Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Menuntaskan Dendam


__ADS_3

Jun Yuan menatap tajam lawannya,nafasnya masih memburu seiring dengan besarnya nafsu membunuh yg ia keluarkan


" Bocah,,kau menghadapi lawan yg merepotkan,dulu di antara musuh yg pernah aku hadapi ada beberapa yg sangat merepotkan dan salah satunya pengguna elemen Tanah yg sangat lihai menggunakannya " suara Shen Ghuang terdengar di telinga Jun Yuan


Jun Yuan setuju dengan perkataan Shen Ghuang,meskipun lemah dalam menyerang pengguna elemen Tanah mempunyai pertahanan terbaik di antara elemen lainnya dan juga biasanya pemilik elemen Tanah bawaan di berkahi energi yg lebih banyak dari yg lainnya


" Tenangkan dirimu,jangan terbawa emosi ingat jika kamu ingin menang maka kamu harus tenang agar otakmu bisa berpikir jernih dan bekerja maksimal " Mei Lin mengingatkan


Di sisi lain Zhang Haoran menyadari kesalahannya yg telah meremehkan lawannya,ia kini harus lebih berhati hati tiap mengambil keputusan meski begitu tetap saja ia harus segera mengakhiri pertarungan karena jika tidak maka akan lebih banyak anggota pihak kekaisaran yg datang


" Bagus,,,kau yg memaksaku "


Zhang Haoran mengeluarkan seluruh kekuatannya menyebabkan ledakan energi dalam tubuhnya


Gelombang ledakan energi menyebar menerpa sekitarnya,awan tebal berkumpul di atas mereka menghalangi cahaya matahari,suasana seketika berubah mencekam,banyak hewan liar berlarian menjauh dari area pertarungan


Tubuh Zhang Haoran sedikit membesar dengan ototnya terlihat menyembul matanya berubah warna kecoklatan


Jun Yuan terlihat tenang,ia tau lawannya menggunakan kekuatan penuhnya meski begitu ia yakin pada kecepatan dan kekuatannya sendiri


Zhang Haoran melesat dengan cepat hingga terlihat seperti bayangan tangannya di penuhi tenaga dalam saat ia mengepalkannya


Jun Yuan menyalurkan energi pada matanya untuk melihat pergerakan lawannya


LANGKAH KILAT


Dirinya ikut bergerak untuk menghadapi lawannya, Pisau Cahaya kembali ia keluarkan dan melemparkannya ke atas


Dalam sekejap pertarungan kembali pecah, gerakan keduanya lebih cepat dari sebelumnya hingga yg terlihat hanya dua bayangan yg saling beradu yg beberapa kali menimbulkan percikan api


Tirta Sagara sampai harus memfokuskan pandangannya untuk mengikuti gerakan mereka, keningnya berkerut saat melihat benang energi tipis berwarna hitam keluar dari kepala Jun Yuan dan terhubung pada dua Pisau Cahaya yg melayang jauh di atas pertarungan


Ia mengerti itu adalah benang spiritual yg menghubungkan pemilik dengan senjata pusaka yg memiliki roh (di tempat asalnya di sebut khodam) , karena ia juga seperti itu hanya saja warna benang spiritual nya yg berbeda, jika Jun Yuan berwarna hitam ia berwarna biru, pada dasarnya energi spiritual seseorang umumnya berwarna putih namun akan berubah warna jika di gabungkan dengan elemen bawaan


Jun Yuan berkelit saat sebuah serangan mengincar pinggangnya lalu mengayunkan pedangnya dari samping


Zhang Haoran merespon dengan merendahkan tubuhnya lalu memutar tubuhnya menyerang menggunakan sikunya


Jun yuan menahan memakai kakinya tangan kirinya ia gerakan membentuk cakar kemudian ia lesatkan ke arah kepala lawan

__ADS_1


Zhang Haoran menghentakan kakinya mundur untuk menghindari serangan lalu mengalirkan tenaga dalam yg di ubahnya menjadi elemen Tanah pada lengannya untuk memperkuat serangannya kemudian dengan cepat menyerang balik memakai tinjunya


TINJU PEMUSNAH


Jun Yuan menarik tangan kirinya kemudian kembali menggerakannya


TAPAK PEREMUK TULANG


Blaarrr,,,,


Untuk kesekian kalinya keduanya terhempas


Jun yuan terbanting dengan keras berguling beberapa kali sebelum berhenti sementara Zhang Haoran setelah mendarat ia terhuyung kebelakang beberapa langkah sebelum berhenti


" Ughuck "


Ia terbatuk darah, luka dalam yg ia terima saat bertarung dengan Tirta Sagara semakin bertambah akibat bentrokan barusan,Zhang Haoran menekan dadanya untuk meredam rasa sakit yg ia derita


Jun yuan bangkit, kondisinya tak jauh berbeda dengan lawannya malah sedikit lebih parah,ia sampai tak merasakan tangannya yg berbenturan langsung dengan jurus lawan


Setelah menyeka darah yg keluar di balik topengnya ia kembali menyiapkan kuda kuda untuk menyerang


Zhang Haoran sendiri setelah mengambil nafas kembali menyerang


Jun Yuan menguatkan tekadnya, mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya sebelum memejamkan matanya, seluruh indranya merespon bekerja dengan maksimal


TANPA ARAH


Saat keduanya bertemu tak ada ledakan hanya gelombang kejut beberapa kali terjadi karena meskipun gerakan keduanya cepat masing masing bisa menghindar atau pun menangkis dan hanya sesekali menahan karena mereka tau jika sedikit saja melakukan kesalahan akan berakibat fatal


Pertukaran jurus terus terjadi dalam pertarungan jarak dekat,hingga sampai satu kesempatan Jun Yuan berhasil mendaratkan satu serangan pada lawannya yg membuat lawannya terpental meski ia sendiri harus mengorbankan pinggangnya di tendang dan menghempaskannya ke atas


Dalam keadaan melayang Jun Yuan mengeluarkan serangan jarak jauh


PISAU CAHAYA - CAHAYA HUJAN


Pisau Cahaya yg selama ini melayang berubah menjadi puluhan pisau yg lebih kecil lalu menyerang targetnya


Zhang Haoran yg menyadari serangan berbahaya mengarah padanya begitu mendarat ia langsung menghentakan kedua telapak tangannya ke tanah

__ADS_1


SENI TARUNG - LINGKARAN BUMI


Tanah di sekelilingnya terangkat membentuk kubah tebal melindunginya dari serangan


Blaarrr,, blaarr blaarr,,,,


Rentetan ledakan menggetarkan tanah di sekitar hutan, beberapa pohon terhempaskan oleh gelombang kejut yg tercipta tanpa henti, asap dan debu membumbung tinggi menciptakan awan jamur


Jun Yuan memanfaatkan waktu tersebut untuk mengatur nafas dan memulihkan sedikit kondisinya, kekuatannya terkuras banyak karena mengeluarkan jurus sebelumnya


Setelah debu menghilang kubah tanah yg melindungi Zhang Haoran terlihat masih kokoh tanpa sedikitpun mengalami kerusakan


Tak berapa lama kubah Tanah menghilang memperlihatkan sosok Zhang Haoran yg masih dalam posisi berlutut dengan kedua tangan menempel di tanah, bahunya naik turun seiring dengan nafasnya yg masih memburu


Ia harus mengeluarkan tenaga dalam lebih banyak untuk mempertahankan Kubah Tanah agar tak hancur oleh serangan lawannya


Beberapa orang dari pihak kekaisaran telah datang tapi tak satupun dari mereka membantu karena Tirta Sagara memang melarangnya


Zhang Haoran sendiri menyadarinya tapi ia tak bisa berbuat banyak karena lawannya tak memberinya kesempatan melakukan apapun selain memaksanya untuk fokus bertarung


Jun Yuan yg telah memperkirakan jika serangannya tak kan mampu melukai lawannya kembali bersiap, apapun yg terjadi dia harus bisa menghabisi lawannya meski sadar itu sulit tapi ia yakin bisa melakukannya


" Aku akui kamu cukup tangguh tapi itu tak mengubah fakta jika kamu lebih lemah dariku jadi bersiaplah menemui kematianmu " Zhang Haoran berkata setelah berdiri dan menstabilkan kondisinya


" Terakhir kali,,, orang tua yg bernama Bai Lixu berbicara seperti padaku itu tapi dia lari terbirit birit seperti pengecut " balas Jun Yuan


Zhang Haoran tersentak mendengarnya, ia tak ingin mempercayai hal itu tapi mengingat apa yg terjadi dan mengaitkan semua kejadian yg ia lewati mau tak mau ia harus mempercayainya


" Jadi,, itu sebabnya Bai Lixu tak pernah memberi kabar " Gumamnya


Jun Yuan kali ini akan menggunakan semua yg ia punya karena ia yakin kekuatan lawannya sudah menurun,ia akan membuka salah satu segel yg mengunci kekuatan kegelapan dalam tubuhnya seperti yg ia lakukan saat berlatih di alam bawah sadarnya bersama dua roh pusakanya,tangannya bergerak membuat sebuah segel lalu menempelkan pada dadanya


SEGEL SEMESTA - BUKA


Segel yg tertanam dalam tubuhnya merespon, salah satu bagian tubuhnya mengeluarkan cahaya redup lalu aura gelap keluar, asap hitam tipis menyelimutinya seiring dengan warna matanya berubah merah sepenuhnya


Suasana yg sudah mencekam semakin bertambah kelam saat aura kematian menyebar dari pedang Gadis Malam saat Jun Yuan mengalirkan kekuatannya


" Aura ini,,, "

__ADS_1


Zhang Haoran terbelalak saat melihat dengan teliti pedang yg di genggam lawannya


" Ti-tidak mungkin,,, Pedang itu,, "


__ADS_2