
Flashback
**********
Saat pembantaian klan Jun sebelum ketua klan di kalahkan
Saat ini di kediaman Utama terlihat beberapa penjaga tengah bertarung dengan puluhan prajurit, para penjaga bertarung dengan gagah berani tanpa rasa takut sedikitpun
Ratusan mayat tergeletak di semua tempat di kawasan itu,musuh mereka membantai tanpa pandang bulu banyak perempuan dan anak anak yg menjadi korban karena terlambat di selamatkan lewat jalur rahasia
" Tuan Muda Kedua cepat pergi dari sini biar kami coba menahan musuh " Suara seorang kepala penjaga terdengar di antara bunyi dentingan dan ledakan
" Tidak, kita tunggu ketua sebentar lagi jadi bertahanlah beberapa waktu lagi " Seseorang dengan pakaian berwarna biru membalas
Tubuhnya berkelebat cepat hingga yg terlihat hanya cahaya berwarna biru bergerak acak melewati musuhnya,saat tubuhnya kembali terlihat belasan musuh tumbang bersamaan
Matanya menyusut saat melihat pintu gerbang kediaman utama berhasil di dobrak, puluhan musuh kembali datang menyerbu mereka
" Sial,,, " Dia kembali melesat untuk menahan musuh yg datang
Sementara itu di dalam kediaman utama terlihat seorang wanita yg di temani dua orang penjaga
" Nona Muda kedua saat ini musuh telah berhasil masuk ke area kediaman utama saya minta Nona bersiap " Ucap salah satu penjaga
" Paman Fang bagaimana dengan keadaan ketua dan nyonya " Balas wanita tersebut sambil menatap bayi yg tertidur di ranjang kecil di sampingnya
" Nona muda kedua maafkan saya karena saat ini saya tidak mengetahuinya, saya hanya menjalankan perintah beliau agar menjaga dan melindungi anda bersama Tuan Muda Kedua dan Tuan Muda Jun serta memastikan keselamatan kalian jika sesuatu yg sangat buruk terjadi " Jawab salah satunya yg tak lain adalah Jun Xifang
Sesaat kemudian ledakan besar terjadi menyebarkan aura gelap membawa hawa dingin yg menusuk tulang mengguncang hampir seluruh wilayah klan
Jun Xifang dengan sigap bergerak melindungi bayi yg tertidur di sana, tangannya bergerak menempelkan telapak tangannya pada kubah energi kecil yg tercipta dari segel pelindung lalu mengalirkan energinya untuk memperkuat segel tersebut
Sesaat kemudian dari udara kosong muncul lubang energi berwarna hitam dua sosok keluar dari sana dengan wajah pucat serta mulut mengeluarkan darah
" KETUA,, NYONYA " ketiganya berteriak hampir bersamaan
Wanita yg menjaga bayi yg tak lain adalah Ren Xiaohua segera membantu pemimpinnya bersama istrinya sementara Jun Xifang bersama rekannya langsung berlutut
" Hua'er aku baik baik saja,cepat bawa Yuan'er dan pergi dari sini bersama Shan'er " Ucap Ketua klan
Sementara istrinya segera mendekati putranya, jari lentiknya menyentuh pipi sang bayi kemudian berkata lembut dengan wajah sayu
" Yuan'er maafkan ibu tak bisa merawatmu, hiduplah dengan baik bersama paman dan bibimu, jadilah anak baik "
Setelah itu ia meletakan sebuah kotak di samping putranya kemudian menatap Ren Xiaohua lalu berkata
" Hua'er jaga putraku, didik dia dengan baik pastikan dia mendapatkan haknya "
Setelah berkata Istri dari pemimpin klan tersebut memberikan sebuah cincin kepada Ren Xiaohua
__ADS_1
sedangkan Ketua klan menatap Jun Xifang
" Xifang pastikan mereka keluar dengan selamat lalu bersembunyilah di hutan Weixing untuk sementara, jangan kembali ke sini dan beri tau juga ketiga temanmu yg lain untuk bersembunyi mengerti "
Jun Xifang mengangguk
" Hamba mengerti ketua "
Bersamaan dengan itu Jun Shandian datang
" Ketua,,, "
" Shan'er pergilah bersama Xifang aku akan mengecoh mereka " Balas Ketua Klan
" Tapi,,, "
" Jangan membantah, pastikan kalian selamat "
" Baik,,, "
Ketua klan kemudian memeluk adik satu satunya itu
" Rawat putraku dengan baik,pastikan kau mendidiknya layaknya seorang pemimpin jadilah suami yg bertanggung jawab jaga istrimu seperti kau menjaga nyawamu sendiri dan untuk putraku balaskan kejadian hari ini, hancurkan manusia manusia busuk itu "
" Kakak,,, " Tubuh Jun Shandian bergetar tapi sebisa mungkin ia menahan air matanya agar tidak keluar
Ketua klan atau yg di juluki Bintang Kegelapan kemudian menyerahkan pedang pusaka klannya beserta sebuah kitab dan sebuah peta dan gelang berwarna hitam
Setelah menyiapkan semuanya ketua klan beserta istrinya menatap putranya yg dalam gendongan Ren Xiaohua untuk yg terakhir kalinya, meski tak rela keduanya harus melepas putranya agar bisa selamat
Ketua klan l melakukan segel tangan lalu meminta ketiganya untuk saling berpegangan kemudian menempelkan telapak tangannya pada tubuh adiknya
Tubuh ketiganya berkedip saat satu energi tak kasat mata masuk pada tubuh mereka
Ketua klan melepaskan tangannya lalu berkata
" Pergilah,,, jaga diri kalian baik baik,,, semoga takdir mempertemukan kita kembali "
Ketiganya memberi hormat pada pemimpin klannya untuk yg terakhir kemudian dengan di pimpin Jun Xifang mereka pergi, keluar dari kediaman utama dan klan mereka melalui Jalur rahasia pemimpin klan Jun
Setelah kepergian Jun Shandian dan yg lainnya istri dari ketua klan Jun berkata
" Gege,, "
" Aku tau,, kita pergi ke Lembah Neraka lebih dulu " Balas ketua klan Kemudian keduanya menghilang dari sana
Beralih pada kelompok yg di pimpin Jun Xifang, saat ini ketiga orang tersebut telah berada di bagian lain perbatasan hutan,sambil bergerak Jun Xifang kemudian berkata
" Tuan Muda kedua sepertinya dari sini keadaan mulai aman "
__ADS_1
Perkataannya membuat Jun Shandian menghentikan langkahnya, karena perbuatannya akhirnya ketiganya berhenti
Jun Shandian mengerti maksud dari perkataan orang yg mengawalnya
" Xifang,,, jaga dirimu baik baik, kelak saat kita bertemu lagi saat itulah pembalasan di mulai "
Jun Xifang kemudian berlutut
" Hamba Jun Xifang penjaga gerbang barat klan Jun berjanji dengan langit dan bumi sebagai saksinya bahwa hamba akan menunggu siapapun yg mengajak hamba membalaskan rasa sakit yg terjadi hari ini "
Jun Shandian mengangguk
" Pergilah,,, cari tiga penjaga lainnya dan bersembunyilah seperti yg ketua perintahkan "
" Tuan Muda Kedua, Nona,, berhati hatilah,,, hamba mohon jagalah Tuan Muda Yuan " Ucap Jun Xifang yg di balas anggukan dari dua Tuannya tersebut
Jun Xifang kemudian melesat ke arah yg berbeda setelah memberi hormat
Flashback berakhir
**********
" Sejak saat itu kami belum pernah bertemu lagi " Ucap Jun Shandian dengan wajah murung
Jun Yuan samar merasakan fluktuasi energi dan hawa membunuh dari pamannya, kini mengerti kenapa paman dan bibinya tak pernah mau menceritakan tentang orang tua nya, bukannya paman dan bibinya mau menyembunyikan tentang hal itu tapi mereka hanya tak ingin mengingat rasa sakit yg mereka tanggung sampai saat ini
Jun Shandian melanjutkan penjelasannya
" Mulai hari itu aku dan bibimu selalu hidup berpindah-pindah untuk menghilangkan jejak,sembunyi dan menjauh dari dunia luar dan membatasi kontak dengan orang lain sebelum akhirnya kami tinggal di istana ini, selanjutnya kau tau sendiri bukan "
Jun Yuan mengangguk
" Maaf,,, "
Kemudian ia kembali bersuara
" Saat kejadian sebelumnya ketika dikalahkan aku sempat merasakan Aura yg hampir mirip denganku lalu setelah itu muncul dua sosok yg menolongku, pakaian mereka sangat tertutup tapi aku rasa keduanya belum terlalu tua jika melihat dari postur dan gerakan mereka "
" Awalnya aku mengira jika mereka adalah paman dan bibi tapi saat salah satunya mengeluarkan kekuatannya saat itulah aku sadar jika mereka bukan kalian "
Jun Yuan melihat perubahan ekspresi dan aura dari pamannya, ia kemudian melanjutkan penjelasannya tentang perkataan sosok berpakaian putih yg menolongnya
" Siapapun mereka dan apapun maksud dari perkataan itu yg pasti bencana yg di maksud mungkin akan terjadi dalam waktu dekat jika melihat dari kejadian yg belakangan ini sering terjadi " Ucap Jun Shandian
Jun Yuan mengangguk, matanya berkilat saat berkata
" Aku penasaran siapa sosok seputih salju yg dikatakan mereka, tidak mungkin Yi jie kan mengingat sifatnya seperti apa "
" Entahlah,,, aku juga tidak tau " Balas Jun Shandian
__ADS_1
Jun Yuan menghela nafas
" Merepotkan "