut
" sudah aku katakan aku tak mengenal mereka "
" Jangan,,menguji,,kesabaranku "
Kekuatan besar terpancar dari pendekar tersebut,tak menunggu lama ia langsung menerjang,mau tak mau Jun Yuan terpaksa harus melawannya ia menarik pedangnya
Traangg,,,sriiingg,,,,whuuttt,,,
Saat kedua senjata bertemu pendekar asing menarik senjatanya dengan menggeser tubuhnya ia menyerang memakai siku nya
Plakk,,,
Jun Yuan menahan menggunakan tangannya memundurkan sedikit tubuhnya lalu mengayunkan pedangnya
Pendekar asing dengan gesit menghindar lalu menyerang dengan tendangan memutar
Baangg,,,
Jun Yuan berhasil menahannya menyerang balik menggunakan pedangnya
Slaasshh,,,
Pendekar asing menghindar dengan melompat,setelah mendarat langsung menghentakkan kaki,senjatanya berupa pisau berkelok ia arahkan lurus ke depan
Klaannggg,,,,
Memanfaatkan tekanan saat senjata beradu Jun Yuan memutar tubuhnya mengincar bagian bawah
Pendekar asing melompat untuk menghindar,saat hendak mendarat ia terkejut lawannya bergerak lebih cepat menendangnya
Buugghhh,,,ugh,,,
Ia terhempas beberapa meter ke belakang namun berhasil mendarat dengan kakinya
Menciptakan dua garis lurus di tanah
__ADS_1
Menyetabilkan tubuhnya ia memasang kuda kuda
ALIRAN AIR SAGARA
Ia menyerang kembali menggunakan salah satu jurusnya sesaat tubuhnya mengeluarkan cahaya redup berwarna biru begitu juga dengan senjatanya
Jun Yuan waspada,ia merasakan kekuatan besar menekannya dan sadar serangan lawannya sangat berbahaya
TARIAN PEDANG BERARAK
Jun Yuan menyambut serangan keduanya beradu jurus,pertarungan jarak dekat terjadi dengan cepat,rentetan suara benturan senjata mengalun lebih lama,gerakan serta kekuatan yg keluar dari mereka menerbangkan debu di sekitarnya
Jun Yuan menyipitkan mata,gerakan lawannya belum pernah ia lihat satupun ahli beladiri pribumi menggunakannya,ia sedikit kesulitan menebak pola serangannya
hingga pada satu waktu dengan kekuatan besar keduanya untuk kesekian kalinya mengadu senjata
Traangg,,,,,busshhh,,,
Keduanya sama sama terhempas
Hening untuk sesaat,debu yg berterbangan semakin tebal menghalangi pandangan
Jun Yuan merasakan pergerakan dari arah kiri,ia waspada menyiapkan pedangnya untuk menghalau serangan
Sraakkk,,,,KLaang,,,
Setelah berhasil menangkis ia memiringkan sedikit tubuhnya menyerang dada lawan menggunakan cakar
Brreeettt,,,,
Pendekar asing berhasil menghindar di saat kritis, menyuntikan tenaga dalam pada senjatanya lalu menebaskannya dari atas ke bawah
Jun Yuan dengan refleks cepat nya mengalirkan tenaga dalam lebih besar mengangkat pedang untuk menahan
kLaangg,,,,Busshhh,,,,
Gelombang kejut menghempaskan debu dan menggoyangkan pohon di sekitarnya
Keduanya melompat mundur mengambil jarak satu sama lain
Pendekar asing memperhatikan dengan cermat,mungkin dugaannya salah karena tak merasakan hawa membunuh selama pertarungan pendekar asing menurunkan senjatanya lalu berucap
" Kau,,bukan,,bagian,,dari,,mereka "
Jun Yuan ikut menurunkan pedangnya
" aku sudah mengatakannya dari tadi "
Pendekar asing menyimpan senjata ke tempatnya,membungkukkan badannya ia berucap
" Maaf,,Tuan,,aku,,hanya,,khawatir "
Jun Yuan mengangguk
" Mn,,tak masalah "
" Oh iya,,perkenalkan,,namaku Tirta,,,Tirta Sagara " pendekar asing memperkenalkan diri
__ADS_1
Jun Yuan sudah menduganya,pria di hadapannya pasti pendatang dari tempat yg jauh dari daratan ini
" Namaku Yuan,," balas Jun Yuan
" Tuan Yuan sekali,,lagi,,aku,,minta maaf " Tirta Sagara kembali membungkukkan badannya
Jun Yuan berjalan mendekat
" tak perlu sesopan itu,,sepertinya anda bukan berasal dari daratan ini "
" ah,,,,benar,aku,,berasal,,dari,, negeri,,yg,,jauh di,,selatan,,sana " Tirta Sagara menjelaskan
Jun Yuan mengerutkan kening
" Selatan,,,apa yg membuat Tuan bisa sampai kesini "
Tirta Sagara terdiam,ia tentu tak akan sembarangan memberi tahukan tujuannya pada orang asing karena itu sangat berbahaya baginya terlebih ia harus menjaga kepercayaan orang yg memberikan tugas ini padanya
Jun Yuan menyadari itu
" ah,,tak perlu di pikirkan,,aku hanya berpikir mungkin aku bisa membantumu "
Tirta Sagara menatap Jun Yuan dengan perasaan rumit,ia mengeluarkan selembar kulit yg ternyata sebuah peta lalu berucap dengan ragu
" aku,,aku,,akan,,pergi,,ke kota,,Chang'an "
Jun Yuan menyipitkan mata,pendekar di depannya akan pergi ke Kota Pusat Kekaisaran,untuk ukuran orang asing itu sedikit mencurigakan
Tirta Sagara kembali berucap
" Guruku,,memintaku,,untuk,,menemui,, Tuan Han Qing "
Jun Yuan terkejut mendengar kata TUAN untuk seorang Kaisar,sepertinya guru dari pemuda ini tak pernah datang kembali kesini dalam waktu yg sangat lama hingga tak mengetahui beberapa kejadian penting di sini,lalu yg menjadi pertanyaannya adalah ada hubungan apa antara kaisar dan guru dari pemuda di hadapannya pikirnya
" ah,,,kebetulan aku juga akan pergi ke kota Xucang,itu searah dengan kota tujuan anda,kurasa kita bisa pergi bersama sama " balas Jun Yuan
" begitu ya,,,,baiklah,,maaf,,aku,,merepotkan Tuan " ucap Tirta Sagara dengan sopan
Tirta Sagara berpikir meski tak percaya sepenuhnya pada orang di hadapannya tapi tak ada salahnya pergi bersamanya mungkin itu sedikit membantunya atau hanya sekedar menjadi teman seperjalanannya jika pun memiliki niat tersembunyi ia tinggal melawannya karena merasa mereka memiliki kekuatan yg tak jauh berbeda,kalaupun ia kalah setidaknya ia masih punya kesempatan untuk melarikan diri
Akhirnya mereka berjalan bersama,Jun Yuan menjelaskan beberapa hal yg penting terutama tentang bahasa,kebiasaan dan sifat dari orang orang pribumi karena merasa teman barunya perlu untuk mengetahuinya
" sekali lagi,,terima kasih,,,Tuan bersedia,,membantuku,,jujur,,ini pertama,,kalinya,,aku kesini " ucap Tirta Sagara di sela perjalanannya
" tak masalah,ini bukan sesuatu hal yg besar lagipula tujuan kita searah " balas Jun Yuan
Tirta Sagara mengangguk,meski masih di penuhi keraguan ia bersyukur karena bertemu dengan satu satunya orang yg mau membantunya dengan tulus,,,sejauh ini
" ahh,,dan satu lagi jangan memanggilku dengan sebutan tuan karena kurasa usia kita tak jauh berbeda,panggil saja Saudara itu lebih baik agar tak terdengar kaki " Jun Yuan mencoba mengakrabkan diri
" begitu ya,,,baiklah " jawab Tirta Sagara singkat
Begitulah mereka berdua melewati hari selama perjalanan dengan bercakap cakap dari hal yg tidak penting sampai sesuatu yg penting tapi bukan rahasia,sebatas tentang tempat asal mereka serta adat dan budaya masing masing
Semakin lama mereka bersama Tirta Sagara semakin percaya pada teman yg menemani perjalanannya,dari sikapnya ia mengetahui jika yg bersamanya bukan orang jahat tapi juga tidak bisa di bilang orang baik karena banyak hal yg masih belum ia ketahui dari orang yg bersamanya
" ah iya,,,Saudara Tirta apa kamu tau siapa orang yg kamu sebut Tuan Han Qing "
__ADS_1