
Beberapa hari terlewati begitu saja,setelah mengalahkan kelompok kecil organisasi Taring Iblis Jun Yuan dengan Tirta Sagara tak menemui hambatan berarti setelahnya selain bertemu dengan segerombolan perampok yg dengan mudah mereka hancurkan
Keduanya kini berada di Gerbang kota Xuchang berdiri di antara para pendatang yg mengantri,Tirta Sagara mengeluh tentang hal ini karena harus berdiri berpanas panasan sedikit lama,Jun Yuan memaklumi hal itu
Tiba giliran mereka Jun Yuan langsung bertindak karena melihat muka Tirta Sagara yg sudah memerah,tak ingin terjadi hal yg tak di inginkan ia mengeluarkan sebuah lempengan berwarna emas
Kepala prajurit penjaga gerbang terkejut melihatnya ia lalu membawa keduanya ke dalam sebuah bangunan kecil tempat mereka beristirahat
" Tuan Muda,,,anda Tuan Muda Yuan benarkan " tanya kepala penjaga gerbang sambil memeriksa plakat kuning emas
Jun Yuan hanya diam sementara Tirta Sagara sedikit kebingungan
begitu merasa yakin Kepala penjaga gerbang langsung berlutut
" maafkan kelancangan hamba Tuan Muda yg tak melihat indahnya permata "
Tirta Sagara melongo melihat kejadian di hadapannya lalu menatap Jun Yuan dan kepala penjaga bergantian,ia makin penasaran dengan identitas teman barunya ini
Jun Yuan memegang Pundak kepala penjaga gerbang lalu menyuruhnya berdiri
" kamu terlambat menyadarinya Bi Tian Gao "
" Maafkan hamba Tuan Muda,,,kenapa anda tidak langsung masuk atau memanggil hamba tadi " ucap Bi Tian Gao sembari bangkit
" aku hanya mengikuti peraturan,,,bagaimana kabar Paman dan Bibi " balas Jun Yuan
" Oh,,mereka baik terima kasih Tuan Muda menanyakan mereka hanya saja Nyonya Permaisuri- "
Jun Yuan langsung menyela
" aku sudah mendengarnya "
Bi Tian Gao mengangguk
" ah benar,,,apakah Tuan Muda akan mengikuti perlombaan beladiri yg akan di laksanakan tiga bulan lagi "
Jun Yuan menggeleng
" tidak,,,aku punya beberapa urusan lain yg lebih penting "
" oh begitu ya,,,lalu kapan Tuan Muda mengunjungi- "
" Setelah urusanku selesai " Jun Yuan kembali menyela
Bi Tian Gao mengangguk menyadari kesalahannya
" aku tak bisa berlama lama,temanku sudah kelaparan sejak tadi " Jun Yuan berkata sambil menunjuk ke arah Tirta Sagara
" ah,,maafkan Hamba Tuan Muda,,hati hati dalam perjalannya dan semoga urusannya cepat selesai " Bi Tian Gao segera mengembalikan plakat identitas milik Jun Yuan
" Mn,,aku pamit " Jun Yuan beranjak di ikuti Tirta Sagara di belakangnya
" Whhooaaahhhh,,,ini,,megah sekali,," ucap Tirta Sagara tanpa sadar setelah mereka masuk ke kota Xuchang
" mn,,ayo mencari tempat makan " Jun Yuan menepuk pundak Tirta Sagara agar mengikutinya
" kota,,yg besar dan indah,,makanannya,, juga,,sangat enak,," ucap Tirta Sagara setelah mereka menghabiskan makanannya
Kini mereka duduk di sebuah rumah makan mewah yg lumayan ramai
__ADS_1
" ini lebih ramai dari biasanya,mungkin karena akan ada acara di kota pusat jadi banyak pendatang menuju kesana " balas Jun Yuan
" ah ya,,benar,,aku jadi,,tidak sabar,,untuk,,segera,,kesana,," Tirta Sagara bicara dengan semangat
" kamu harus lebih berhati hati disana karena kota pusat bukan berarti kejahatan tidak ada meski banyak prajurit yg berjaga " Jun Yuan mengingatkan
Tirta Sagara mengangguk
" kenapa,,kamu,,tidak,,ikut,,bertanding "
" Tidak tertarik "
" katanya,,hadiahnya,,besar "
" itu bukan tujuanku "
" lalu,,,,,siapa kamu,,sebenarnya "
Jun Yuan mengerutkan kening
" aku hanya seseorang yg menyukai kebebasan "
" bukan,,itu yg,,ku maksud "
" Sudahlah itu tidak penting "
Tirta Sagara pasrah,tak mungkin juga ia memaksa teman barunya mengatakan identitasnya lebih jauh
Setelah membayar dan menyewakan sebuah kamar Jun Yuan pamit karena tujuan mereka berbeda
" Ingat,,berhati hatilah dan jangan percaya pada siapapun mengerti " ucap Jun Yuan sebelum melangkahkan kakinya
Jun Yuan melangkahkan kakinya keluar dari penginapan,setelah berada di jalan yg agak sepi ia melompat lalu melesat dengan cepat ke arah Utara menuju sekte tempat sahabatnya berada
Sehari kemudian Jun Yuan sudah berdiri di batas wilayah Sekte Pedang Utara,ia merasakan empat orang menuju ke arahnya
Tap tap tap tap,,,
Empat orang berpakaian putih mendarat di hadapannya yg tak lain murid Sekte Pedang Utara
" maaf Tuan anda berada di batas wilayah kami,jika tak ada keperluan silahkan anda kembali " ucap salah satunya dengan sopan memperingatkan
" mn,,kebetulan aku mempunyai urusan dengan salah satu anggota sekte Pedang Utara,bisakah aku menemuinya " balas Jun Yuan ramah
" Jika boleh tau siapakah orang yg anda maksud " tanya mereka lagi
" Lin Zhi,,dia bernama Lin Zhi,bisakah aku menemuinya,aku mempunyai urusan penting dengannya " jawab Jun Yuan
Empat orang murid tersebut terkejut,seketika mereka waspada
" maaf Tuan ada hubungan apa anda dengan Tetua Muda "
tiga orang lainnya mendekatkan tangannya pada pedangnya,Jun Yuan hanya tersenyum di balik topengnya,ia memakluminya karena memang pakaian yg di kenakannya terlihat mencurigakan
" katakan saja padanya istrinya meminta pertanggung jawabannya "
" ISTRI,,,"
Sekali lagi ke empat murid tersebut tersentak,karena sejauh yg mereka tau Tetua mudanya belum mempunyai seorang istri
__ADS_1
" Tuan anda jangan bicara sembarangan tentang Tetua Muda kami " seorang yg bertindak sebagai pemimpin berbicara dengan nada tinggi
" terserah,,,apapun yg terjadi aku harus tetap menemuinya " balas Jun Yuan,sesaat mata birunya berkilat
" Tuan sebaiknya anda segera pergi sebelum kesabaran kami habis "
" oh,,,kalian mengancamku,ini tak seperti kabar yg beredar tentang kebaikan sekte Pedang Utara "
" anda jangan jangan menguji batas kesabaran kami "
Sriingg,,sriingg,,,
Keempatnya serempak mencabut pedang mereka
" jangan salahkan jika kami bertindak kasar "
Jun Yuan tersenyum kecil
" Kasar,,,oh aku sangat penasaran "
Saat akan menyerang tiba tiba sebuah kekuatan menekan keempatnya
" aiiihhh,,,,ternyata benar istriku yg datang "
sebuah suara terdengar lalu sesosok pemuda berbadan kekar dengan jubah putih menapak lembut di antara kedua kubu
keempat murid sekte Pedang Utara langsung berlutut menyadari sosok yg datang
" hormat kami Tetua Muda "
" hmm,,," balas sosok tersebut tanpa menoleh
" kau lama sekali Zhi,,," ucap Jun Yuan ketus
" hey hey,,,aku berusaha secepat mungkin kesini begitu kau memberi tau " jawab sosok tersebut yg tak lain adalah Lin Zhi
Jun Yuan mendengus melipat tangan di dadanya
" hmmph,,,aku sampai bosan disini "
" hey jangan marah begitu,aku sedang banyak pekerjaan jangan menambah beban ku " ucap Lin Zhi kelabakan
" tak peduli,,,aku lapar " ucap Jun Yuan acuh
" kenapa tak bilang dari tadi,kukira kau sedang datang bulan " balas Lin Zhi sedikit tenang
" ZHI,,,," Jun Yuan berteriak
" haiisss,,,baik baik baik,,ayo kita makan " Lin Zhi Meraih tangan Jun Yuan lalu membawanya masuk ke wilayah sektenya
sementara empat murid penjaga terbengong dengan mulut menganga melihatnya karena terlalu syok,di mata mereka ini pemandangan yg sangat langka melihat Tetua Muda yg menjadi inspirasi mereka bertingkah demikian,sangat berbanding terbalik ketika dia berada di dalam Sekte yg selalu bersikap disiplin dan berwibawa
" apa aku sedang bermimpi "
" i-itu tadi,,,Tetua Muda Lin Zhi kan "
" aduhhh,,kenapa kau memukulku "
" hanya memastikan kalau aku sadar "
__ADS_1