Kisah Sembilan Perjalanan

Kisah Sembilan Perjalanan
Gojoseon??


__ADS_3

Jun Yuan menapak di atap sebuah rumah tak jauh dari bangunan yg kemungkinan menjadi tujuan orang yg di kejaranya


Ia mengedarkan pandangannya memperhatikan sekelilingnya menyebarkan persepsinya mencari keberadaan pemilik aura yg di ikutinya


Matanya menyipit saat melihat dua bayangan berkelebat tak jauh dari bangunan besar, tak menunggu lama ia mengejarnya karena salah satunya pemilik aura yg di incarnya tapi Jun Yuan sengaja menjaga jarak agar tak ketahuan


Tak lama ia tiba di pinggiran hutan, lalu mempercepat langkahnya saat mendengar suara sebuah pertarungan


Bersembunyi di dahan sebuah pohon Jun Yuan menyaksikan satu pertarungan yg berlangsung sengit,satu orang berjubah hitam dengan lambang seekor kuda bersayap tampak mendominasi


Sementara lawannya memakai caping bambu dengan jubah hitam dan pakaian berwarna putih mampu bertahan meski di tekan habis habisan


Beberapa waktu kemudian keadaan mulai berbalik,karena terlalu bernafsu untuk mengakhiri pertarungan dengan cepat anggota sekte Kuda Terbang menggunakan banyak kekuatan dari awal membuat kekuatannya terkuras dengan cepat, ia yg awalnya sangat mendominasi kini hanya bisa bertahan saat lawannya mulai menyerangnya


Dari awal Jun Yuan sudah memperkirakan jika kekuatan keduanya berbeda jauh, terlihat saat sosok bercaping meski dalam keadaan di tekan ketenangannya tak pernah hilang hingga setiap gerakannya mampu menahan serangan lawannya


Tak berselang lama terdengar suara erangan tertahan saat sosok bercaping berhasil menusuk tepat di jantung anggota sekte Kuda Terbang dan menewaskannya


Sosok bercaping bambu mengibaskan pedangnya untuk menghilangkan noda darah, sesaat kemudian sebelah tangannya masuk ke balik jubahnya lalu menatap tajam ke arah tempat Jun Yuan berada, kemudian dengan cepat ia melemparkan beberapa senjata kecil yg ia ambil dari balik jubahnya


Jun Yuan terkejut dengan cepat mengeluarkan pedangnya untuk menangkis serangan


Trang trang klaang,,,


Tiga buah pisau kecil terpental setelah berhasil di tangkis Jun Yuan, ia pun langsung melompat turun dan menunjukan diri, sosok bercaping langsung menyerangnya


PEDANG PEMBUNUH - TIGA ALIRAN


Sosok bercaping melompat sambil memutar tubuhnya,pedang yg di genggamnya ia ayunkan dengan cepat membentuk tiga bilah angin yg sangat tajam


" Tunggu,, "


Menyadari teriakannya tak di gubris Jun Yuan bersiap, ia merendahkan tubuhnya menekuk sebelah kakinya ke belakang lalu dengan kuat menebaskan pedangnya dari bawah ke atas sambil menghentakkan kakinya untuk melompat


Sraiiingg,,, slaaasshhh,,,


Jun Yuan berhasil membelah satu bilah angin lalu sedikit memiringkan tubuhnya menghindari bilah angin lainnya kemudian menggunakan udara sebagai pijakan ia menghentakkan kakinya untuk menghindari bilah angin terakhir


Craassh,, Craasshhhh


Dua pohon tumbang saat terkena bilah angin


Jun Yuan menggerakan pedangnya ke depan untuk menangkis serangan langsung dari pedang lawannya


Klaangg,,,,


Keduanya terpental saat dua senjata beradu

__ADS_1


Sosok bercaping mendarat mulus, ia menatap tajam lawannya yg menapak tak jauh dari tempatnya,


" Ryu Jindae,, pengawal Tuan Muda bangsawan Chu,, ingat nama itu sebelum aku membunuhmu "


Jun Yuan mengerutkan kening mendengar lawannya berbicara dengan aksen berbeda


" Oh,, sepertinya anda bukan penduduk daratan ini,, sebuah kehormatan bisa bertarung dengan anda tapi maaf saya bukan musuh "


" Omong kosong,,,"


Ryu Jindae kembali melesat dengan jurusnya


PEDANG PEMBUNUH - LIMA TITIK DARAH


Jun Yuan menghela napas saat perkataannya kembali tak di gubris, memasang kuda kuda ia menyambut serangan


TARIAN PEDANG BERARAK


Pertarungan pecah seketika, gerakan cepat dan terarah di tunjukan Ryu Jindae mengincar titik vital sementara Jun Yuan bertahan dengan gerakan lembut namun penuh tenaga


Benturan senjata terdengar bersahutan di sertai letupan kecil saat keduanya melepaskan jurus jurusnya menghasilkan hembusan angin yg kuat menggoyangkan beberapa pohon dan menerbangkan debu serta daun kering yg berserakan


Beberapa menit kemudian keduanya melompat mundur


Ryu Jindae mengatur napasnya yg kacau, ia bergumam


Meski berada di tingkatan yg sama tapi tetap saja ada perbedaan kekuatan yg membuat Jun Yuan lebih unggul dari lawannya, selain stamina Jun Yuan juga memiliki regenerasi yg cepat dan beberapa aspek lain yg mendukungnya itulah yg membuatnya percaya diri untuk bertahan dan tidak menyerang


Ryu Jindae kemudian berkata sambil menunjuk mayat orang yg ia bunuh menggunakan pedangnya


" Siapa kamu,, apa benar kamu bukan anggota kelompoknya "


Jun Yuan kembali menghela napas, ia menurunkan pedangnya


" Hhhh,,, sudah ku bilang aku bukan musuh, justru aku sedang mengejar orang itu "


" Yuan,,, namaku Yuan,, sebelumnya aku merasakan aura membunuh lalu aku mengikutinya kemudian aku melihat anda mengejar seseorang yg memiliki aura yg aku rasakan, ya sekalian saja aku mengikuti anda " Jun Yuan menjelaskan


" Apakah anda anggota keamanan Kekaisaran " Tanya Ryu Jindae


Jun Yuan menggelengkan kepalanya


" Tidak,, aku hanya orang yg kebetulan ingin menonton acara perlombaan beladiri "


" Oh,, maaf saya bertanya demikian karena melihat penampilan anda " Balas Ryu Jindae


" Mn,, " Jun Yuan mengangguk, ia tak menyalahkannya karena memang benar dengan jubah dan penutup wajah siapapun akan mengira dirinya jika bukan anggota pasukan elit Kekaisaran pasti pembunuh bayaran

__ADS_1


" Tuan Ryu tadi anda bilang jika anda pengawal Tuan Muda Bangsawan Chu, apakah itu Chu Tian "


Ryu Jindae menyipitkan matanya


" Benar,, darimana anda tau "


" Mudah saja,,, satu satunya Tuan Muda Klan Chu yg selalu di lindungi dan di jaga ketat adalah Chu Tian karena dia calon penerus pemimpin klan bangsawan tersebut " Balas Jun Yuan


" Ah,, iya,, benar juga " Ryu Jindae berkata sambil tersenyum malu


" Maaf,,Kalau boleh tau dari mana anda berasal,karena cara bicara anda berbeda dengan kami dan kebetulan saya juga mempunyai teman dengan cara bicara yg berbeda dengan saya dan juga anda " Tanya Jun Yuan


Ryu Jindae tertegun sejenak, setelah memikirkan baik buruknya ia pun bersuara


" Aku berasal dari Gojoseon "


Jun Yuan tersentak


" Gojoseon,,, "


" Tuan Muda Yuan,,, maaf saya tak bisa berlama lama di sini " Ryu Jindae segera berbicara berniat mengakhiri pertemuan menghindari pertanyaan yg mungkin akan membuka identitasnya yg lainnya


" Oh iya,, silahkan,, hati hati dan jaga Chu Tian dengan baik " Balas Jun Yuan, ia pun mengerti dengan maksud perkataan lawan bicaranya


Ryu Jindae mengangguk kemudian ia pamit dan langsung melesat untuk kembali ke tempat nya


" Gojoseon,, ternyata benar kata paman dan bibi, dunia ini begitu luas,,, " Gumam Jun Yuan


Jun Yuan kemudian melangkah ke arah mayat anggota sekte Kuda Terbang, ia mengambil cincin penyimpanan mayat tersebut setelah itu Jun Yuan kemudian melakukan segel tangan lalu mengarahkan tangannya pada mayat anggota sekte Kuda Terbang, seketika mayat itu menghilang


" Ternyata orang ini lumayan kaya, untung saja Tuan Ryu tak mengambil cincin penyimpanannya " Ucap Jun Yuan


" Bocah,,Setelah ini apa yg akan kau lakukan " Suara Shen Ghuang terdengar di telinganya


" Mungkin untuk saat ini aku akan melihat keadaan A-yi terlebih dahulu kemudian akan berlatih untuk menyempurnakan semua jurus baru untuk selanjutnya akan ku pikirkan nanti " Balas Jun Yuan


" Aku tau satu tempat yg mungkin cocok untuk melatihmu tapi kamu harus pulih dulu " Kali ini Suara Mei Lin yg terdengar


" Senior,,,Bagus kalau begitu,,,sekarang aku bisa beristirahat untuk memulihkan kekuatanku sambil menonton perlombaan " Balas Jun Yuan


Ia kemudian melesat kembali ke arah penginapan


Di perjalanan Mei Lin kembali bersuara


" Kamu harus ke balai apa namanya aku lupa, tempat penjualan sumber daya itu, ada beberapa sumber daya yg harus kamu beli lebih dulu "


Tanpa sadar Jun Yuan mengeluh

__ADS_1


" Merepotkan "


__ADS_2