
Jika bukan karena hatinya yg menggerakanya Jun Yuan tak mungkin datang ke tempat berbahaya seperti ini
Ia pasti lebih memilih menyelesaikan tugas yg di embannya daripada harus bersusah payah mempertaruhkan nyawa untuk sesuatu yg tak pasti
Melangkahkan kakinya,Untuk pertama kalinya ia menginjakan kaki di tanah Hutan kematian ia merasa seperti menembus sesuatu
" Tabir Ilusi,,," gumamnya saat melewati batas hutan Kematian
Keningnya berkerut,matanya menyusut tajam merasakan aura gelap yg sangat pekat menindasnya membuat siapapun yg melewatinya akan merasa susah untuk bernafas bahkan untuk manusia biasa mungkin akan langsung tewas di tempat
Tak heran di sebut hutan Kematian karena kenyataannya memang begitu,Terdapat banyak bahaya di dalamnya lebih berbahaya dari hutan Weixing itu sendiri
" Ehh,,,,"
Jun Yuan terperanjat saat Pisau Perak keluar dengan sendirinya lalu melayang berputar cepat di atas kepalanya
Simbol di kedua gagang pisau bercahaya lalu membentuk sebuah jubah energi
Zhep,,,
Jubah energi menyatu dengan jubah hitam yg di pakai Jun Yuan bersamaan dengan kembalinya Pisau Perak ke tempatnya semula
Jun Yuan langsung merasakan perbedaan,Penindasan dari aura gelap perlahan menghilang nafasnya kembali terasa ringan
" Terima kasih Senior Shen " ucapnya dalam hati
Ia merasa bersyukur memiliki dua buah pusaka yg sejauh ini sangat membantunya dalam keadaan apapun
" Tak masalah,,," balas Shen Guang dengan suara khas nya
Meski tak mengakui Jun Yuan sebagai tuannya ia terpaksa harus menjaganya karena takut Mei Lin akan menghancurkannya
Merasakan perubahan energi di sekitarnya Jun Yuan langsung waspada,Ia mencabut pedangnya bersiap jika bahaya tiba tiba mendatanginya
Perlahan keadaan di sekelilingnya berubah,tak ada lagi tulang berserakan,pohon mati yg berjejer rapi pun banyak yg menghilang hanya menyisakan beberapa saja
Hari yg awalnya siang berubah temaram, Saat Jun Yuan mendongak ke atas ia melihat sebuah bola cahaya berbentuk seperti bulan berwarna kelabu disana
Suasana mendadak hening,tak terdengar suara apapun di sekitarnya bahkan angin pun seakan berhenti berhembus hingga Jun Yuan bisa mendengar suara nafasnya sendiri
" Tekhnik ilusi tingkat tinggi,kau benar benar dalam bahaya bocah " Shen Ghuang memperingatkan
" Tetap tenang dan kendalikan dirimu,Ingat kau dalam pengaruh ilusi " suara Mei Lin terdengar
Mei Lin sendiri dari awal Jun Yuan memasuki Hutan kematian sudah menyadari hal itu tapi ia sengaja tak memberitahunya karena ingin melihat sejauh mana Jun Yuan dapat bertahan dari serangan seseorang yg kekuatannya jauh lebih tinggi dari Jun Yuan
bukannya ia bersikap kejam hanya saja ia tak mau jika sampai Jun Yuan bergantung padanya atau pada Shen Ghuang karena itu tak baik untuk perkembangannya
Mei Lin akan bergerak membantunya jika Jun Yuan benar benar sudah dalam keadaan yg membahayakan nyawanya walau pun ia juga sebenarnya tak memiliki kewajiban untuk menolong karena ia bukan roh kontrak Jun Yuan
__ADS_1
Shen Ghuang sendiri akan bergerak jika Mei Lin menyuruhnya atau Jun Yuan sendiri yg memintanya selain harus tetap melindunginya
Tanah tiba tiba bergetar di iringi suara gemuruh petir yg menyambar ke berbagai tempat
" Sial,,,"
Jun Yuan melompat menghindari Sambaran petir yg mengarah padanya
" Bocah, Kau harus secepatnya menemukan pengguna ilusi sebelum tenagamu terkuras " ucap Shen Ghuang
Jun Yuan bergerak lincah menghindari setiap petir yg menyerangnya
Setelah hampir setengah jam sambaran petir mereda namun keadaan tak sedikit pun membaik
Sepasang mata yg sama persis seperti yg di lihat Jun Yuan saat di perbatasan hutan Weixing kembali muncul di langit
Suara bergemuruh semakin keras terdengar,dengan nalurinya Jun Yuan merasakan bahaya yg lebih besar datang dari segala arah
Angin berhembus kencang membawa serta pasir dan racun yg di laluinya menciptakan gulungan badai pasir yg sangat besar
Jun Yuan bernafas dalam energi besar meledak saat ia mengeluarkan jurusnya
Tap,,,
Jun Yuan menghentakkan telapak tangannya ke tanah
Drrrtt,,,,
Tubuh Jun Yuan bergetar sesaat,sebelah matanya berubah merah bersinar terang
Dari tubuhnya keluar empat pintu energi dengan warna berbeda terdapat simbol dan tulisan kuno didalamya
Busshhh,,,,
Ke empat pintu energi menyatu menciptakan kubah pelindung berwarna emas berdiameter empat puluh meter dengan Jun Yuan sebagai pusatnya
Kubah Emas bergetar saat Badai Pasir menghantam tapi tak cukup kuat untuk menghancurkannya
Jun Yuan menyipitkan matanya merasakan riak energi di bawah kakinya,ia segera meloncat saat tanah yg di pijaknya bergerak lalu membentuk tombak yg langsung menyerangnya
GARIS CAKRAWALA
Sriingg,,,,,
Jun Yuan menebas tombak tanah dan menghancurkannya
Tap,,,
Jun Yuan mendarat setelahnya namun tanah di sekitarnya tiba tiba bergerak kembali membentuk puluhan tombak lalu melesat mengarah padanya
__ADS_1
" APA,,,"
Jun Yuan tentu saja terkejut dengan hal itu pasalnya selama ini tak ada seorangpun yg mampu melakukan hal itu dalam Kubah Emasnya
TARIAN PEDANG BERARAK
Jun Yuan bergerak dengan lembut menghindar dan menangkis setiap serangan yg datang
Sementara itu di luar,Badai Pasir masih terjadi beberapa kali Kubah Emas bergetar akibat besarnya kekuatan yg menghantamnya
Jun Yuan berdiri dengan pedang yg masih di genggamnya setelah berhasil menghancurkan puluhan tombak tanah yg menyerangnya
Tak berapa lama perlahan Badai Pasir mereda lalu menghilang sepenuhnya,ia tak sedikit pun mengendurkan kewaspadaannya
Menyebarkan persepsinya untuk memindai sekelilingnya,di balik topengnya Jun Yuan tersenyum saat merasakan sebuah aura asing dari arah atas
Menghilangkan Kubah Emasnya Jun Yuan menusukan pedangnya ke atas
GARIS CAKRAWALA
Bilah Energi melesat dari ujung pedangnya menyerang sepasang mata yg masih terbentuk di langit
BLaarrr,,,,
Ledakan terjadi ketika serangannya menabrak lapisan energi yg menjadi pembatas Hutan Kematian namun sepasang mata itu menghilang sesaat sebelum serangan mengenainya
Wussshhhh,,,,
Ledakan energi bercampur dengan aura gelap menyebar menekan apapun yg di lewatinya
Jun Yuan menciptakan perisai energi untuk melindunginya tapi tetap saja ia tak bisa sepenuhnya menahan tekanan aura yg menindasnya
Ia hampir tumbang jika tak memakai pedangnya untuk bertumpu tubuhnya sedikit bergetar
" Hiaaarrrghhh,,,,"
Jun Yuan berteriak saat melepaskan seluruh kekuatannya untuk melawan aura yg menindasnya
Aura membunuh yg sangat pekat ikut keluar bersama Aura Emas yg terpancar darinya,Sesaat tubuhnya berkedip mengeluarkan sembilan warna berbeda lalu menghilang
Jun Yuan bangkit setelah berhasil melawan dengan seluruh kekuatannya ia menatap tajam sesosok bayangan hitam yg muncul agak jauh di atasnya
Kekuatan yg amat besar terpancar dari sosok tersebut,Meski begitu Jun Yuan tak sedikitpun gentar jika harus mati di tempat ini karena ia tak pernah menyesali setiap keputusannya
Baginya tak ada yg lebih menakutkan selain dari kemarahan seseorang yg bernama Mu Qiaoyu
Dengan tenang ia bergumam
" PENDEKAR SUCI,,,"
__ADS_1